ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

The awesome people behind our brand ... and their life motto.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

Tampilkan postingan dengan label panduan belajar grammar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panduan belajar grammar. Tampilkan semua postingan
  • Kunci Memahami & Menguasai Grammar Bahasa Inggris

    Sebenarnya di pelg-grammar telah kami sampaikan beberapa kali mengenai cara efektif belajar grammar bahasa inggris yang merupakan kunci pokok termudah, tercepat, mendalam dan tuntas didalam memahami dan menguasai grammar bahasa inggris secara lebih mendasar, dari nol dan lengkap sehingga tidak hanya menguasai teori tata bahasa inggris tapi juga dapat diterapkan dalam bentuk percakapan dan lebih mudah mengembangkannya secara lebih serius ketahap selanjutnya di jenjang yang lebih tinggi.

    #Konflik Pemahaman Kaidah Kebahasaan Bahasa Inggris

    "Tidak tuntasnya pembelajaran bahasa inggris di sekolah-sekolah yakni adanya fakta bahwa ketidakberhasilan dalam pembelajaran bahasa inggris disekolah khususnya grammar dalam kurun waktu yang lama (Sekolah Dasar=4 tahun + SMP=3 tahun + SMA=3 tahun) dan hanya 1 atau 2 siswa saja yang saat diuji aspek keilmuannya  benar-benar teruji dan layak menyandang predikat "Cukup Menguasai" grammar bahasa inggris, maka sudah cukup menjadi bukti bahwa adanya sesuatu yang "membuatnya tidak efektif". Menyalahkan pihak-pihak tertentu (baik diri siswa, guru atau kurikulum) bukanlah solusi untuk memperbaiki semua itu, hal ini dikarenakan, Istilah-istilah pembelajaran dan proses pembelajaran bahasa inggris yang digunakan "Tidak Dapat Dipahami secara Tuntas" oleh anak didik.

    Kami, pelg-grammar, tidak mengatakan bahwa kami memiliki metode paling baik dari semua. Pelg-grammar hanyalah memberikan sedikit sumbangsih dalam bentuk "Cara lain" yang kami pandang cukup untuk mengatasi permasalahan "ketidakberhasilan" diatas dengan cara pelg-grammar sendiri.

    Pokok Permasalahan Sulitnya Memahami Grammar Bahasa Inggris

    Salah satu hal paling mendasar dari munculnya pemikiran atau rasa "sulit dan bingung" didalam belajar grammar bahasa inggris sehingga memunculkan pertanyaan besar: "Harus mulai darimana belajar grammar bahasa inggris itu agar kami dapat memahami dan menguasainya secara mendasar, lebih mudah, cepat dan tuntas?", yaitu: Adanya ketidakjelasan masalah verb, auxiliary verb dan predicate.

    Mari kita bahas sejenak ketiga hal tersebut diatas!
    Perhatikan dan simak kalimat dibawah ini!

    Contoh Kasus Kalimat Bahasa Inggris 1:

    "Rudi is sleeping."

    Pada contoh kalimat diatas yaitu /Rudi is sleeping/, hal pertama kali yang akan ada dibenak para pembelajar (berdasarkan penelitian dan uji lapangan yang kami lakukan) adalah: bahwa yang dinamakan predikat adalah: /sleeping/ dan beberapa mengatakan /is sleeping/. Bila ditanyakan bentuk kalimat apa itu? Verbal atau Nominal? fakta membuktikan bahwa hampir 100% menjawab tidak tahu.

    Selanjutnya bila ditanyakan apa kegunaan dari /is/ pada kalimat tersebut? hasilnya: tidak ada yang menjawab. Ada beberapa yang sempat menjawab: "to be!". Yaph! benarlah bahwa /is/ DISEBUT DENGAN "be" atau "to be", yang menjadi pertanyaan: Apa kegunaannya DALAM KALIMAT TERSEBUT?

    Pertanyaan selanjutnya adalah: Mana kata kerja dalam kalimat /Rudi is sleeping/ tersebut? dari 50 sampel, yang menjawab ada 3 orang dan jawabannya adalah: /is/ dan ada 5 orang menjawab: /sleeping/.

    Dari contoh kasus diatas bahwa adalah MUSTAHIL menguasai pola kalimat lainnya tanpa memahami betul2 fungsi, kedudukan dan "perilaku" dari setiap unsur yang ada dalam kalimat itu secara jelas dan beralasan kuat.

    Untuk meminimalisasi kesulitan didalam memahami aspek diatas maka muncullah cara instan (yang hampir 100%) tidak berguna sama sekali yaitu: MENGHAPAL rumus-rumus pola kalimat bahasa inggris. Dari contoh kalimat diatas, mari kita kaji sejenak lagi sbb:
    Bila dibuatkan rumusnya, maka kalimat tersebut akan berbentuk:

    Subject + BE + Verb-Ing

    Bila ditanyakan:
    Jenis BE yang bagaimana yang harus digunakan? jawab: tidak tau (30%), tau (70%).
    Kedua, Apa beda Verb-ing dalam kalimat itu dengan Verb-ing pada gerund? dan, apa pula itu "Present Participle"? Apakah ada hubungannya dalam kalimat itu? Apa itu "Participle"? dan Apa bedanya dengan past participle?".
    Hampir 100% tidak menjawab.

    Fakta yang terjadi diatas merupakan bukti nyata tentang adanya ketidakjelasan alias ketidaktuntasan didalam belajar untuk memahami dan menguasai grammar bahasa inggris secara mendasar, mendalam dan tuntas.

    Contoh Kasus Kalimat Bahasa Inggris 2:

    "Rudi is sleepy."

    Pada contoh kasus kalimat kedua ini, yaitu: /Rudi is sleepy/ hampir 60% pembelajar bahasa inggris mengatakan bahwa BE adalah wajib digunakan dalam kalimat bahasa inggris. Jadi, adalah wajar bila dalam percakapan mereka mereka mengatakan bahwa kalimat;-

    I am happy.

    Sama bentuk dan statusnya dengan:---

    I am sleeping

    dan juga;---

    I am work.


    Padahal tidaklah demikian dan dapat kami katakan bahwa /I am work/ bukanlah kalimat dan tidak ada kalimat bahasa inggris (menurut ketatabahasaan bahasa inggris) berwujud seperti itu.

    KESIMPULAN

    Dari uraian-uraian diatas itulah yang melatarbelakangi pelg-grammar untuk menerbitkan blog pelg-grammar sederhana ini dengan harapan, semua mendapatkan pengetahuan yang sama dan sama tujuan.
    Untuk lebih mempelajari kunci dasar pemahaman dan penguasaan grammar bahasa inggris secara mendasar, mendalam, tuntas dan lengkap, silahkan baca kembali bahasan berikut ini:
    http://pelg-grammar.blogspot.com/p/cara-efektif-belajar-grammar-bahasa.html

    ____________________

    Posting ini diterbitkan berdasarkan permintaan dari request peminat bahasa inggris via email: jean.rasyid@gmail.com dan Anda dapat mengkonsultasikan kesulitan anda dalam belajar grammar bahasa inggris melalui email tersebut secara gratis.
    Kami memeriksa apakah email yang masuk adalah "benar-benar sedang bertanya atau menggurui". Untuk pertanyaan "khusus" silahkan menghubungi kami dan inbox via https://web.facebook.com/id.hermannz.

