ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

The awesome people behind our brand ... and their life motto.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

Tampilkan postingan dengan label 16 tenses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 16 tenses. Tampilkan semua postingan
  • Past Future Perfect Continuous Tense

    Definisi & Kegunaan Past Future Perfect Continuous Tense

    Past Future Perfect Continuous Tense adalah Tenses terakhir dalam urutan Tenses Bahasa Inggris. Untuk memahami tenses Past Future Perfect Continuous Tense ini kita harus memahami terlebih dahulu tenses bahasa inggris sebelumnya, yakni: (Present) Future Perfect Continuous Tense. Bila Future Perfect Continuous Tense menggambarkan kejadian yang akan terus berlangsung dari masa lalu hingga saat ini dan yang akan datang, maka Past Future Perfect Continuous Tense adalah bentuk lampau-nya dari Future Perfect Continuous Tense.


     Dari ilustrasi diatas, kita melihat bahwa telah terjadi proses kejadian atau rangkaian kejadian yang terjadi dimasa yang lampau selama kurun waktu tertentu. Dengan demikian ada 2 hal pokok yang ada pada Past Future Perfect Continuous Tense yaitu:
    • Adanya proses kejadian yang sedang berlangsung
    • Lama kejadian tersebut berlangsung.
    Kedua point diatas sama persis dengan Future Perfect Continuous Tense dibahasan yang lalu, hanya saja pada Past Future Perfect Continuous Tense, kedua point diatas terjadi dimasa yang lampau (past time). Itu artinya, kejadian tersebut tidaklah berlangsung pada masa sekarang (present time), tapi telah terhenti dimasa yang lampau. Lebih lanjut lagi, terhentinya kejadian tersebut dimasa lampau menyiratkan bagaimana Past Future Perfect Continuous Tense ini digunakan sebagai bentuk pengandaian, dikarenakan kejadian tersebut --- pada kenyataannya --- tidaklah berlangsung/terjadi dimasa sekarang apalagi dimasa yang akan datang.

    Mari kita ambil kembali contoh kalimat future perfect continuous tense pada bahasan lalu seperti dibawah ini:

    (i) Present Future Perfect Continuous Tense
    Phan Diễm Phúc will have been waiting for an hour and a half by the time I meet her.
    (Phan Diễm Phúc akan terus menunggu saya selama 1 jam 30 menit sampai saya bertemu dengannya)

    Catatan:
    will have been diatas dapat ditafsirkan sebagai "akan terus"
    yang juga berlaku dalam past future perfect continuous tense.
    Akan tetapi ditambah dengan kata "dulu"
    sehingga menjadi:
    " .... dulu akan terus ...... (would have been)"

    Sedangkan dalam bentuk (pola) kalimat Past Future Perfect Continuous Tense, kata bantu "will have been" diganti dengan bentuk past-nya yakni: "would have been" yang dapat ditafsirkan/dimaknai sebagai: "dulu akan terus", "dulu berencana akan terus", "pernah akan terus" atau "dulu pernah berencana akan terus", sehingga menjadi:

    (ii) Past Future Perfect Continuous Tense
    Phan Diễm Phúc would have been waiting for an hour and a half by the time I meet her.
    (Phan Diễm Phúc dulu pernah akan terus menunggu saya selama 1 jam 30 menit sampai saya bertemu dengannya)

    Dengan memahami contoh kalimat dari masing-masing tenses diatas (i) future perfect continuous tense dan (ii) past future perfect continuous tense, maka sekarang menjadi jelas, bahwa past future perfect continuous tense adalah bentuk pengandaian atau sekedar menyatakan suatu pengalaman dimasa yang lampau selama kurun waktu tertentu.

    Pola Kalimat Past Future Perfect Continuous Tense

    Seperti halnya pada present future perfect continuous tense, past future perfect continuous tense juga menggunakan kata bantu modal plus kata bantu perfect tense berupa: would have been.

    Future Perfect Continuous Tense => will have been
    Past Future Perfect Continuous Tense => would have been


    Pola Kalimat Positive pada Past Future Perfect Continuous Tense

    subject + would have been + present participle + object/Adverb/complement.
    Contoh:
    I would have been building a wall for three days.
    (Saya dulu pernah berencana akan terus membangun dinding selama 3 hari)

    Pola Kalimat Negative pada Past Future Perfect Continuous Tense

    subject + wouldn't have been + present participle + object/Adverb/complement.
    Contoh:
    I wouldn't have been building a wall for three days.
    (Saya dulu tidak pernah berencana akan terus membangun dinding selama 3 hari)



    Pola Kalimat Interrogative pada Past Future Perfect Continuous Tense

    would + subject + have been + present participle + object/Adverb/complement?
    Contoh:
    Would you have been building a wall for three days.
    (Apakah kau dulu pernah berencana akan terus membangun dinding selama 3 hari?)

    Penggunaan Kata Keterangan Waktu (Adverb of time) pada Past Future Perfect Continuous Tense

    Pada past future perfect continuous tense, kata keterangan waktu (adverb of time) yang digunakan jelas mengandung durasi waktu atau lamanya proses kejadian itu berlangsung dimasa yang lampau, sehingga kita dapat menggunakan bentuk kata keterangan waktu sbb:


    for ..................
    by the time ..................
    by the end of + nama waktu lampau, contoh: by the end of last year.
    Since ..................
    By the time ..................


    Contoh penggunaan kata keterangan waktu diatas:

    I would have been finishing the assignment by the end of last week.
    (Saya dulu pernah berencana akan terus menyelesaikan tugas itu menjelang akhir minggu yang lalu).

    Catatan:
    Kata bantu would have been digunakan untuk seluruh jenis subject, baik berupa: I, you, we, they, he, she, it atau padanannya.

  • Future Perfect Continuous Tense

    Bagaimana Cara Menggunakan Future Perfect Continuous Tense?

    Future Perfect Continuous Tense adalah Tenses yg digunakan untuk menyatakan rencana yang telah dimulai dimasa lalu, berlanjut hingga sekarang dan masih terus berlanjut hingga beberapa waktu tertentu dimasa mendatang.

    Contoh kasus & Penggunaan Future Perfect Continuous Tense:
    Phan Diễm Phúc mulai menunggu jam 7.00 pagi. Akan tetapi, saya merasa akan terlambat datang dan bilang ke Phan Diễm Phúc bahwa kemungkinan saya akan tiba dan bertemu dengannya paling lambat jam 8.30 pagi. Itu artinya, Phan Diễm Phúc akan sedang menunggu saya kurang lebih 1 jam 30 menit.

    Sehingga, kalimat Bahasa Inggrisnya adalah:

    Phan Diễm Phúc will have been waiting for an hour and a half by the time I meet her.
    (Phan Diễm Phúc akan terus menunggu saya selama 1 jam 30 menit sampai saya bertemu dengannya)
    (studi kasus dikutip dari: https://www.englishclub.com/grammar/verb-tenses_future-perfect-continuous.htm)

    Dari contoh kasus diatas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa kejadian menunggu telah dimulai pada jam 7.00 (waktu tertentu yang lalu/perfect tense) dan masih terus tetap menunggu hingga sekarang dan terus hingga 1 jam lebih (waktu tertentu dimasa yang akan datang).
    Sehingga makna yang terkandung didalam prase /will have been/ adalah:
    "akan terus".

    Contoh lainnya:

    I will have been learning Vietname language for 3 hours.
    (saya akan terus belajar bahasa Vietnam selama 3 jam).

    Catatan:
    Makna yang terkandung didalam "waktu tertentu yang lalu/perfect tense" diatas, bukanlah dalam makna simple past tense, tapi present perfect tense. Silahkan baca kembali mengenai simple past tense dan perbedaannya dengan present perfect tense.

    Perhatikan bagaimana proses kejadian yang terjadi pada Future Perfect Continuous Tense seperti yang diilustrasikan berikut ini:

    Future Perfect Continuous Tense | Pelg-grammar


    Pada waktu hendak menyatakan sesuatu dalam pola kalimat Future Perfect Continuous Tense haruslah diikuti dengan nama waktu atau Adverb of Time, yang dalam hal ini menggunakan:

    For (selama ....)
    Since (sejak ...)

    Bisa juga diikuti dengan:

    by the time ... (menjelang .....)

    Pola Kalimat Future Perfect Continuous Tense

    Kalimat yang mengandung Future Perfect Continuous Tense terdiri atas 2 jenis pola kalimat, yakni: pola kalimat Nominal dan pola kalimat Verbal. Akan tetapi, khusus pola kalimat nominal future perfect continuous tense sama dengan future perfect tense.

    Berikut ini adalah pola Kalimat Verbal dalam Future Perfect Continuous Tense.

    Subject + will have been + Present Participle + Object/Complement + Adverb of Time.


    Kalimat Positive Verbal Future Perfect Continuous Tense:

    Contoh:
    She will have been driving for a half an hour by the time she reaches the restaurant.
    (Dia akan terus mengendarai mobilnya selama setengah jam menjelang tibanya ia di restoran itu)


    Pola kalimat Negative & Interrogative

    Kalimat Negative Verbal Future Perfect Continuous Tense:

    Keterangan: tambahkan ungkapan negasi /NOT/ pada kata bantu /will/, sehingga menjadi: "will not" atau disingkat menjadi: /won't/. /won't have been/ dapat ditafsirkan sebagai: "tidak akan terus ...."

    Subject + will not + have been + present participle + adverb of time

    Contoh:
    I won't have been waiting for him for longer
    (Saya tidak akan terus menunggunya lebih lama lagi).


    Kalimat Interrogative Verbal Future Perfect Continuous Tense:

    Keterangan: letakkan kata bantu /will/ diawal kalimat atau didepan subject-nya.


    Will Subject + have been + present participle + adverb of time ?

    Contoh:
    Will you have been doing this for an hour?
    (Apakah kau akan terus mengerjakan ini selama 1 jam kedepan?)


    Catatan:
    Kata bantu /will/ digunakan untuk seluruh jenis subject.

    I will ---> I won't
    You will ---> You won't
    We will ---> We won't
    They will ---> They won't
    He will ---> He won't
    She will ---> She won't
    It will ---> It won't


  • Past Future Continuous Tense

    Memahami Definisi dan Kegunaan Past Future Continuous Tense

    Past Future Continuous Tense disebut juga dengan Past Future Progressive Tense yang digunakan untuk menyatakan kejadian yang telah direncanakan diwaktu tertentu dimasa yang lalu dan diharapkan akan sedang terjadi dimasa mendatang - diwaktu lampau.

    Dari definisi diatas kita menemukan 2 hal pokok penting yang dapat kita ambil agar dapat memahami kegunaan tenses past future continuous tense ini, yakni:

    • Kejadian yang telah direncanakan dimasa lampau.
    • Kejadian itu diharapkan akan sedang terjadi dimasa mendatang.

    Pertama, setiap tenses Future mengandung rencana - akan terjadi. Jadi, masih dalam wujud rencana dan belum terjadi sama sekali. Kedua, yang dimaksud dengan "akan sedang terjadi dimasa mendatang" itu sbb:

    Rencana itu telah dibuat tapi apakah rencana itu berhasil menjadi nyata? jawabnya jelas "tidak", tapi masih dalam proses untuk menjadi kenyataan. Makna dari "dimasa mendatang" diatas adalah "masa mendatang" yang ada dimasa lampau, jadi tidak ada keterkaitannya dengan sekarang (present time). Dengan demikian, past future continuous tense itu menggambarkan bahwa: pernah ada sebuah rencana dulu telah dibuat, sedang diproses agar terjadi dan benar-benar diharapkan menjadi nyata diwaktu-waktu tertentu dimasa mendatangnya diwaktu lampau.

    Cara Menggunakan Past Future Continuous Tense

    Perhatikan ilustrasi berikut ini!

    Definisi dan kegunaan Past Future Continuous Tense dalam Bahasa Inggris


    Dari ilustrasi diatas, kita dapat melihat bahwa rencana yang telah dibuat pada tanggal 1 october 2014 masih dalam proses. Dan, "masa mendatang" yang dimaksud pada Past Future Continuous Tense tersebut diumpamakan akan terjadi pada tanggal 12 october 2014. Lebih lanjut lagi, rencana itu tidak pernah terjadi pada waktu sekarang (present time) apalagi dimasa yang akan datang (future time).


    Pola Kalimat Past Future Continuous Tense

    Untuk menyatakan kejadian seperti yang telah diuraikan diatas, kita harus menggunakan bentuk dan pola kalimat Past Future Continuous Tense, sbb:


    Subject + Should/Would + Be + Present Participle + Object/Adverb/Complement


    Contoh Kalimatnya:
    He would be attending the meeting in the following day.
    (Dia akan sedang menghadiri pertemuan itu di keesokan harinya).

    Untuk memahami contoh kalimat diatas, berikut ini adalah contoh kontekstualnya dlm wujud dialoq:

    Kartika: Adrian told me that he would be attending the meeting in the following day.
    (Dia bilang ke saya katanya dia akan menghadiri pertemuan itu keesokan harinya).
    Shinta: Yes, In fact, he didn't.
    (rencananya emang gitu sih, tapi nyatanya enggak jadi tho).

    Keterangan dan Penjelasan contoh dialog diatas:
    Sebulan yang lalu, Adrian pernah bilang ke Kartika bahwa Adrian akan menghadiri pertemuan itu lusa depannya ("lusa depan" ini maksudnya ya sebulan yang lalu). Tapi pas lusa tiba ternyata Adrian tidak jadi datang padahal sudah direncanakan oleh Adrian yang diharap-harapkan jadi menghadiri pertemuan itu.
    Itulah sebabnya, Shinta mengatakan: "he didn't". Ingat! bahwa kata bantu /didn't/ adalah bentuk negatif dari pola kalimat simple past tense. Itu artinya, kenyataan (in fact) berupa /didn't/ alias batal atau tidak jadi datang juga dimasa lampau. Bila diwaktu lampau faktanya tidak terjadi, apalagi pada waktu sekarang (present time) dan masa yang akan datang (future time).


    1) Bentuk kalimat negative (Negative Sentence) adalah dengan menambahkan ungkapan negasi berupa "NOT" diakhir kata bantu modal berbentuk past tersebut:

    Would not
    Should not
    atau,
    Wouldn't
    Shouldn't

    Contoh:
    They shouldn't be walking yesterday.

    2) Bentuk kalimat tanya (Interrogative Sentence) dari Past Future Continuous Tense ini yaitu dengan meletakkan kata bantu /would/ atau /should/ diawal kalimat.

    Contoh:
    Would he be working all day yesterday?

    3) Penggunaan would/should bergantung pada jenis subject. Lihat bahasan mengenai Past Future Tense.


    Adverb of Time pada Past Future Continuous Tense

    Kita dapat menggunakan semua bentuk dari kata keterangan waktu yang sering digunakan pada tenses serba Past, serba Present dan serba Future, seperti:

    Yesterday
    This morning
    Now
    At present
    Today
    In the following day
    Tomorrow
    dsb.

    Contoh:
    I hope you would be waiting for me today.
    She told me that she would be working all day tomorrow.

    #Lebih dalam Mengenai Would dan Should

    Dibanyak penerapannya dalam wujud percakapan bahasa inggris, penggunaan would atau should seringkali digunakan berdasarkan keadaan dari pembicara (speaker) tersebut, diantaranya:

    Obligation (Keharusan/Kewajiban)
    Prediction (Perkiraan)
    Plan (Rencana)
    Expectation (Harapan)


    Contoh:
    You should be watching the program to be reviewed in that class. (Obligation)

    Dengan demikian, penggunaan /should/ lebih mengarah pada bentuk penegasan akan pentingnya suatu rencana. Sedangkan /would/ sering digunakan untuk mengungkapkan suatu rencana, harapan ataupun perkiraan/ramalan.

  • Past Future Perfect tense

    Memahami Pengertian dan Kegunaan Past Future Perfect Tense.

    Past Future Perfect Tense digunakan pada saat kita hendak mengungkapkan kejadian (bisa dalam bentuk niat semata, rencana, perkiraan untuk melakukan/menyelesaikan sesuatu) yang akan telah terjadi dimasa yang lampau - tapi, faktanya sekarang tidaklah terjadi. Dengan kata lain, kejadian itu benar-benar tidak terjadi sehingga kejadian tersebut hanya bersifat pengandaian atau berandai-andai (baca: conditional) sehingga tenses past future perfect tense ini seringkali digunakan dalam pola kalimat pengandaian Tipe ke-III (Conditional Sentence Type III).

    Makna dari definisi diatas, yaitu: "akan telah terjadi dimasa yang lampau" maksudnya adalah:

    "Kejadian tersebut sebelumnya memang telah direncanakan, diperkirakan atau diniatkan agar benar-benar bisa terjadi dimasa yang lampau, tapi sangat disayangkan - karena banyak faktor yang menghalangi, sehingga - kejadian yang telah direncanakan itu faktanya tidak terjadi, jadi rencana itu hanya tinggalah menjadi rencana semata dan tidak pernah terlaksana. Kesemua itu terjadi di waktu yang lampau/lalu (in the past time)." 

    Contoh Situasi Kejadian:
    (Situasi: Kamu baru saja pulang dari kuliah. Bersama teman-teman kuliah, kalian mampir di kantin seberang jalan dari kampusmu sekarang yaitu Kampus Swasta yang lumayan terkenal di Jakarta.)
    Kemudian kamu terlibat obrolan bersama teman-temanmu sbb:

    Shinta: "Kenapa ya sekarang dosennya jarang banget dateng?"
    Rudi: "Gak tau tuh. Nyesel aku kuliah disini.
    Kamu: "Dulu rencananya aku mau mendaftar di Universitas Indonesia, tapi gak diterima".
    Shinta & Rudi: "Sama, abisnya, skor tes-penerimaanku gak cukup".

    Kalimat /Dulu rencananya aku mau mendaftar di Universitas Indonesia/ adalah kalimat yang mengandung Past Future Perfect Tense yang dikuatkan//ditegaskan oleh kalimat selanjutnya, yaitu: /tapi, gak diterima/. Ungkapan dalam kalimat itu, faktanya: tidak terjadi --- buktinya, kamu sekarang tidak kuliah di Universitas Indonesia dan malah menjadi mahasiswa di universitas swasta tersebut.