    Semoga bermanfaat. Amin.


  • Kunci Penguasaan Grammar Bahasa Inggris

    Menguasai sesuatu yang dinamis itu adalah mustahil. Bahasa (khususnya Bahasa Inggris) merupakan ilmu dinamis yang senantiasa mengalami perubahan baik dari aspek grammatical atau sintaktis, maupun semantik. Akan tetapi, secara mendasar, pelg-grammar akan menjabarkan dengan jelas mengenai: kunci memahami dan menguasai bahasa inggris khususnya grammar bahasa inggris dari NOL atau tahap awal dan dasar sekali.

    Hal ini sesuai dengan banyaknya pertanyaan mengenai: "bagaimana cara menguasai grammar bahasa inggris?" atau pertanyaan: "harus mulai darimana saya belajar bahasa inggris?",  "Apa saja tahapan dasar dalam mempelajari dan menguasai bahasa inggris?", dan sebagainya. Dalam  hal ini, pertanyaan tersebut mengarah pada satu titik tanda tanya besar, yaitu: "Harus Mulai Darimana .........".

    Dikesempatan kali ini, Pelg-grammar akan menguraikan dengan jelas dan gamblang mengenai inti permasalahan yang menyangkut pertanyaan tersebut.

    Penguasaan Materi Dasar Inti Bahasa Inggris

    Banyaknya bentuk dan pola kalimat bahasa inggris menjadikan pembelajar bahasa inggris (baca: English learner) bingung tentang pola-pola yang mereka pelajari melalui bangku sekolah, kursus dan media belajar lainnya. Seakan-akan antara satu pola dengan lainnya dan unsur pembangunnya begitu kompleks (baca: rumit) sehingga memerlukan pembelajaran yang serius dan mendalam mengenai ketatabahasaan/ grammar bahasa inggris. Puncak kebingungan itu akhirnya melahirkan pertanyaan-pertanyaan seperti diatas yang merupakan titik klimaks dari bentuk kebingungan itu. Sehingga tidak sedikit yang berkomentar (karena putus asa) yang mengatakan bahwa: Bahasa inggris itu matematikanya ilmu bahasa. Ada juga yang lebih ekstrim dan bilang: "Belajar bahasa inggris itu sulit, dibalik-balik...." dsb.


    Tahap Dasar Pembelajaran Bahasa Inggris dari NOL


    #Tahap Dasar 1:

    Pembelajar bahasa inggris wajib memahami dan menguasai Unsur Pembangun Kalimat, diantaranya:
    apa itu kata benda (noun), kata ganti (pronoun), prase kata benda (noun phrase), kata sandang (articles), kata penghubung (conjunction), kata sifat (adjective), kata kerja (verb), kata keterangan (adverb) dan kata depan (preposition). Kesemua tahap dasar ini ada dalam bahasan part of speech bahasa inggris.

    #Tahap Dasar 2:

    Memahami dan menguasai apa dan yang mana kata berbentuk lexical (lexical words) dan apa dan yang mana kata berbentuk structural (structural words) secara benar.

    #Tahap Dasar 3:

    Memahami dan menguasai bentuk kalimat Verbal dan Nominal (Nominal Sentence dan Verbal Sentence) serta BE atau TO BE.

    #Tahap Dasar 4:

    Memahami dan menguasai apa itu Tenses?


    Keempat tahapan dasar diatas harus dipelajari dan dikuasai secara berurutan dan tidak boleh secara acak. Tahapan yang disebutkan diatas merupakan hasil penelitian pelg-grammar mengenai tingkah laku, cara/metode dan kebiasaan pembelajar bahasa inggris dalam mempelajari bahasa asing yang bukan bahasa pribumi/bahasa indonesia.


    Penjelasan Tahapan Pembelajaran Bahasa Inggris

    Berikut ini akan dijelaskan maksud tiap-tiap tahapan diatas.

    Penjelasan Tahap Dasar 1

    Maksud dari pemahaman dan penguasaan atas unsur pembangun kalimat itu tidaklah secara utuh. Artinya, cukup secara mendasar saja. Berikut ini adalah contoh pemahaman atas unsur pembangun kalimat tersebut:

    • Target Pemahaman => Kata benda (Noun)
      • Ruang lingkup dan Batasan Pemahaman:
      (1) Definisi:
      Bahwa, kata benda (noun) adalah segala sesuatu (baik orang, hewan, tumbuh-tumbuhan dan benda mati) baik berbentuk abstrak maupun konkrit, baik berupa jamak/banyak maupun tunggal/cuma satu serta kata benda itu ada yang bisa dihitung dan ada yang tidak dapat dihitung.
      (2) Penggunaan:
      kata benda pada kalimat  itu ada di posisi subject dan object.



    Selanjutnya, buatlah ringkasan yang mirip seperti contoh mengenai kata benda diatas yang bisa anda temukan pada blog pelg-grammar ini. Jadi, pemahaman dasar unsur pembangun kalimat ini hanya berlaku atas pengertian/definisi dan penggunaanya saja.

    Penjelasan Tahap Dasar 2

    Definisi Lexical Word:
    Sebuah kata berupa kata apa saja yang memiliki arti jelas atau kata yang mengandung makna lexicon. "makna lexicon" itu artinya: kekamusan. Dengan kata lain, terjemahan kata tersebut dapat dilihat dan dibaca di kamus-kamus bahasa inggris.

    Contoh Lexical word:
    go, speak, book, handsome, yesterday, you, dsb.

    Definisi Structural Word:
    Disebut structural karena kata tersebut tidak memiliki arti yang jelas atau tidak lexical dan tidak dapat ditemukan terjemahannya dengan jelas dalam kamus bahasa inggris:

    Contoh structural word:
    of, in, is, was, were, be, been, being, dsb

    Kata structural ini hanya memiliki fungsi dan tidak memiliki arti/terjemahan dengan jelas. Berdasarkan penjelasan diatas, selanjutnya adalah: mengarahkan pemikiran anda pada kata kerja.

    Kata Kerja Bahasa Inggris (English Verb)

    Kata kerja bahasa inggris itu ada 2 jenis:
    1. Lexical Verb, yakni: kata kerja yang memiliki arti jelas.
    2. Structural Verb, yakni: kata kerja yang tidak memiliki arti jelas.
    Kata kerja structural mencakup: seluruh jenis BE atau TO BE, misalnya: is, am, are, was, were, been, be dan being. Sedangkan kata kerja lexical mencakup: semua jenis kata kerja selain kata kerja structural diatas.