    Akhirnya "kuliah di Universitas Indonesia dan menjadi mahasiswa disana" hanya berupa khayalan saja, dan dengan menyatakan ungkapan tersebut berarti kamu sudah berandai-andai. Mengenai apa hambatannya yang membuat gagal menjadi mahasiswa disana tidaklah penting. Yang menjadi fokus perhatian adalah bahwa rencana dimasa lampau itu pada akhirnya --- atau faktanya --- tidaklah terjadi atau gagal.

    Perhatikan ilustrasi berikut ini!

    Past Future Perfect Tense | Pelg-grammar


    Pola Kalimat Past Future Perfect Tense

    Pola/struktur kalimat past future perfect tense terdiri atas 2 jenis pola dasar, yakni:

    1. Past Future Perfect Tense: Pola Nominal Sentence

    Subject + Would/Should + Have + Been + Complement

    Contoh:
    (+) You would have been late ..................
    (-) You wouldn't have been late ..................
    (?) Would you have been late ..................?

    Catatan:
    Pada pola kalimat negatif, tambahkan NOT pada kata bantu modal "would" dan bukan "have".
    would + not = would not atau wouldn't.

    Contoh penggunaan:
    If you had reminded me, I wouldn't have been late.
    (Andai saja dulu kau mengingatkanku, saya tidak akan terlambat).
    Faktanya: saya telah terlambat 100%.

    2. Past Future Perfect Tense: Pola Verbal Sentence

    Subject + Would/Should + Have + Past Participle + Object/Adverb/Complement

    Contoh:
    (+) I would have attended the class.
    (-) I wouldn't have attended the class.
    (?)  Would you have attended the class?


    Penjelasan:
    Kata bantu yang digunakan pada Past Future Perfect Tense ini berupa: /would/ atau /should/ yang digabungkan dengan kata bantu berupa: /have/ dimana, semua bentuk kalimat --- baik nominal maupun verbal, dalam pola positive, negative, ataupun interrogative, dan untuk seluruh subject tetap menggunakan kata bantu "have" dan bukan "has". Dengan kata lain, kata bantu "has" tidaklah digunakan pada Past Future Perfect Tense ini, terkecuali pada kata bantu /would/ atau /should/ yang penggunaannya bergantung pada jenis subjectnya dan sama aturannya dengan tenses: Simple Future Tense (will/shall).


    Past Perfect Tense dan Past Future Perfect Tense

    Seperti yang telah disinggung diatas sebelumnya bahwa pola kalimat Past Future Perfect Tense seringkali digunakan bersamaan dengan Past Perfect Tense. Hal ini bertujuan agar kalimat yang mengandung Past Future Perfect Tense menjadi kontekstual alias lebih mudah dipahami dengan adanya keterkaitan kronologi dari kejadian lainnya yang terjadi sama-sama dimasa yang lampau.

    Contoh:
    I would have worked in this company if you had permitted me.
    (Mungkin saya sudah bekerja di perusahaan ini andai saja kamu mengizinkan saya).


    Pada contoh diatas, terdapat kata penghubung (conjunction) berupa: "IF" sebagai penegas adanya bentuk pengandaian dalam konteks tersebut yang terkait dengan kejadian lain (dalam bentuk: Past Perfect Tense) berupa: /if you had permitted me/.

    Lihat dan baca kembali bahasan yang lalu mengenai:
    a) Conditional Sentence Type 3, dan
    b) Adverbial Clauses.


    Past Future Perfect Tense: Penggunaan Adverb of Time & Conjunction

    Adapun bentuk kata keterangan waktu (adverb of time) dan conjunction yang sering digunakan pada Past Future Perfect Tense ini mengikuti Past Perfect Tensenya.

    Diantaranya adalah:

    if .............
    last ...........

    yesterday,
    tonight
    before ..............
    after .........

    dsb.


    Terkadang, bentuk Simple Past Tense dapat digunakan bersamaan dengan Past Future Perfect Tense.
    Contoh:
    They should have arrived on time before the program began.
    (Mereka seharusnya sudah tiba tepat waktu sebelum acara itu dimulai).
    Faktanya: tidak tiba atau tiba tapi tidak tepat waktu.

    atau, hanya menggunakan pola Past Future Perfect Tense dengan Adverb of Time, contohnya berupa: "yesterday".
    Contoh:
    We should have followed the exam yesterday.
    (Kita seharusnya sudah mengikuti ujian itu kemarin).

    Penggunaan Modal Auxiliary Menggunakan Pola Past Future Perfect Tense

    Contoh:
    I might have been in USA.
    (Mungkin saya sudah berada di USA).

    I must have been successful.
    (Pasti saya sudah berhasil).

    You should have worked for PT.AA.
    (Kamu seharusnya sudah bekerja di PT.AA).

    She could have helped us.
    (Bisa jadi dia telah membantu kita).

    Penjelasan:
    Penggunaan Modal Auxiliary dalam bentuk Past diatas memiliki fungsi dan makna yang sama dengan pola aslinya dari Past Future Perfect Tense, hanya saja menggunakan kata bantu modal lainnya sebagai variasi. Tapi, faktanya tetap tidak terjadi/gagal dan hanya berandai-andai semata.

  • Present Perfect Continuous Tense

    Definisi & Kegunaan Present Perfect Continuous Tense

    Present Perfect Continuous Tense disebut juga Present Perfect Progressive Tense. Present Perfect Continuous Tense mengacu pada suatu kejadian yang telah dimulai dimasa yang lampau pada waktu tertentu dan masih berlangsung hingga sekarang. Jadi, bila ingin mengatakan suatu kejadian yang telah dimulai dimasa lampau tapi masih berlangsung hingga sekarang, gunakanlah present perfect continuous tense.

    Present Perfect Continuous Tense | Pelg-grammar

    Contoh:
    Ahmad Solihin has been staying in this city for three months.
    (Ahmad Solihin telah tinggal di kota ini selama 3 bulan).

    Kalimat diatas menggunakan tenses Present Perfect Continuous Tense. Makna dari (has been staying/telah tinggal) dan (for three months/selama 3 bulan) mengandung pengertian bahwa: Ahmad solihin telah tinggal dikota itu sejak 3 bulan yang lalu terhitung dari sekarang dan masih tinggal dikota itu hingga detik ini dan, tidak diketahui apakah akan tetap tinggal hingga besok, nanti, minggu depan, bulan depan atau dimasa yang akan datang.

    Jadi bila digambarkan kembali kronologi kejadian diatas, maka:



    Present Perfect Progressive Tense

    Pola Kalimat Present Perfect Continuous Tense

    Seperti halnya pada tenses lainnya, present perfect continuous tense juga memiliki 2 jenis kalimat dasar, yakni dalam wujud pola kalimat nominal dan verbal present perfect continuous tense.
    Akan tetapi, untuk pola Kalimat Nominal Present Perfect Continuous Tense menggunakan pola yang SAMA dengan Present Perfect Tense.

    Berikut ini adalah pola kalimat Verbal pada Present Perfect Continuous Tense.

    Pola Kalimat Verbal Present Perfect Continuous Tense

    Subject + Have/Has + Been + Present Participle + Object/Adverb/Complement

    Keterangan:
    Present Perfect Continuous Tense menggunakan auxiliary (kata bantu) "have" atau "has" dalam bentuk present. Adapun mengenai penggunaan kata bantu "have"/"has", sbb:
    --- Bila subject-nya berupa: I, you, we, they atau padanannya, maka gunakanlah kata bantu: "HAVE".
    --- Bila subject-nya berupa: He, she, it atau padanannya, maka gunakan kata bantu: "HAS".

    Contoh:
    I have been typing the paper for one week.
    (Saya telah mengetik paper itu selama 1 minggu-an)

    She has been working for Pelg-grammar as an author for 2 years.
    (Dia telah bekerja di Pelg-grammar sebagai penulis selama 2 tahun).

    Kalimat Negative:

    Pembentukkan kalimat negatif pada present perfect continuous tense yakni: menambahkan ungkapan negasi berupa /NOT/ pada kata bantu "have/has", sehingga menjadi:

    have not (atau, haven't)
    has not (atau, hasn't)

    Contoh:
    She hasn't been working for pelg-grammar for two years.
    (Dia belum bekerja di Pelg-grammar selama 2 tahun itu).

    ! Catatan: Pada kalimat negatif ini --- dalam menghayati kronologi kejadiannya, terletak pada ungkapan /for two years/. Jadi, fokus perhatian kita harus mengarah ke Adverb of Time (keterangan waktunya) yaitu: 'for two years' dan bukan prase kata kerjanya /working for Pelg-grammar/.
    Dalam Present Perfect Continuous Tense ini, yang menjadi pokok/ide penggunaan adalah durasi/lama seseorang itu terikat dengan kejadian yang diawali dimasa lampau hingga saat ini. Jadi, kata kerja yang merupakan inti kejadian tidaklah begitu diperhatikan.
    Bilamana kata kerjanya yang menjadi fokus perhatian maka, Present Perfect Tense atau Past Perfect Tense yang akan kita gunakan dan bukan Present Perfect Continuous Tense.
    Kunci Pemahaman: semua tenses yang mengandung "continuous/progressive" terikat kuat dengan masalah "waktu".