    Penjelasan Tahap Dasar 3

    Definisi Nominal Sentence:
    Nominal sentence adalah kalimat yang kata kerjanya berbentuk Structural dan predikatnya bukanlah berbentuk kata kerja.

    Definisi Verbal Sentence:
    Verbal sentence adalah kalimat yang kata kerjanya berbentuk lexical dan kata kerja lexical inipun sekaligus bertindak sebagai predikatnya.

    Contoh:

    I was sad.

    Kata kerja pada kalimat diatas berbentuk structural (yaitu: /was/) oleh karena predikatnya bukanlah kata kerja lexical, yaitu /sad/ merupakan kata sifat (adjective). Pola kalimat seperti ini disebut dengan kalimat nominal atau Nominal Sentence

    Contoh lain:

    I work.

    Pada contoh kalimat ini kita melihat ada kata kerja lexical yaitu /work/ karena memiliki arti jelas dan dapat dibaca/ditemukan di dalam kamus-kamus bahasa inggris. Kata kerja /work/ juga sekaligus bertindak sebagai predikat. Kalimat jenis ini disebut sebagai kalimat verbal atau Verbal sentence.

    Selanjutnya, yang harus kita pahami bahwa, semua pola kalimat bahasa inggris terdiri atas 2 jenis kalimat ini. Jadi, anda wajib memahami mana kalimat nominal dan mana kalimat verbal dengan jelas dan terang. Cobalah cari sebuah buku cerita berbahasa inggris dan cari dan sebutkan mana kalimat nominal dan mana yang verbal.

    Sebelum mencari dan menyebut satu demi satu apakah kalimat itu berbentuk nominal atau verbal, anda harus memahami dengan benar kegunaan dari BE atau TO BE. Sekali lagi, anda harus paham betul apa kegunaan dari BE atau TO BE itu.
    Disini dapat kami simpulkan bahwa, BE itu memiliki 2 kegunaan, yakni:

    • BE berfungsi sebagai Kata Kerja Structural HANYA dalam Kalimat Nominal.
    • BE juga berfungsi sebagai Kata Bantu (Auxiliary) dalam Kalimat Verbal,
      yakni: dalam Pembentukan 2 pola kalimat, yaitu:
      • Kalimat yang mengandung Tenses serba Continuous/Progressive
      • Kalimat Pasif (Passive Voice).



    Penjelasan Tahap Dasar 4

    Definisi Tenses:
    Tenses adalah bentuk waktu yang berkaitan erat dengan kejadian-kejadian yang dilakukan. Dengan kata lain, setiap kejadian atau perkataan dalam bahasa inggris itu pasti berkaitan dengan waktu keterjadiannya atau waktu kita atau orang lain mengatakan sesuatu.


    Kejadian/Ucapan ===> Waktu Keterjadian/Pengucapan


    Jadi, bahasa inggris mengatur bahwa setiap kejadian atau ucapan mesti berkaitan dengan waktu keterjadiannya.

    Contoh:

    Saya berlatih senam besok.

    Baik kalimat itu hanya berupa ucapan maupun perbuatan, mesti ada hubungannya dengan waktu, yang dalam hal ini adalah: /besok/. Walaupun tanpa menggunakan kata keterangan waktu /besok/, tetaplah mengandung tenses tertentu atau tetap memiliki keterkaitan dengan waktu keterjadiannya.

    I go there. (/go/  berkaitan dengan waktu present/sekarang).
    I went there (/went/ berkaitan dengan waktu past/lampau).
    I will go there (/will go/ berkaitan dengan waktu future/yang akan datang).

    Dari contoh diatas dapatlah disimpulkan bahwa, tidak satupun kalimat utuh bahasa inggris yang tidak berkaitan dengan waktu. Jadi, pasti berkaitan dengan waktu.

    Kesemua bahasan diatas dijelaskan secara rinci satu per satu di blog pelg-grammar ini.
    Selamat mencoba dan sukses!

  • Menghapal Rumus Tenses - Grammar - Efektif?

    Banyak pembelajar Bahasa Inggris yang bertanya: "Bagaimana cara menghapal rumus rumus tenses secara efektif dan berhasil?". Apakah menghapal rumus tenses - grammar bahasa inggris - itu efektif?. Seolah-olah, menghapal rumus rumus grammar, rumus rumus pola kalimat (verb patterns) dan rumus rumus tenses bahasa inggris merupakan solusi jitu didalam menguasai bahasa inggris - khususnya grammar bahasa inggris, padahal ....... tidaklah selalu demikian.

    Sebagaimana yang telah kami sampaikan dibahasan mengenai: Cara efektif belajar Grammar Bahasa Inggris di blog pelg-grammar.blogspot.com sebagai blog yang difokuskan pada grammar bahasa inggris, bahwa pemahaman bentuk kalimat dan bagaimana kalimat itu tersusun sesuai kaidah ketatabahasaan (baca:grammar) bahasa inggris menjadi kunci penguasaan bahasa inggris walaupun di banyak bahasan yang kami tulis di halaman-halaman blog pelg-grammar.blogspot.com ini terdapat bentuk-bentuk pola kalimat yang diwujudkan dalam bentuk rumus, semisal:

    subject + be (structural-verb) + complement.

    Akan tetapi, kami berharap cara pandang anda terhadap "rumus" salah satu bentuk /pola kalimat diatas  lebih mengarah pada aspek pemahaman atas unsur pembentuk kalimat, misalnya;  apa itu "be"?; mengapa disebut sebagai structural verb?; apa itu "complement" dan mengapa complement harus diletakkan setelah kata kerja berbentuk structural? dsb. Intinya, pemahaman bagaimana kalimat itu terbentuk justru itulah yang terpenting.

    Kelemahan Menghapal Rumus Bahasa Inggris

    Beberapa kelemahan didalam menghapal rumus adalah:

    • Penguasaan hanya sebatas apa yang dihapalkan saja.
    • Kesulitan didalam mengembangkan kemampuan berbahasa inggris khususnya dalam hal dialoq/percakapan (conversation).
    • Terhambat dalam menghapal kosakata (vocabulary) yang justru menjadi salah satu inti memahami grammar bahasa inggris.
    • Berkomunikasi dalam bahasa inggris menjadi lebih kaku (karena cenderung harus sama dengan rumus) dan gaya berbicara terasa "lompat-lompat" atau tercekat.

    dan, masih banyak lagi kelemahan lainnya.

    Menguasai bahasa asing yang bukan bahasa kita memang mesti ada kendala. Itu wajar dan biasa. Khususnya dalam hal pronunciation (pelafadzan) atau cara mengucapkan/melafadzkan sebuah kata. Latihan yang sungguh-sungguh rutin dan berulang-ulang bisa mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan.
    Dalam bahasan "Tips Belajar Cepat Bahasa Inggris", kami juga telah memberikan tips membaca (dengan latihan pronunciation) yang dilakukan secara bertahap dan berulang-ulang, hal itu penting untuk aspek penjiwaan sehingga memudahkan kita memahami bahasa asing.

    Darimana Saya Harus Mulai Belajar Bahasa Inggris?

    Pertanyaan ini bagus sekali dikarenakan fokus targetnya jelas dan berharap bisa cepat menguasai bahasa inggris baik grammar maupun conversation - walaupun di tingkat dasar (baca:elementary).
    Berikut ini tips bagi anda sebagai pembelajar/peminat bahasa inggris agar dapat belajar dengan target jelas dan belajar mandiri (alias, belajar otodidak/ belajar sendiri).


    Tips Belajar Bahasa Inggris Secara Efektif Secara Mandiri

    Lakukan Langkah-langkah berikut ini dengan sungguh-sungguh:

    1. Paling sedikit menghapal 5 kata per hari (termasuk cara melafadzkan kata tersebut, terjemahannya, status/jenis kata apa itu).
      Hapalan difokuskan pada Kata Kerja berbentuk lexical (Lexical Verb) - baik transitive maupun intransitive.

      Contoh:
      1. Go /vi. pergi, menjadi.
      2. Talk /v. berbicara, membicarakan (about :tentang)
      3. Tell /v. memberitahu
      4. Help/v. membantu, menolong.
      5. Think/v. berpikir, memikirkan

    2. Latihan membaca (dengan pronunciation) paling sedikit 2 kali sehari sebanyak (minimum) 5 kalimat/ 1 paragraph dengan teknik membaca seperti yang diuraikan pada Tips memahami kalimat bahasa inggris.

      Membaca dengan pronunciation itu penting. Teknik melafadzkan suatu kata antara amE (American English) dan British English tidak sedikit yang memiliki perbedaan khususnya dalam hal logat (accent) dan bahasa dialektis yang digunakan sebagai bahasa budaya dan bahasa ibu.

      Untuk itu, cobalah mendengar dari penutur dari Amerika, British dan Australia serta penutur non-native speaker lainnya untuk memantabkannya. Ucapkan secara berulang-ulang dan mengeluarkan suara dengan jelas dan pelan tapi mantab - mantab disini maksudnya telah pas atau sesuai dengan kaidah pelafadzan yang ada dikamus-kamus terpercaya seperti dari kamus John M.Echols, khususnya kamus bahasa inggris keluaran Oxford University Publisher.
    3. Cobalah untuk menyusun kata-kata (kalimat sederhana) yang diawalai oleh subject dengan tata urutan sbb:

      a) Subject + Verb
      b) Subject + Verb + Object
      c) Subject + Verb + Adverb
      d) Subject + Verb + Object + Adverb

      Lalu, gantilah jenis subject secara random termasuk verb, object dan adverb-nya secara berulang-ulang.

      Susunlah kalimat semampu anda dengan pola kalimat diatas serta membedakan mana kalimat berpola nominal (nominal sentences) dan mana yang verbal (verbal sentences).
      Penguasaan atas kedua pola kalimat diatas menjadi hal Mutlak dikuasai oleh pembelajar bahasa inggris khususnya pemula (beginner), oleh karena, nominal dan verbal sentence merupakan kalimat paling mendasar dan menjadi fondasi pola kalimat lainnya yang ada dalam tatanan grammar bahasa inggris.
    4. Carilah partner (teman belajar dan conversation) yang sama-sama memiliki niat kuat dan sungguh-sungguh ingin belajar. Maksimum 1 orang (tahap pertama). Oleh karena, tahap pembelajaran pertama ini paling menentukan berhasil-tidaknya target pembelajaran. Bila lebih dari 1 teman belajar dan dialog tidak menutup kemungkinan akan merencah (baca: mengacaukan) usaha anda didalam menguasai grammar dan conversation tahap dasar.

      Melalui teman belajar anda tersebut, anda bisa saling berjanji untuk tidak berbahasa lain kecuali bahasa inggris. Bila terasa amat sulit, setidak-tidaknya dalam 1 kalimat pendek, ada 1 atau 2 kata-kata dalam bahasa inggris.

      Misalnya:
      Andi: Hi! you kelihatan busy ya?
      Linda: Not really, you can bergabung if you mau.

      Kurangi bahasa indonesia dalam dialoq sehari-hari anda sedikit demi sedikit hingga full benar dengan pronunciation yang benar.
    5. Berlatihlah membuat kalimat yang panjang dan sepanjang yang anda mampu.
      Berlatih dengan cara ini sangat baik sekali khususnya didalam "membendung" kosakata dan "memancing" keluarnya kata-kata baru yang belum dikuasai. Dengan membuat kalimat yang panjang anda akan terbiasa berbicara secara baik dan lancar.

      Lakukan latihan ini secara lisan dan bukan tulisan serta ber-suara-lah dengan jelas.

      Contoh:


      My name is Irwandi. I like playing football. I play footaball with my friends. They like playing football too. We practise everyday. We play in the school yard. Our school yard is very large.


      Kalimat-kalimat diatas mengandung kata kerja yang sama dan berulang-ulang seperti; /like/, /play/. Disamping itu juga kata /football/, /school yard/.

      Membuat kalimat seperti diatas tidak memerlukan banyak kosakata.

      W a r n i n g    !
      Jangan pernah menggunakan pola kalimat yang memperpendek kata-kata dalam tahap pemula ini.
      Contoh pola kalimat yang memperpendek kalimat (semisal parallel structure).

      I like playing football and my friends are too.
      Seharusnya:

      I like playing football. My friends like playing football too.

      Untuk tahap pemula ini, hindari pola kalimat yang memperpendek tersebut dengan tujuan melatih diri dalam mengembangkan imajinasi berolah kata dalam bahasa inggris dan memperkaya kosakata. Lagian, nanti anda juga akan terbiasa dengan kalimat pendek itu manakala anda sudah benar-benar bisa.

      Biasakanlah, misalnya, 5 kali sehari dengan durasi sesuai kehendak dan panjangnya kalimat anda. Semakin panjang semakin bagus, wala terkadang agak "gak nyambung", tapi teruskan saja karena lama-kelamaan anda akan sadar sendiri kesalahan yang ditemukan dan memperbaikinya sendiri sehingga layak untuk didengarkan.
    6. Cobalah menonton TV program asing - dan, ambillah program mudah, seperti; kartun dan sejenisnya untuk melatih listening capability (baca:kemampuan listening).

    Selain cara dan tips diatas, Hal Terpenting yang anda harus ketahui adalah:
    Aspek Kontinyuitas dan Frekuensi adalah Kunci Utama dalam Menguasai Bahasa Inggris. Dengan kata lain, Semakin anda berinteraksi dengan hal-hal yang berkenaan dengan bahasa inggris dan dilakukan secara terus menerus, akan lebih berhasil ketimbang yang bersifat temporer, jarang dan musiman.