    Interrogative Sentence:

    Dalam pola kalimat Interrogative atau Yes-no Question pada Present Perfect Continuous Tense, kata bantu "have/has" diletakkan didepan subject atau diawal kalimat.

    Contoh:
    Have you been sailing to Indonesia for a year?
    (Apakah anda telah berlayar ke Indonesia selama 1 tahun-an?)


    Present Perfect Continuous Tense: Adverb of Time

    Seperti yang telah disinggung diatas, bahwa present perfect continuous tense terfokus pada kronologi kejadian yang terkait erat dengan waktu kejadiannya --- lamanya proses hingga sekarang.
    Present perfect continuous tense untuk itu menggunakan kata keterangan waktu (adverb of time) dalam bentuk sbb:

    for + nama waktu (selama ..........)
    recently (akhir-akhir ini/belakangan ini)
    lately (akhir-akhir ini/belakangan ini)
    since (sejak ..................)
    since last (sejak ............ yang lalu)

    Contoh penggunaan:
    My son has been working for Google,Inc. since last January this year.
    (Anakku telah bekerja di perusahaan Google sejak januari lalu di tahun ini).

    Recently, I have been writing a novel.
    (Akhir-akhir ini, saya telah menulis sebuah novel).
    (maksudnya: belakangan ini, saya lagi menulis sebuah novel hingga detik ini dan belum selesai menulisnya).

    Penggunaan /lately/ sering diletakkan diakhir kalimat.
    Contoh:
    I have been running a business lately.
    (Saya telah menjalankan sebuah bisnis akhir-akhir ini).

    /Lately/ dapat pula diletakkan didepan kata kerja present participlenya:
    Contoh:
    I have been lately running this business.

    Has she been swimming for the last 5 hours?
    (Apakah dia telah berenang selama 5 jam terakhir --- dan sekarang belum selesai berenangnya?)


    ................................
    Kita juga dapat menggunakan present perfect continuous tense untuk tujuan yang bersifat umum dan sudah dimaklumi oleh banyak orang saat itu (in the present time).
    Contoh:
    Well, It's been raining.
    (Wah, masih hujan juga nih).

    Konflik Penggunaan Tenses: Present Continuous Tense versus Present Perfect Continuous Tense

    Dalam bentuk percakapan terkadang banyak penutur asli lebih suka menggunakan present continuous tense untuk mengungkapkan kejadian yang sama persis dengan present perfect continuous tense.

    (Situasi: Fidia telah tinggal di suatu kota sejak 5 tahun yang lalu dan hingga sekarang masih tinggal/menetap disitu. Linda adalah sepupunya Fidia dan juga bersamaan tinggal di kota itu sejak 5 tahun yang lalu ...)

    Robert: how long have you been living here?
    Fidia: since 5 years ago.
    Robert: Is she living with you? (keterangan: /She/ menunjuk pada sepupu Fidia yaitu: Linda)
    Fidia: yeah.

    Contoh yang lebih ekstrim:
    Are you staying here for one month?
    How long are they doing the work?


    Dari contoh diatas, Robert tidak lagi bertanya dengan menggunakan present perfect continuous tense --- semisal: "Has Linda been living with you?" tapi, justru present continuous tense yang digunakan --> "Is she living with you?".
    Bila ditanyakan yang mana yang benar, maka: secara grammatical atau berdasarkan kaidah grammar bahasa inggris, maka opsi present perfect continuous tenselah yang harus digunakan. Yang penting diingat adalah, kesalahan penggunaan tenses dapat menimbulkan kesalahpengertian antara pembicara dan lawan bicara.
  • Past Perfect Continuous Tense

    Pengertian dan Kegunaan Past Perfect Continuous Tense

    Past Perfect Continuous Tense adalah tenses yang digunakan untuk menyatakan suatu kejadian dimasa lampau dan masih berlangsung dalam beberapa waktu setelahnya (tapi masih dimasa lampau) dan tidak pernah mencapai waktu sekarang (present time).

    "Tidak pernah mencapai waktu sekarang" maksudnya adalah, bahwa kejadian itu berhenti dan tidak berlanjut dimasa sekarang (present time) apalagi dimasa yang akan datang (future time).

    Contohnya:
    She had been waiting for an hour when I arrived.
    (Dia sudah menunggu selama 1 jam pada saat saya tiba)

    Makna dari kalimat /She had been waiting for an hour/ itu - misalnya - sebagai berikut
    • Dia telah menunggu saya dari jam 5.00 sore tadi.
    • Dia masih menunggu dan berlanjut hingga jam 6.00 sore.
    • Saya tiba beberapa menit atau jam kemudian dan dia sudah tidak kelihatan lagi di bangku itu sedang menunggu saya - yang mungkin sudah pulang.
    Ketiga point diatas semua terjadi dimasa yang lampau (past time event).

    Pola Kalimat (Rumus) Past Perfect Continuous Tense

    A. Past Perfect Tense dalam Pola Verbal Sentence


    Subject + Had + Been + Present Participle + Object/Adverb/Complement

    Contoh:
    I had been reading the novel for five days.
    (Saya sudah membaca novel itu selama 5 hari).

    B. Past Perfect Tense dalam Pola Nominal Sentence


    Khusus dalam bentuk nominal, pola past perfect continuous tense kembali ke bentuk past perfect tense, yakni sbb:

    Subject + Had + Been + Complement

    Contoh:
    She had been out for days.
    (Dia telah berhenti-kerja selama beberapa hari).

    Perhatikan bahwa setelah /had been/ letakkan kata sifat (adjectives), kata benda (noun), kata keterangan (adverb), kata ganti (pronoun) atau prase kata benda (noun phrase) dan bukan kata kerja(verb).
    Dalam pembentukkan kalimat negative, cukup letakkan "NOT" setelah kata bantu (auxiliary) /had/, sehingga menjadi:
    /had not/ atau disingkat /hadn't/

    Untuk pembentukkan pola interrogative, letakkan kata bantu /had/ diawal kalimat atau didepan subject-nya.
    Contoh:
    Had you been writing the letter for an hour after she called you last night?
    Catatan:
    Kata bantu /had/ digunakan untuk seluruh jenis subject.

    Keterangan Waktu pada Past Perfect Continuous Tense

    Past perfect continuous tense sangat erat kaitannya dengan waktu tertentu yang menentukan lamanya kejadian itu telah dan sedang berlangsung dimasa lampau. Untuk itu, kita dapat menggunakan:

    .... for + nama-waktu
    .... since + nama-waktu

    Selain itu dapat pula kita menggunakan klausa (yang bertujuan membatasi kejadian yang dikandung dalam past perfect continuous tense.
    Contoh:

    My mother had been cooking for 30 minutes.
    (Ibuku sudah memasak dan berlangsung selama 30 menit).

    Before my father went home.
    (Sebelum ayahku pulang).

    Bila kedua kalimat itu digabungkan:

    My mother had been cooking for 30 minutes before my father went home.
    (Ibu sudah memasak selama 30 menit sebelum ayahku pulang).

    Catatan:
    Klausa (sub-clause) diatas menggunakan pola kalimat simple past tense dalam bentuk verbal.


    Perbedaan antara Past Continuous Tense dan Past Perfect Continuous Tense

    Dalam situasi tertentu (tanpa menggunakan kata keterangan wakturef, seperti; for atau since, banyak penutur asli bahasa inggris - native speakers - sering menggunakan Past Continuous Tense ketimbang Past Perfect Continuous Tense padahal, seharusnya tidak benar, karena akan merubah makna dan kesalahan pengertian (baca:misunderstanding) antara kita dan lawan bicara.

    Contoh Kasus:
    Father was working in the garden when my younger knocked the door.

    Kedua kalimat diatas menggunakan past continuous tense dan simple past tense. Keduanya mengandung makna sbb:
    Ayah sedang bekerja dikebun ketika adikku mengetuk pintu.

    Kedua kejadian diatas memang sama-sama terjadi dimasa yang lampau. Akan tetapi tidak diketahui "point waktunya". Point waktu ini maksudnya begini: "Berapa lama ayah bekerja dikebun tersebut?"
    Apabila kita tambahkan kata keterangan waktu, misalnya: "yesterday" (tidaklah tepat menggunakan for atau since pada simple past tense), maka akan diketahui bahwa kalimat /ayah sedang bekerja..../ tersebut terjadi kemarin dan kata /kemarin/ bukanlah bentuk waktu khusus seperti pada past perfect continuous tense yang menggunakan for atau since didalamnya.


  • Present Future Perfect Tense

    Pengertian & Kegunaan Present Future Perfect Tense

    Present Future Perfect Tense digunakan pada saat kita hendak menyatakan suatu tindakan, perbuatan atau rencana yang hampir selesai (completed atau perfected) dimasa yang akan datang dengan menyebutkan waktunya (at some point in the future).
    Berdasarkan pengertian present future perfect tense tersebut, ada beberapa pokok penting yang harus diperhatikan, yakni:

    • Waktu dimana kejadian itu terjadi (Time --> Tenses)
    • Waktu Inti kejadian (Apa kejadiannya?)
    • Keterangan waktu yang berkaitan dengan kejadian tersebut (menyebutkan waktunya dengan jelas)


    Misalnya:
    Saya akan tiba di rumahmu sekitar 10 menit lagi.

    Kalimat diatas mengandung pengertian bahwa 'waktu tiba-nya saya kerumah itu' kurang lebih 10 menit lagi. Itu artinya, "hampir" tiba/sampai ditempat tujuan. Dan, kemungkinan besar akan tiba tepat waktu - dan, misalnya, sekarang saya dalam perjalanan menuju kerumahmu. Berarti, kejadian "tiba" itu kemungkinan besar akan terjadi tepat waktu dari 10 menit tersebut dan INILAH yang dimaksud dengan "hampir terselesaikan atau hampir sempurna (completed or perfected) ".

    Mari kita lihat rangkaian kejadian (dalam bentuk kronologi) sebagai berikut, untuk memantabkan pemahaman kita mengenai kapan future perfect tense digunakan:-

    • Event 1: Hari ini hari sabtu pagi. Lalu saya berencana untuk mengunjungi teman saya miss. Faradillah N.H pada hari minggu. Saya katakan padanya bahwa - insya allah - saya tiba tepat waktu kerumahnya besok pagi sekitar jam 10 pagi.

      Dan, saya mengatakan seperti ini:

      Miss Fara, I will visit you tomorrow at 10.00 a.m.
      (Nona Fara, saya (berencana) akan mengunjungimu besok (minggu) jam 10 pagi.)

      Dalam hal ini, pada hari sabtu - tepat saat saya bertemu nona Faradillah dan menyatakan maksud saya untuk mengunjunginya pada keesokan harinya itulah kapan Simple Future Tense digunakan.
    • Event 2: Keesokan harinya, yaitu tepat hari Minggu pada jam 9.00 pagi, saya sudah naik bus dan bus itu mulai berjalan membawa saya kearah rumah teman saya nona Faradillah. Perjalanan bus ditempuh paling lambat 1 Jam.
      Setelah 45 menit dalam perjalanan (saya masih didalam bus), saya mengirimkan SMS kepada nona Faradillah dan saya bilang bahwa: saya akan tiba 15 menit lagi atau paling cepat 10 menit lagi.
      Nah, disaat inilah Future Perfect Tense dapat kita gunakan, misalnya dengan kalimat sbb:

      I will have arrived by 10.00 a.m.
      (saya akan tiba di rumahmu pukul 10.00)

      Saya mengatakan dengan kalimat seperti itu karena "tiba-nya saya" sekitar 10 hingga 15 menit lagi. Artinya, saya sudah hampir tiba dan sebentar lagi akan tepat jam 10.00 berada dirumahnya dan mengetuk pintu rumahnya ( atau, si nona Faradillah sudah menunggu saya didepan rumah :p ).
     


    Pola Kalimat (Rumus) Future Perfect Tense

    Berikut ini adalah pola kalimat (atau, rumus) Future Perfect Tense - baik dalam bentuk positive, negative maupun interrogative.
    Penting untuk diingat bahwa: Future Perfect Tense menggunakan Kata bantu (auxiliary) "WILL + HAVE" saja untuk seluruh jenis subject apapun yang digunakan!

    A. Future Perfect Tense dalam Pola Kalimat Verbal

    (+) Subject + Will Have + Past Participle + Object/Complement/Adverb
    (-) Subject + Will Not Have + Past Participle + Object/Complement/Adverb
    (?) Will + Subject + Have + Past Participle + Object/Complement/Adverb ?

    Contoh:
    (+) I will have finished the duty by the time you reach the front gate.

    Terjemahannya:
    --> Saya akan menyelesaikan tugas itu tepat pada waktu kamu sampai di gerbang depan.

    (-) I won't (will not) have finished the duty by the time you reach the front gate.
    (?) Will you have finished the duty by the time I reach the front gate ?

    B. Future Perfect Tense dalam Pola Kalimat Nominal

    (+) Subject + Will Have + Been + Complement.
    (-) Subject + Will Not Have + Been + Complement.
    (?) Will + Subject + Have + Been + Complement ?

    Contoh:
    (+) I will have been here for a week on Friday.

    Terjemahannya:
    --> Saya disini akan pas 1 minggu tepat pada hari Jum'at nanti.


    (-) I will not have been here for a week on Friday.
    (?) Will you have been here for a week on Friday ?


    Catatan:
    Baca kembali bahasan terkait mengenai:

    Apa itu Kalimat Verbal dan Nominal dan mengapa harus ada dalam tenses?



    Adverb of Time - Future Perfect Tense

    Adapun bentuk keterangan waktu yang dapat digunakan didalam menyatakan waktu yang berkenaan dengan Future Perfect Tense ini adalah sbb:

    By + nama waktu
    By the time .....
    For .....
    By this time + waktu

    Contoh:
    By 7.30 p.m.
    (Pada/menjelang jam 7.30 pagi)

    By the time you close your eyes.
    (Pada saat/menjelang kau menutup matamu)

    For a year on March 3rd
    (Selama setahun pada tanggal 3 maret).

    By this time next week
    (Pada saat seperti ini/sekarang ini, tapi minggu depan).


    1. Present Future Continuous Tense

      Pengertian/Definisi dan Batasan Present Future Continuous Tense

      Present Future Continuous Tense dapat juga disebut: Present Future Progressive Tense. Ada juga yang hanya menyebutkan intinya saja, yakni: Future Continuous Tense. Secara definitif, Present Future Continuous Tense mengandung kegunaan sebagai berikut:

      "Menyatakan suatu kejadian yang akan (sedang) terjadi dimasa mendatang (future time), pada saat kejadian lain yang datang hampir bersamaan".

      Penjelasan atas definisi Present Future Continuous Tense diatas sbb:
      1. Apa maksudnya dengan "akan (sedang) terjadi dimasa mendatang"?
      2. Bagaimana gambaran atas datangnya kejadian lain yang datang "hampir bersamaan" tersebut?
      3. Coba gambarkan definisi diatas dalam bentuk contoh kongkrit!

      Ad.1-Jawab:

      Yang dimaksud dengan "akan (sedang) terjadi dimasa mendatang" adalah: kejadian yang sedang dalam proses dan akan terlaksana disuatu waktu dimasa yang akan datang. Perhatikan ilustrasi berikut ini!

      Present Future Continuous Tense: Definisi | Pelg-grammar

      Pada contoh diatas, kita melihat bahwa kejadian itu belum terjadi/terlaksana 100% alias "masih dalam proses" dan "akan terlaksana" tapi "sudah berjalan"dan posisi "berjalannya rencana tersebut" sudah melewati waktu "present".

      Ad.2-Jawab:

      Bagaimana gambaran atas munculnya kejadian baru yang datang di tanda X tersebut?
      Datangnya kejadian lain ini - dalam grammar bahasa inggris - disebut dengan "interrupted" atau yang membuatnya berhenti sejenak. Atau, dapat pula dikatakan, terganggunya rencana dalam proses tersebut oleh kejadian lain yang datang dan hampir bersamaan dan akan sama-sama menuju ke future (dimana kemungkinan rencana tersebut akan terlaksana).

      Perhatikan ilustrasi berikut ini!

      Present Future Continuous Tense: Memahami arti dari (Kejadian yang muncul secara hampir bersamaan) | Pelg-grammar

      Kejadian yang datang dan baru itu tidak diketahui darimana, jadi terjadinya secara tiba-tiba "mengganggu" jalannya kejadian A tersebut.

      Ad.3-Jawab:

      Contoh kongkritnya bagaimana present future continuous tense itu berlaku, sbb:
      I will be attending the meeting tomorrow when she arrives
      (Saya akan sedang menghadiri pertemuan besok ketika dia tiba)
      atau,
      (Ketika dia tiba, saya akan (sedang) menghadiri pertemuan besok)

      Perhatikan! bahwa, kejadian B atau kejadian yang datang secara hampir bersamaan tersebut harus dalam bentuk Simple Present Tense.

      I will be attending the meeting tomorrow. (Present Future Continuous Tense)
      She arrives. (Simple Present Tense).

      Pola Kalimat Present Future Continous/Progressive Tense

      Seperti halnya tenses lainnya, present future continuous tense memiliki 2 pola kalimat, yakni:
      1. Present Future Continuous Tense dalam bentuk Verbal
      2. Present Future Continuous Tense dalam bentuk Nominal

      Dalam bentuk nominal, present future continuous tense mengambil dari simple future tense bentuk nominal. Sehingga pola (rumus tenses ini) adalah:

      Subject + Will + Be + Complement


      Contoh:
      I will be there on time.
      (Saya akan tiba disana tepat waktu).

      Verbal Future Continuous Tense

      Pola/Rumusnya adalah sbb:

      Subject + Will + be + Present Participle + Object/Adverb/Complement.

       Contoh:
      I will be studying.
      I will be swimming.

      BE GOING TO pada Present Future Continuous Tense

      Catatan:
      Anda dapat menggunakan "Be going to" sebagai pengganti dari "Will/shall" dengan perbedaan dalam hal "Specific time" atau kekhususan waktu.