    Semoga berhasil!







  • Cara Menggunakan Grammar dalam Percakapan Bahasa Inggris

    Grammar itu susah. Grammar bahasa inggris itu penuh rumus dan hapalan. Grammar itu kaku. Bingung cara menggunakan grammar bahasa inggris dalam wujud percakapan bahasa inggris (English Conversation). Keempat hal ini menjadi momok bagi pembelajar grammar dan lebih mencari jalan singkat dengan mengikuti kursus bahasa inggris yang khusus membahas dan praktik conversation. Seakan-akan, grammar adalah tidak penting. Sehingga muncullah dalam pikiran kita "cara membuat kalimat percakapan bahasa inggris", "cara belajaar percakapan bahasa inggris dengan cepat dan mudah", "mahir percakapan tanpa guru" dan sebagainya. Padahal, "kalimat bahasa inggris" tidaklah bisa terlepas dari aturan yang tercantum dalam grammar bahasa inggris karena grammar adalah tata bahasa, atau menata bahasa (dengan tujuan: agar laik guna alias benar dalam menggunakannya dalam bentuk prase, kalimat atau klausa dan yang terpenting - dengan menggunakan aturan yang ada dalam grammar - antara pembicara dengan lawan bicara akan terhindar dari kesalahpahaman.

    Jadi yang harus ditanyakan adalah: bagaimana cara menggunakan grammar dalam percakapan?.

    Kelemahan Belajar Conversation Melalui Konteks

    Seringkali kali kita belajar conversation bahasa inggris berdasarkan konteks, atau istilahnya "Conversation In Context". Cara belajar seperti ini memang ada baiknya dimana kita jadi tahu bagaimana cara berbicara bahasa inggris di restoran, di hotel, di ruang lingkup bisnis, dsb. Akan tetapi - sayangnya - penguasaan percakapan jadi hanya sebatas itu. Kita akan kebingungan bagaimana cara mengembangkannya. Bahkan mati kutu alias tidak bisa bicara apa-apa (karena bingung mau ngomong apa) pada saat teman kita (bule) mengalihkan pembicaraan mengenai hal lain padahal dalam ruang lingkup bisnis.
    Begini, kita tidak pernah tau apa yang akan diucapkan oleh lawan bicara kita. Itu masalahnya :p

    Bagaimana seandainya, (dalam ruang lingkup bisnis) lawan bicara kita ngomong gini:-

    "What would you say about Borobudur Temple?"
    "As far as I can see that Indonesia has a million different ethnics, how do they communicate each other?

     Paling-paling jawabannya: "Well, I don't know." :D

    Kelemahan Hapalan Kosakata (English Vocabulary)

    Kita semua tahu bahwa bangunan kalimat bahasa inggris berasal dari kata-kata yang bermakna dan memiliki fungsi serta kedudukan tertentu dalam membentuk satu kesatuan utuh sehingga bisa dipahami oleh siapapun. Akan tetapi, hanya dengan mengandalkan kosakata bahasa inggris saja - tanpa mengetahui bagaimana kata itu disusun menurut aturan (minimum) kalimat bahasa inggris sehingga cepat dipahami oleh lawan bicara - adalah sia-sia.

    Adalah mustahil bila kita berbicara bahasa inggris dengan kata-kata sbb:

    Bule: Can you speak English?
    Anton: Well, if little-little, of course, I can, sir.

    Mungkin sekilas, turis agak sedikit "paham" apa yang kita ucapkan. Namun bila pembicaraan lebih dari itu hasilnya akan sangat memalukan karena antara turis dan kita sama-sama bingung tanpa mengerti apapun yang diucapkan oleh lawan bicara kita masing-masing :D

    Kelemahan Menghapal Rumus, Struktur, Pola Kalimat Bahasa Inggris

    Ada juga yang mengatakan bahwa: dengan menghapal rumus, struktur (baca:susunan kalimat tertentu yang berbeda antara satu dan lainnya) atau pola kalimat bahasa inggris tertentu akan efektif didalam menguasai percakapan.
    Jawabannya: ya, ada benarnya juga. Tapi, cara ini akan nampak kaku sekali alias terlalu gramatik dan bisa jadi kalimat yang kita utarakan malah tidak sesuai dengan keadaan pada saat kita berbicara bahasa inggris.

    Contoh:
    (Situasi: ada wanita bule sedang mencari alamat suatu tempat dan bilang ke kita bahwa dia sudah bertanya dan mencari kesana-kemari tapi alamat itu tidak ditemukan dan uangnya tinggal beberapa ribu rupiah saja untuk ongkos perjalanan. Lalu kita menolak untuk membantunya karena kita pun sedang sibuk sekali dan ada urusan teramat penting.
    Seketika itu juga bule itu bicara begini:

    "How could you!"
    (Betapa teganya kamu!)

    Bila disesuaikan dengan rumusnya atau pola kalimat bahasa inggris, kita tahu bahwa kalimat itu belum selesai sehingga kita merasa bingung hal apa yang sedang dibicarakan oleh wanita bule itu. Padahal, selentingan kalimat terkadang tidak harus notabene grammatical. Bentuk itu disebut dengan bahasa dialektis. Salah satu contoh bahasa dialektis orang indonesia, misalnya, "eh, pada ngapain disini?". Bila kalimat terakhir ini dicocok-cocokkan dengan pola kalimat bahasa indonesia akan terlihat kacau dan seakan-akan itu bukan kalimat.

    Contoh kalimat dialektis lainnya, misalnya:
    "How come?"
    "Nice to meet you" (tanpa "it is").
    "Take it easy!"
    "You're a teacher, right?" (kata /right/ seharusnya: "aren't you?"). 

    Bahkan dalam bentuk Idiomatic Expression (Ungkapan Idiom), misalnya:

    "I think you just carry coals to Newcastle".
    "It's a piece of cake, dude".
    dsb.

    Penggunaan Grammar Bahasa Inggris dalam bentuk Percakapan

    Membaca dan memahami beberapa kelemahan diatas, sekarang, mari kita bahas, bagaimana cara menggunakan grammar dan apapun yang ada didalamnya dalam wujud percakapan bahasa inggris agar lebih kontekstual (sesuai situasi dan kondisi) sehingga lawan bicara kita menjadi paham dan santai atas apa yang kita utarakan.

    Belajar Grammar Dasar Bahasa Inggris

    Disini, kami ingin menggarisbawahi bahwa: Belajar grammar dasar itu adalah mutlak. Dengan mempelajari grammar secara mendasar kita menjadi tahu bagaimana kalimat itu tersusun dan bagaimana makna yang dikandung dalam kalimat itu di-interpretasi (ditafsirkan) sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam - misalnya - obrolan bahasa inggris.