      Contoh:
      (i) I will be calling you at 9.00 PM tonight.
      (ii) I am going to be calling you at 9.00 PM tonight.

      Kedua kalimat diatas secara sekilas mengandung pengertian/makna yang sama, yaitu: "akan sedang". Akan tetapi, bila kita menggunakan [will] atau [shall] maka, rencana menelpon itu akan terjadi tepat pada jam 9.00 malam ini. Dan, bila kita gunakan "be going to" maka "besar kemungkinan akan menelpon lebih awal" atau - misalnya - jam 8.45 PM. Jadi lebih dini atau dibawah jam 9.00 malam.


      Catatan:
      Saat ini, penggunaan kata bantu (auxiliary) SHALL sudah sangat jarang digunakan pada tenses ini.



      Bentuk Negative dari present future continuous tense:

      Subject + will + Not + Be + Present Participle


      Bentuk Pertanyaan/Interrogative:

      Will + Subject + Be + Present Participle ?


      Contoh:
      (+) I will be cooking tonight
      (-) I will not be cooking tonight.
      (?) Will you be cooking tonight?

      Penting!
      Tidaklah diperbolehkan menaruh "being" didalam present future continous tense dalam rangka "membentuk" pola present future continuous tense.
      Contoh:

      Jane will be being at my house when you arrive (Salah!).
      Jane will be at my house when you arrive (Benar!).
      (example above is derived from http://www.englishpage.com/verbpage/futurecontinuous.html)

      Kesimpulannya, Tidak Ada bentuk Verb-Ing pada BE (menjadi: being) dalam pembentukkan pola kalimat Present Future Continuous Tense.

    2. Apa itu DO,DOES dan DID

      DO, DOES dan DID dalam grammar bahasa inggris memiliki fungsi/kegunaan yang sangat penting. Seakan-akan, ketiganya adalah hal yang berbeda. Padahal, DOES dan DID berasal dari satu kata, yaitu: DO. Lalu, apa status, fungsi dan kedudukan DO, DOES dan DID dalam pola kalimat bahasa inggris?

      Kedudukan kata "DO" dalam Grammar Bahasa Inggris

      DO (juga does dan did) termasuk dalam kategori: structural word sekaligus lexical word. Mengapa? hal ini disebabkan karena kata DO memiliki 2 (dua) status dalam membentuk pola kalimat, yakni:
      1. DO sebagai Kata Kerja Murni (Verb)
      2. DO sebagai Kata Bantu (Auxiliary).
      3. DO sebagai Kata Keterangan Kualitas (Adverb of Quality)

      DO Sebagai Verb (Kata Kerja)

      Bila DO sebagai kata kerja, maka DO pasti memiliki arti tertentu. Sebagai lexical word, DO memiliki arti: /melakukan/,/mengerjakan/ atau /lakukan/.

      Misalnya:
      I do the job.
      (saya yang mengerjakan pekerjaan itu).

      Let me do the duty!
      (Izinkan saya mengerjakan tugas itu!)


      DO Sebagai Auxiliary (Kata Bantu)

      Bila DO sebagai kata bantu, maka DO ini termasuk structural word sehingga DO sebagai auxiliary tidak memiliki arti yang jelas.

      Misalnya:
      I do not need you.
      (Saya tidak membutuhkanmu)

      Do you need me?
      (Apakah kau membutuhkanku?)

      You need me, do not you?
      (Kau membutuhkanku, bukan?)

      DO Sebagai  Adverb of Quality

      Bila DO sebagai kata keterangan qualitas atau Adverb of Quality, maka DO sama kedudukannya dengan kata keterangan kualitas lainnya semisal; very.

      Misalnya:
      I'm very happy.
      (Saya sangat senang)

      You do look happy.
      (Anda benar-benar kelihatan senang/bahagia)

      Catatan:
      Sebagai adverb of quality, DO HANYA digunakan dalam pola kalimat VERBAL.

      Perubahan Bentuk DO dalam Bahasa Inggris

      DO mengalami perubahan sebagai berikut:

      • DO menjadi DOES
      • DO menjadi DID
      Baik DO maupun DOES sama-sama digunakan sebagai auxiliary, kata kerja dan kata keterangan kualitas dalam bahasa inggris.

      DO/DOES=Auxiliary

      DO/DOES sebagai auxiliary digunakan dalam pola kalimat verbal simple present tense, yakni: dalam pola kalimat negative dan interrogative.

      Misalnya:
      Do you know me?
      I do not understand this at all.

      Perhatikan bahwa, penggunaan DO berbeda dengan DOES. Lihat penjelasan di Simple Present Tense.

      DO/DOES=Adverb of Quality

      Sebagai adverb of quality, penggunaan DO dan DOES juga tidak sama. DO digunakan apabila subjectnya berupa: I, you, we, they atau padanannya. Sedangkan DOES digunakan bila subjectnya berupa: He, She, It atau padanannya.

      Contoh:
      I do love you.
      She does care about me.

      Kedua kalimat diatas juga berlaku dalam pola kalimat verbal simple present tense.

      Perubahan DO menjadi DID

      Perubahan DO menjadi DID manakala kita akan menggunakan DO dalam pola kalimat verbal simple past tense. Akan tetapi, perubahan ini tidak ikut merubah fungsi dan kedudukan DID sebagai Auxiliary, Verb dan Adverb of Quality seperti pada bahasan diatas sebelumnya.

      DID=Verb

      Contoh:
      I did the duty yesterday
      (Sayalah yang mengerjakan tugas itu kemarin)

      DID=Auxiliary

      DID sebagai auxiliary digunakan untuk seluruh subject dalam pola kalimat negative dan interrogative verbal simple past tense.
      Contoh:
      (-) I did not know how.
      (Saya tidak tau bagaimana caranya)

      (?) Did you say anything to her last week?
      (Apakah kamu mengatakan sesuatu padanya minggu yang lalu?)

      DID=Adverb of Quality

      Pada waktu DID digunakan seagai adverb of quality, maka kalimatnya harus berbentuk pola kalimat verbal simple past tense.

      Contoh:
      I did tell him something
      (Saya benar-benar memberitahunya sesuatu)

      Catatan:
      Perhatikan bahwa, ketika DID digunakan dalam simple past tense berpola positive, maka kata kerja /tell/ harus berbentuk kata kerja pertama atau present-verb karena telah digantikan oleh DID tersebut.
      Bila kalimatnya diubah kebentuk negative akan menjadi sebagai berikut:

      I didn't tell him anything
      (Saya benar-benar tidak memberitahunya apa-apa).

      Pada contoh diatas,k ata bantu /didn't/ telah menggantikan fungsi DID sebagai adverb of quality. Negasi dalam bahasa inggris adalah absolute case (masalah yang sudah dianggap pasti).

      Contoh:
      I didn't know (saya benar-benar tidak tahu.)
      berbeda dengan:
      I didn't know yet (saya belum tau)
    3. Past Future Tense

      Dilihat dari struktur kalimatnya, Past Future Tense tidak jauh berbeda dengan Simple Future atau Present Future Tense. Perbedaannya hanya terletak pada berubahnya kata bantu (present future auxiliary) [will] dan [shall] menjadi [would] dan [should]. Berikut ini adalah rincian pembahasan mengenai Past Future Tense beserta Contoh Kalimat, Rumus-rumusnya.

      Definisi dan Kapan Menggunakan Kalimat Past Future Tense

      Seperti bahasan pembuka diatas, past future tense dan simple future/present future tense - secara struktural - hanya berbeda dalam hal kata bantu (auxiliary). Dengan kata lain, [would] dan [should] adalah bentuk past atau bentuk lampaunya [will] dan [shall] :-

      Simple Future/ Present Future Tense
      Kata bantunya: WILL dan SHALL

      Past Future Tense
      Kata bantunya: Would dan Should.

      1. Nominal Past Future Tense

      Dalam bentuk/pola kalimat nominal, past future tetap menggunakan BE sebagai kata kerjanya.


      (+) Subject + Would/Should + BE + Complement
      Contoh:
      I would be late.

      (-) Subject + would not + should not + BE + Complement
      Contoh:
      I would not be late.

      (?) Would/should + Subject + BE + Complement ?
      Contoh:
      Would you be late?

      Catatan: [would not] dapat disingkat menjadi: [wouldn't] dan [should not] dapat disingkat menjadi: [shouldn't].


      2. Verbal Past Future Tense

      Dalam bentuk/pola kalimat verbal, past future tetap menggunakan Kata Kerja Bare-Infinitive sebagai kata kerjanya.

      (+) Subject + Would/Should + Bare-Infinitive + Complement
      Contoh:
      I would come late.

      (-) Subject + would not + should not + Bare-Infinitive + Complement
      Contoh:
      I would not come late.

      (?) Would/should + Subject + Bare-Infinitive + Complement ?
      Contoh:
      Would you come late?

      Tambahan:
      Be going to adalah bentuk lain dari kata bantu future. Seperti halnya pada present future tense, past future tense juga menggunakan Be going to sebagai bentuk lain dari kata bantu future, hanya saja, [be] harus berbentuk past juga.