    Berikut ini adalah pokok-pokok penting didalam memahami grammar sebagai satu kesatuan aturan didalam menguasai percakapan bahasa inggris:

    1. Menguasai setidak-tidaknya, 6 Tenses Dasar.

      Yaitu: Simple present tense, simple past tense, simple future tense, present continuous tense, present perfect tense dan past continuous tense
    2. Menguasai Penggunaan Kata Penghubung (Conjunction).

    3. Menguasai sekurang-kurangnya 1000 kata untuk satu konteks area percakapan

    4. Menguasai sedikitnya Fungsi-fungsi "Common Usage in English", yakni:

      • English Auxiliary (termasuk: modal auxiliary)
      • Apa itu BE
      • Apa itu Kata Kerja
      • Irregular & Regular Verb
      • Question words vs Interrogative
      • Bentuk kalimat dasar bahasa inggris (Nominal & Verbal Sentence)
      • Apa itu kata, prase dan kalimat
       (catatan: lihat bahasan diatas di pelg-grammar.blogspot.com ini)

    Keempat hal diatas bisa dikatakan wajib didalam menguasai percakapan bahasa inggris secara mendasar. Selain itu, ditambah juga dengan menguasai Conversation In Contexts dari banyak situasi dan kondisi/tempat serta mengenal dan mempelajari bahasa dialektis bahasa inggris dibeberapa situasi.

    Penerapan Grammar pada Conversation

    Berikut ini sekilas contoh bagaimana menerapkan tata susunan kalimat tertentu (aspek grammar) dalam wujud percakapan.

    (i) Contoh dalam bentuk penggunaan Tenses:

    I go
    (dimana kata /I/=subject dan /go/ adalah Verb)

    (ii) lalu, tambahkan kata demi kata pada pada kalimat diatas secara bertahap seperti contoh dibawah ini:

    I go.
    I want to go.
    I would like to go.
    I have to go.
    I really want to go.

    (iii) Lalu, lengkapilah kalimat tersebut dengan penambahan kata lain (misalnya: adverb of place):

    I go to school.
    I want to go to school.
    I would like to go to school.
    I have to go to school.
    I really want to go to school.

    (iv) Selanjutnya, tambahkan ungkapan lainnya yang cocok disandingkan dengannya:

    I'm sure I should go.
    I want to go to school to learn many things.
    I go to school every tuesday.
    dsb.

    Bentuk kalimat-kalimat diatas adalah pengembangan dari kalimat pendek /I go/.

    Contoh lainnya yang lebih dinamis:

    I think.
    I think you are good.
    I think everybody needs money.
    I think my idea is brilliant.
    I think she falls in love.
    I think it is time.
    I think it is time to go.
    I think Superman is already dead.

    Kesemua contoh diatas sangat sederhana sekali dan cepat untuk dikuasai. Dengan mengembangkan satu kalimat singkat dengan penambahan kata demi kata tertentu maka kalimat yang semula pendek menjadi kaya makna dan panjang. Ya, biasakan berlatih dan berbicara dengan teknik susunan kalimat  diatas setahap demi setahap hingga menghasilkan misalnya 1 paragrap yang berisi tidak kurang - misalnya - dari 20 baris kalimat.

    Selamat mencoba!

  • Cara Menganalisa Fungsi dan Kedudukan Kata dalam Sebuah Kalimat

    Kalimat Bahasa Inggris tersusun berdasarkan aturan/kaidah tata bahasa (grammar) bahasa inggris. Yang jelas, dalam satu untaian kalimat utuh itu, pasti didalamnya ada anggota part of speech. Untuk mengetahui fungsi, status/kedudukan kata dalam sebuah kalimat bahasa inggris itu, wajib memahami dengan benar, minimal, 5 hal mendasar berikut ini:

    1. Kata Benda (Noun)
    2. Kata Kerja (Verb)
    3. Kata Sifat (Adjective)
    4. Kata Keterangan (Adverb)
    5. Determiner

    Catatan:
    Determiner disini apa yang dimaksudkan oleh Pelg-grammar dalam bahasan determiner (lihat bahasan mengenai hal ini di: determiner dan glossary).

    Studi Kasus Kalimat Bahasa Inggris

    Untuk memulainya, kita akan mengambil sampel kalimat sebagai berikut:
    Contoh:

    She have.

    Bentuk analisanya sbb:

    Analisa Kalimat Dasar

    Pertama, identifikasi unsur pembangun kalimat. Bila kita salah mengidentifikasinya maka hasilnya akan salah juga.

    She = subject
    have = verb

    Kedua, menguji unsur yang telah diidentifikasi tersebut dalam bentuk pertanyaan, misalnya:

    1. Apakah benar bahwa /She/ adalah "subject". Jawaban yang paling mungkin misalnya: "ya, /she/ adalah subject dikarenakan: [she] adalah anggota pronoun atau subjective pronoun dan harus diletakkan didepan kata kerja /have/.
    2. Apakah benar bahwa /have/ adalah "kata kerja/verb". Jawaban yang memungkinkan, misalnya: "ya, karena /have/ adalah kata kerja berbentuk lexical yang berarti : "mempunyai/memiliki" serta diletakkan setelah unsur Subjectnya yaitu /she/.

    Contoh analisa diatas adalah yang paling sederhana dan  hanya berkutat pada proses identifikasi dan pengujian hasil identifikasi.

    Analisa Kalimat Lanjutan

    Selanjutnya adalah menentukan dan memutuskan beberapa point berikut ini:
    1. Apakah susunan kata /she have/ sebuah prase atau kalimat?
    2. Apa pola kalimat yang digunakan; verbal atau nominal?
    3. Apa tenses yang digunakan?
    Bila telah selesai dengan 3 pertanyaan diatas, maka terakhir adalah:
    Apakah kalimat /she have/ itu benar menurut 3 pertanyaan tadi???

    Misalnya saja, jawaban yang memungkinkan adalah sebagai berikut:
    a) Ya, /she have/ adalah sebuah kalimat: karena terdiri atas unsur: 1 buah subject berupa /she/ dan 1 buah verb berupa /have/
    b) Pola kalimat yang sedang digunakan adalah kalimat positive verbal. Karena tidak ada unsur BE sebagai verb-nya.
    c) Tenses yang digunakan dan paling memungkinkan (bila bentuk kalimatnya hanya seperti contoh tersebut) adalah: simple present tense.

    Jawaban terakhir atas pertanyaan terakhir diatas adalah, misalnya:
    Kalimat itu salah - karena menggunakan verb /have/ yang seharusnya adalah /has/, dimana;
    have, untuk subject: I, you, we, they atau padanannya, dan
    - has, untuk subject: she, he, it, atau padanannya.