      Pada Simple Future/Present Future Tense
      is + going to
      am + going to
      are + going to

      Pada Past Future:
      was + going to
      were + going to

      Penggunaan [was] atau [were] bergantung pada subject.
      Contoh:
      I was going to come late.  (Verbal Past Future Tense)
      I was going to be late. (Nominal Past Future Tense).

      Kapan Past Future Tense Digunakan Dalam Suatu Kalimat Bahasa Inggris?

      Past Future Tense mengandung suatu pernyataan atau rencana yang pernah diucapkan atau terjadi dimasa lampau (past time event). Akan tetapi tidaklah menjadi nyata diwaktu sekarang (present time). Jadi, bila kita ingin menyatakan suatu rencana kita yang pernah ada/terucap/dinyatakan/direncanakan dimasa lampau tapi tidak terjadi dimasa sekarang, maka kita menggunakan pola kalimat past future tense seperti diatas.

      Bila present future tense ada kemungkinan akan berlanjut dimasa sekarang, maka past future tense tidak sama sekali.

      Selain itu, past future tense seringkali dihubungkan dengan pola kalimat simple past tense seperti contoh berikut ini:

      I would help you if you called me immediately.
      dimana: -
      I would help you immediately (past future tense) dan,
      you called me (simple past tense).
      Sehingga bila diterjemahkan menjadi:
      (Saya akan membantumu jika kamu menelpon saya segera).

      Lalu, apakah kejadian/rencana [saya akan membantumu] dan [kamu menelpon saya segera] pernah terjadi dimasa sekarang? Jawabannya. Tidak Samasekali, dan Bahkan, tidak pula pernah terjadi dimasa yang lampau.
      Dengan demikian, secara singkat, Past future tense adalah salah satu bentuk kalimat yang mengandung pengandaian (berandai-andai) atau harapan/rencana yang tidak pernah terjadi/menjadi nyata.

    4. Past Perfect Tense

      Memahami Pengertian & Kegunaan Past Perfect Tense

      Sebelumnya kita telah belajar Simple Past Tense dan Present Perfect Tense.Simple past tense membicarakan mengenai adanya suatu kejadian dimasa lampau dan Tidak Ada hubungannya lagi dengan masa sekarang atau kejadian itu telah sempurna. Dengan kata lain, Inti kejadian Hanya dimasa lampau (past time). Sedangkan Present Perfect tense berbicara mengenai suatu kejadian yang telah/pernah terjadi dimasa lampau dan berkaitan dengan masa sekarang. Disini, Inti Kejadian ada 2 yakni: kejadian lampau (Past Time) dan kejadian itu masih berkaitan dengan masa sekarang sehingga (Present Time). Pada Past Perfect tense, Inti kejadian hanya terjadi semuanya dimasa lampau (Past Time) dan tidak ada kaitannya dengan masa sekarang (Present Time).

       
      Bila demikian, lalu, apa bedanya Past Perfect Tense dengan Simple Past Tense?

      Definisi & Kegunaan Past Perfect Tense

      Past Perfect Tense dan Simple Past Tense memiliki Inti Kejadian yang sama yaitu sama-sama terjadi di masa lampau - Past Time. Akan tetapi, Past Perfect Tense memiliki 2 kejadian yang sama-sama terjadi dimasa lampau. Dua kejadian tersebut terjadi secara beriringan atau hampir bersamaan. Salah satu dari dua kejadian itu dapat terjadi lebih dulu dari yang lainnya.

      Perhatikan Contoh Kalimat yang mengandung Past Perfect Tense dibawah ini:

      Rino telah menutup tokonya ketika Andi datang.

      Bila ditanyakan, kapan Rino menutup tokonya? dan kapan Andi datang? Jawabnya: kedua kejadian itu sama-sama terjadi dimasa lampau. Dalam hal ini, kejadian yang pertama kali terjadi adalah Rino telah menutup tokonya yang diikuti dengan kejadian Andi datang. Sekali lagi, kedua kejadian itu sama-sama terjadi dimasa lampau, hanya saja ada yang lebih dulu terjadi baru kejadian lain terjadi pula.

      Seperti halnya present perfect tense, past perfect tense juga berbicara mengenai kejadian yang terjadi secara berulang-ulang. Hanya saja, kejadian berulang-ulang ini hanya terjadi dimasa lampau.
      Misalnya:

      Shinta telah mengikuti kursus tari setiap 1 bulan sekali.
      (Shinta had taken a dance course every months).

      Dalam hal ini, kejadian (mengikuti kursus tari) terjadi dimasa lampau dan diikuti kejadian yang sama tiap-tiap bulan secara berulang-ulang.

      Kejadian berulang-ulang tersebut dapat diberi "akhir kejadian" yang juga terjadi dimasa lampau.
      Misalnya - saat ini tahun 2016, kejadian berulang-ulang itu terjadi di tahun 2001, sehingga menjadi: -

      Shinta telah mengikuti kursus tari setiap 1 bulan sekali hingga tahun 2001
      (Shinta had taken a dance course every months until 2001).

      Pola Kalimat Past Perfect Tense

      Past perfect tense menggunakan kata bantu berbentuk HAD dalam pembentukkan kalimatnya. Had adalah kata lain Have/Has. Had dalam past perfect tense adalah bentuk Past-nya dari Have/Has. Bila kata bantu Have digunakan untuk subject [I], [You], [We] dan [They] dan kata bantu Has digunakan untuk subject [He], [She] dan [It], maka kata bantu Had digunakan untuk semua subject.

      I had
      You had
      We had
      They had
      She had
      He had
      It had


      Past Perfect Tense terdiri atas 2 bentuk pola kalimat, yakni:
      • Past Perfect bentuk Nominal
      • Past Perfect bentuk Verbal

      Past Perfect dalam bentuk Nominal Sentence


      Kalimat nominal adalah kalimat yang kata kerjanya berupa BE. Be dalam bentuk perfect tense - seperti yang telah kita ketahui pada bahasan present perfect tense - yakni: BEEN. Jadi, Been digunakan dalam kalimat nominal past perfect tense sebagai kata kerja structural (structural verb).

      Subject + Had + Been + Complement


      Contoh:
      She had been in Bali.
      I had been an artist.

      Past Perfect dalam bentuk Verbal Sentence


      Pada kalimat verbal past perfect tense, letakkan kata kerja bentuk ketiga atau kata kerja Past Participle setelah kata bantu HAD.

      Subject + Had + Past Participle


      Contoh:
      We had gone to Singapore.
      You had worked every saturday.

       Pembentukkan Kalimat Positive, Negative & Interrogative pada Past Perfect Tense
      Seperti halnya kalimat yang mengandung tenses lainnya, Kata bantu memegang peranan penting dalam pembentukkan kalimat positive, negative dan interrogative dalam Bahasa Inggris.

      Baik pada pola Nominal Past Perfect maupun Verbal Past Perfect, kata bantu HAD menjadi inti pembentukkannya dan selain dari hal ini, tidak ada perubahan atas kata kerja BE atau Past Participle yang mengikutinya.

      Pola Kalimat Positive Past Perfect Tense

      • Nominal : Subject + Had + Been + Complement
      • Verbal: Subject + Had + Past Participle

      Pola Kalimat Negative Past Perfect Tense

      • Nominal : Subject + Had + NOT + Been + Complement
      • Verbal: Subject + Had + NOT + Past Participle

      Pola Kalimat Interrogative Past Perfect Tense

      • Nominal : Had  + Subject + Been + Complement (?)
      • Verbal: Had  + Subject + Past Participle (?)

      Tambahan:
      Sebagai pemisah antara satu kejadian dengan kejadian lainnya pada Past Perfect Tense ini, anda dapat menggunakan kata penghubung sebagai berikut:

      When, Before, After, Since, Until, As soon as, dsb.

      Contoh:
      I had told him before he asked me.
      Before I sold the picture to the strange man, I had offered it to my friends.
      They came as soon as I had boiled the eggs.
      We posted the letter after she had rejected us.
      Linda had swum in the river since 1996.
      When you came here, Tina had gone to Bandung.
      She had been sick before you said you loved her.


    5. Past Continuous Tense

      Past Continuous Tense

      Past Continuous Tense disebut juga Past Progressive Tense - digunakan pada saat kita ingin mengungkapkan suatu kejadian yang sedang dilakukan dimasa yang lampau.

      Contoh:
      Saya sedang membaca sebuah buku saat itu.
      (I was reading a book at that time).

      Menyimak kalimat yang mengandung Past Continuous Tense diatas, kalimat [I was reading a book at that time] memberi kesan pada kita bahwa kejadian itu belum selesai (unfinished action atau incomplete action) yang terjadi dimasa lampau oleh karena tidak diketahui apa yang terjadi setelah membaca buku itu.

      Past continuous tense sering dikaitkan dengan kejadian lain yang terjadi hampir bersamaan.

      Contoh:
      Saya sedang membaca sebuah buku ketika Andi mengetuk pintu.
      (I was reading a book when Andi knocked the front door.)