    Dengan demikian, kasus tersebut menjadi tuntas dan bila ingin ditindaklanjuti lebih mendalam lagi sebenarnya dapat pula dengan menanyakan hal-hal mendasar - semisal: kenapa disebut kalimat verbal?, kenapa positive? bisa saja kalimat itu simple past, bukan? dsb dsb.

    Dalam rangka menganalisa sebuah kasus, entah itu berupa kalimat, prase, klausa atau paragraph sekalipun, seyogyanyalah mengetahui atau menguasai pengetahuan dasar-dasar unsur pembangun kalimat atau kelimat hal tersebut diatas yang telah kami uraikan.

    Kenapa Determiner Menjadi Alat Analisa Kalimat?

    Seperti yang telah dibahas di halaman berjudul "Mengenal Determiner" diatas, determiner menurut umum dalam bahasan grammar (grammatical) yaitu dapat berupa: kata tunjuk seperti: this, that, those, these atau impersonal "It". Akan tetapi, pada bahasan ini (pelg-grammar), determiner adalah "Penanda" (lihat glossary). Dengan adanya penanda, kita dapat mengidentifikasi unsur pembangun kalimat lebih mudah dan lebih cepat.

    Determiner dapat berupa apa saja. Determiner yang pelg-grammar maksudkan adalah, semua kata atau unsur atau apasaja yang dapat menjadi dasar pegangan bagi penganalisa bahwa kalimat ini salah atau benar atau bahkan bukan kalimat, dsb.

    Contoh:
    They leave us for good.

    Kalimat diatas adalah benar (setelah hasil diidentifikasi dan uji identifikasi). Yang menjadi masalah atau munculnya pertanyaan baru adalah:

    Apa arti/terjemahan pada kalimat tersebut yang paling masuk akal???

    Jawab (kemungkinan 1):
    1. Mereka meninggalkan kita dalam rangka kebaikan.
    2. Mereka meninggalkan kita selamanya.

    Kedua kemungkinan itu didapat dari hasil penemuan atas prase (for good) dari berbagai sumber.
    Bila melihat sepotong kalimat diatas, kemungkinan jawaban akan banyak. Akan tetapi, maknanya akan semakin jelas, bila kita melihat kaitannya dengan kalimat sebelum atau sesudahnya dalam sebuah paragraph.

    Misalnya:
    .............. they leave us for good meal ....... atau,
    .............. they leave us for good and would never be back.

    Sekarang nyatalah makna yang terkandung dalam kalimat for good diatas. Bila hanya berhenti pada kata /good/ maknanya menjadi "selamanya". Dengan kata lain, phrase "for good" termasuk ungkapan idiomatik/

    Lalu, apa kaitannya dengan determiner diatas?

    Perhatikan bahwa kata /for/ adalah preposition. Dalam beberapa kasus, /for/ juga dapat berfungsi sebagai conjunction (kata penghubung)

    for = preposition
    for = conjunction

    Dalam contoh diatas, /for/ adalah preposition, karena bila disebut dengan conjunction kita tidak melihat ada unsur subject dan verb setelah preposition /for/.

    Bedakan:

    (i) I work for you (Saya bekerja untuk anda.), atau (saya bekerja pada anda).
    (ii) I work for I need to survive.

    Pada contoh (i) for adalah preposition, dimana /you/ berstatus sebagai objective pronoun dalam posisi complement. Berbeda dengan contoh (ii) dimana, setelah /for/ ada subject /I/ dan verb /need/, sehingga maknanya jadi jauh berbeda:

    I work for I need to survive. ---> for = conjunction
    (Saya bekerja karena saya harus bertahan hidup).

    Dengan demikian, /for/ adalah determiner. Sebuah penanda untuk mengetahui kata apa setelah /for/ tersebut. Apakah berupa kata dengan fungsi tertentu, prase atau bahkan satu kalimat utuh. Sehingga keputusan didalam menentukan status, fungsi, kedudukan dan makna sebuah kata tidaklah keliru.



  • Konflik Apostrophe "S" dalam Bahasa Inggris

    Kita sering mendengar suara 'berdesis' di hampir setiap pembicaraan bahasa inggris. Seakan-akan, bahasa inggris itu bahasa asing yang penuh dengan huruf [S] di setiap akhir sebuah kata. Tapi, tidak demikian sebenarnya.
    Contoh:

    Watch -> [-ch]
    Watches -> [-ch + es]
    Miss -> [-s/-ss]
    Misses -> [-s/-ss + es]
    Work -> (tanpa huruf "S")
    Works ->(dengan huruf "S"), dsb.

    Adanya/penambahan huruf "S" diakhir sebuah kata (baca: suffix) memiliki aturan sendiri. Ada yang menyebutnya: "Akhiran", "Suffix" dan juga "Apostrophe". Berikut ini akan digambarkan bagaimana huruf "S" mewarnai Ketatabahasaan Bahasa Inggris.

    Apostrophe "S" Bahasa Inggris.

    Ada 2 jenis akhiran yang 'berdesis' (secara umum dalam bahasa inggris) ini, yaitu:
    1. Berakhiran -s
    2. Berakhiran -es

    Penjelasan 1: Berakhiran /-s/

    Akhiran /-s/ dalam bahasa inggris:
    • Kalimat positif verbal simple present tense dengan subject; /he/,/she/,/it/ atau padanannya.
      Contoh:
      She works at school.
      He blows a baloon.
      It jumps into a river.
      Key: Tidak termasuk Apostrophe "S"
      .
    • Sebagai kependekan dari 2 tobe, yaitu: [is] dan [was].
      Contoh:
      He is -> He's
      He was -> He's
      Untuk membedakan diantara keduanya, dapat dilihat dari keterangan waktunya (Adverb of Time) atau konteks kalimat sebelum dan atau sesudahnya.
      Key: Termasuk Apostrophe "S"
      .
    • Menyatakan Milik/Kepemilikan (possession)
      Contoh:
      Rudi's book. (Buku milik Rudi)
      Cat's tail. (Ekor-nya kucing) = "ekor miliknya kucing"
      [|]
      Catatan:
      Bila kata bendanya berupa jamak (plural) yang berakhiran [-s] juga, maka hanya cukup dengan meletakkan tanda petik satu [ .......' ] diakhir kata itu.
      Contoh:
      Managers. (para manager atau, manager-manager)
      Managers' agenda (Agenda miliknya para manager).
      Adalah salah bila ditulis: Managers's.
      Key: Termasuk Apostrophe "S"
      .
    • Sebagai kependekan dari kata bantu (auxiliary) positif verbal present perfect tense, yaitu: [has].
      Contoh:
      The girl has gone.
      Menjadi:-
      The girl's gone.
      Key: Termasuk Apostrophe "S" .
    • Sebagai kependekan dari ungkapan Let + us
      Contoh:
      Let us go!
      Menjadi:-
      Let's go!
      Key: Termasuk Apostrophe "S"