      Dari contoh diatas kita menemukan 2 kalimat:
      1. Saya sedang membaca sebuah buku (Past Continuous Tense).
      2. Andi mengetuk pintu. (Simple Past Tense)

      Kedua kalimat itu terjadi secara hampir bersamaan. kejadian [sedang membaca] telah terjadi sebelum pintu diketuk dan masih terjadi pada saat pintu diketuk - yang keduanya terjadi dimasa lampau.

      Contoh lainnya:
      '... pada saat saya ngobrol dengan teman saya, sejenak saya teringat kejadian dimasa lalu pada jam sekarang, tanggal sekarang, hari sekarang, saya pernah berbaring dipantai kuta bali dimasa lampau.'

      Kemudian, dari cerita tersebut saya berkata:
      'Hari ini hari minggu. Saya jadi teringat kejadian tahun lalu. Waktu itu, saya tengah berbaring di pantai Kuta di Bali. Lalu, seseorang menghampiri saya.

      Sesuai konteks kejadian diatas, maka kita gunakan kalimat Past continuous tense:

      Last year, at this time, I was lying on Kuta beach in Bali.

      Kemudian kejadian lain yang terjadi secara hampir bersamaan pada saat kejadian [sedang berbaring] terjadi:

      Last year, at this time, I was lying on Kuta beach in Bali when someone came to me.

      Dari kalimat terakhir kita menemukan 2 kalimat berbeda:
      1. Past continuous tense (I was lying on Kuta beach ...)
      2. Past Simple atau Simple Past Tense (Someone came to me)

      Pola Kalimat Past Continuous Tense

      Subject + Was/Were + Past Participle

      Kalimat Past Continuous Tense membutuhkan Kata Bantu BE (Auxiliary) dalam bentuk Past atau Be-Past berupa: [Was] dan [Were], dimana Kata Bantu:

      was => untuk subject I, She, He dan It (atau padanannya)
      were => untuk subject You, we dan they (atau padanannya).

      Pola Kalimat Negative & Interrogative Past Continuous Tense

      Dalam pembentukkan pola kalimat negative past continuous, hanya letakkan NOT dibelakang kata bantu (auxiliary) BE-PAST sehingga menjadi:

      was not
      were not

      atau disingkat menjadi:

      wasn't
      weren't

      Sama halnya dalam pola kalimat Nominal Simple Past Tense dibahasan yang lalu.

      Subject + Was/Were + NOT + Past Participle

      Contoh:
      I wasn't cooking at the time he called me last night.  I was watching TV program.
      (Saya tidak sedang memasak saat dia menelponku kemarin malam. Saya justru sedang menonton program TV).

      Dalam pembentukkan kalimat interrogative past continuous, letakkan BE-Past diawal kalimat atau didepan subject-nya.
      Contoh:

      Was/Were + Subject + Past Participle?

      Were you staying in and watching TV program when the man broke the window?
      (Apakah kamu lagi dirumah dan nonton program TV waktu pria itu memecahkan jendela rumahmu?)

      Kalimat Past Continuous tense sering sekali diikuti atau didahului oleh kalimat Simple Past. Ini bertujuan untuk memberikan informasi lengkap saat-saat sesuatu itu sedang terjadi dimasa lampau. Sehingga, kedudukan simple past dalam pola kalimat past continuous menjadi "suatu hal yang berfungsi untuk menekankan hal lain, indicator, determiner atau modifier" atau, kami sebut dengan "Determiner of Past Continous Tense".

      Bergabungnya Past continuous dan Simple past sering dipisahkan atau didahului oleh kata penghubung (Conjunction) berupa:

      when, while, at the time, dsb...
      (bila diterjemahkan menjadi: ketika, pada saat, waktu, pada waktu, saat ...)

      Contoh:
      I was sitting under the tree when an apple fell on the table.
      I closed the door while she was sleeping.



    6. Present Perfect Tense

      Secara sekilas dan mendasar, present perfect tense adalah tenses yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang telah terjadi. Makna "telah" disini memberi interpretasi dimana terdapat suatu kejadian dimasa yang lampau (past time) tapi masih berkaitan erat dengan masa sekarang (present tense).

      Definisi & Kegunaan Present Perfect Tense


      Present Perfect Tense digunakan untuk:
      1. Menyatakan kejadian yang telah dimulai diwaktu lampau dan masih berlanjut hingga sekarang.
        Jadi ada hubungan antara Past Event (Kejadian lampau) dan Present Event (Kejadian sekarang).
        Contoh:
        Saya telah menikah selama hampir 5 tahun. (I have got married for nearly 5 years).
        .
      2. Menyatakan sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang hingga saat ini (masih melakukannya).
        Contoh:
        Saya telah bermain gitar sejak saya berusia 7 tahun (dan sampai sekarang masih bermain gitar).
        (I have played guitar ever since I was 7 years of age.)
        .
      3. Menyatakan suatu kejadian yang PERNAH dilakukan.
        Note: Disini kita menggunakan kata "ever" sebagai terjemahan dari kata "pernah"
        Contoh:
        I have ever been to Bali (Saya pernah ke bali).
        .
      4. Menyatakan suatu kejadian yang telah terjadi (dan selesai) dimasa yang lampau tetapi kita merasa "PENTING" untuk menyatakannya sekarang.
        Contoh:
        Kemarin saya tidak bisa masuk kerumah. Soalnya kuncinya hilang.
        (Yesterday, I didn't get in my house. I have lost my keys.)
        .
      Berdasarkan definisi dan contoh diatas kita dapat meyakini bahwa Present perfect tense dapat kita gunakan bilamana kita hendak menyatakan suatu kejadian yang telah / pernah / rutin terjadi / telah dimulai dimasa yang lampau akan tetapi masi berhubungan/ masih berjalan hingga dimasa sekarang (present).

      Definisi diatas menjadi jelas perbedaan antara Present perfect tense dan Simple Past Tense. Jika present perfect tense berbicara tentang kejadian lamppau dan masi berlanjut hingga saat ini atau ada hubungannya dengan masa sekarang, maka simple past tense berbicara tentang kejadian yang sudah selesai dan tidak berkaitan dengan kejadian masa sekarang.

      Perhatikan Ilustrasi berikut ini:

      Present Perfect Tense VS Simple Past Tense

      Pola Kalimat Present Perfect Tense

      Seperti pada bahasan yang lampau mengenai bentuk kalimat dasar bahasa Inggris, maka Present perfect Tense memiliki 2 (dua) jenis kalimat dasar itu, yakni:

      Pola Kalimat Verbal Present Perfect Tense

      Dalam membentuk kalimat verbal di Present perfect Tense, kita menggunakan kata bantu Have/Has + Kata Kerja bentuk ke-3 atau Past Participle.

      1. Bila subjectnya berbentuk: I, you, we, they atau padanannya, maka pola kalimatnya adalah:

        Subject + Have + Past Participle

        Contoh:
        I have worked for 2 years.
        .
      2. Bila bersubject: He, she, it atau padanannya, maka pola kalimat verbal present perfect tense menjadi:

        Subject + Has + Past Participle

        Contoh:
        She has gone since I was a child.
      • Dalam bentuk Kalimat Negative Present Perfect Tense, letakkan NOT setelah kata bantu Have atau Has, sehingga menjadi sbb:
        • Have + Not atau disingkat: Haven't.
        • Has + Not atau disingkat: Hasn't.
          .
          Contoh:
          I haven't ever studied English language. (saya belum pernah belajar bahasa Inggris).
          .
      • Dalam bentuk Kalimat Interrogative Present Perfect Tense, letakkan Kata Bantu Have/Has diawal kalimat sehingga menjadi sbb:
        Contoh:
        Have you gone to Semarang recently? (Pernahkah anda pergi ke Semarang belakangan ini?).
      •  

      Pola Kalimat Nominal Present Perfect Tense

      Dalam pembentukkan Kalimat Nominal Present Perfect Tense, kita menggunakan be dalam bentuk Been, yang merupakan ciri khas be dalam perfect tense. Been disebut juga sebagai be-perfect. Berikut ini adalah pola kalimat mengandung been dalam Kalimat Nominal Present Perfect Tense.
       

      Pola Kalimat Positive Nominal Present Perfect Tense

      Subject + Have/Has + Been + Complement

      Contoh:
      She has been here for 3 hours.

      Pola Kalimat Negative Nominal Present Perfect Tense

      Subject + Have/Has + NOT + Been + Complement

      Contoh:
      She hasn't been here for 3 hours.

      Pola Kalimat Positive Nominal Present Perfect Tense

      Have/Has + Subject + Been + Complement?

      Contoh:
      Has she been here?

      Mengenal Adverb of Time/Frequency di Present Perfect Tense

      Present perfect tense sering menggunakan kata keterangan waktu sbb:
      Since .............. (sejak ..............)
      Ever since ............ (sejak .......)
      For ... (selama .........)
      During .... (selama ......)
      In + nama bulan/tahun, misal: in 1997, in October
      lately (akhir-akhir ini, belakangan ini)
      recently (akhir-akhir ini, belakangan ini)


      1. WHAT WE DO

        We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

        CONTACT US

        For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

        Karya Nyata Ragam Kerajinan

        • Street :Road Street 00
        • Person :Person
        • Phone :+045 123 755 755
        • Country :POLAND
        • Email :contact@heaven.com

        Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

        Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.