    Penjelasan 2: Berakhiran /-es/

    Akhiran [-es] sebenarnya tidak berbeda jauh dengan akhiran [-s]. Berikut ini adalah penjelasannya:

    • Kalimat positif verbal simple present tense dengan subject; /he/,/she/,/it/ atau padanannya dengan catatan; kata kerja tersebut berakhiran: [-ch], [-x], [-s], dsb (penjelasan mengenai bentuk akhiran dari kata kerja ini dapat dilihat di bahasan Simple Present Tense.
      Contoh:
      Watch + es -> dimana [watch] berakhiran [-ch]
      Fix + es -> dimana [fix] berakhiran [-x], dst.
      Key: Tidak termasuk Apostrophe "S"
      .
    • Pada kata benda regular berbentuk plural atau Jamak.
      Contoh:
      Glass -> Glasses
      Key:
      Tidak termasuk Apostrophe "S"

      .
    Dari penjelasan-penjelasan diatas, kita mendapatkan kesimpulan bahwa, ada 2 bentuk apostrophe [s] dalam bahasa inggris:
    1. Tanda petik satu + huruf S kecil
      Contoh:
      Andi's.
      Contoh dalam bentuk kalimat:
      Andi's father works all days (Ayahnya Andi bekerja dari senin hingga minggu)
      Kunci: Kata benda wajib berbentuk tunggal (singular)
      .
    2. Hanya dengan tanda petik (Apostrophe=tanda petik satu)
      Contoh:
      Books'
      Contoh dalam bentuk kalimat:
      The boyscar was collided by the truck. (Mobilnya anak-anak itu ditabrak truk)
      Kunci: Kata bendanya wajib berbentuk tunggal biasa (Regular Countable Noun)

    Pengecualian:

    Bilamana kata bendanya berbentuk irregular countable plural noun atau kata benda jamak yang dapat dihitung dan tidak beraturan - misalnya; men, woman, policemen, children - maka tambahkan tanda petik dan huruf [-s] kecil seperti pada kesimpulan pertama.

    Contoh:
    The children's toys were stolen.

  • Permasalahan Seputar Istilah Verb-Ing dan Present Participle

    Banyak istilah yang digunakan dan berlaku dalam Grammar Bahasa Inggris. Sebuah kata dapat memberikan fungsi/kedudukan dan makna (Definition/Meaning) yang berbeda. (Kamus yang mendukung untuk melihat fungsi dan makna kata, misalnya, kamus keluaran Oxford).


    Kedudukan dan Fungsi Kata dalam Bahasa Inggris

    Misalnya:

    work
    dibaca: /'w3(r)k/
    fungsi/kedudukan:
    1. Sebagai Verb/Kata Kerja: Bekerja, kerja
    2. Sebagai Noun/Kata Benda: Karya, kerjaan, pekerjaan, tugas
    Contoh penggunaan:

    I work 7 hours a day. (Saya bekerja 7 jam sehari.)
    It's my work. (Itu karya saya).

    Pada contoh kalimat pertama, [work] menempati posisi dan berfungsi sebagai kata kerja lexical. Sedangkan kalimat kedua menempati posisi complement dan berbentuk kata benda.
    Dengan contoh diatas, perbedaan keduanya bukan terletak pada "dimana mereka diletakkan", tapi lebih mengarah pada status asal usulnya secara lexicon (kekamusan). Dengan kata lain, kata [work] bisa ditempatkan dimanapun dalam susunan kalimat dan itu tergantung pada bagaimana anda memahami fungsi/kedudukan kata itu sesuai aspek kekamusan. Jadi, bila sebagai kata kerja, maka selayaknya diletakkan setelah/dibelakang subject, begitupun bila statusnya kata benda - maka bisa diletakkan diposisi subject, object atau complement.


    Istilah Verb-ing, Ing form verb, Kata Kerja Bentuk Ing, dan Present Participle


    Istilah [ing] identik dengan kata kerja bentuk -ing atau verb-ing, atau Ing form verb. Bila anda menggunakan istilah ini maka, anda akan sulit memahami pola kalimat bahasa inggris yang lain, seperti; fungsi dan kedudukan -ing dalam pola kalimat continuous/progressive tense, phrase dan gerund.

    Contoh:
    • -ing didalam pola kalimat Continuous Tense

      Contoh: I am listening to the song.

      Dalam contoh ini, ada proses kerja yang dikandung oleh: be + listening (be + verb-ing).
    • -ing dalam bentuk Phrase (prase)

      Contoh: Sleeping child.

      [sleeping child] mengandung kegiatan (kerja) yang sedang terjadi disuatu waktu dan menduduki posisi prase; verb-ing + noun. Kata kerja [sleeping] berubah menjadi kata sifat (adjective) yang berguna untuk menerangkan (keadaan) dari kata benda [child]. Jadi, [sleeping] bukan lagi kata kerja, tetapi telah berubah fungsi sebagai kata sifat - khusus dalam pola phrase.
    • -ing berbentuk Gerund

      Contoh: He likes swimming.

      Kata kerja [swimming] menempati posisi object dari kata kerja [likes] dan berfungsi sebagai kata benda (jadi, tidak lagi berstatus sebagai kata kerja).

      Dan anda akan menemukan contoh kasus yang sangat banyak dan berbeda bentuk satu sama lain. Akan tetapi, dalam hal ini, kami ingin memastikan bahwa permasalahan -ing dalam bahasa inggris hanya seputar ketiga hal tersebut diatas.

      Lalu, Apa itu Present Participle?

      Present Participle adalah kata kerja bentuk -ing atau verb-ing atau Ing form verb. Sekali lagi, istilah verb-ing, ing form verb atau kata kerja bentuk -ing hanya sebatas "Istilah" dan tidak merambah ke status aslinya sebagai present participle. Memahami present particple dalam wujud istilah "verb-ing", "ing form verb" atau "kata kerja bentuk ing" INILAH yang menjadi dasar kesulitan kita didalam memahami struktur/grammar bahasa inggris.

      Bahasa Inggris hanya mengenal 2 bentuk -ing:

      1. Present Participle,
      2. Gerund.

      Perbedaan keduanya sudah jelas, yakni:
      1). Present particple adalah bentuk kata kerja.
      2). Gerund adalah bentuk kata benda, ...................................... walaupun keduanya sama-sama 'berbentuk/berwujud' -Ing.

      Dengan menjadikan present participle dan gerund sebagai bentuk -ing dalam bahasa inggris, anda akan lebih mempersempit area kesulitan seputar istilah "verb-ing".


    • Tips Memahami Kalimat Bahasa Inggris

      Bahasa Inggris itu sulit? Sulit Memahami Pelajaran Bahasa Inggris? atau, Apa Kendala Belajar Bahasa Inggris? Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa asing (Foreign Language) yang paling banyak dipelajari oleh masyarakat Indonesia. Belajar bahasa inggris melalui Kursus Bahasa Inggris terkadang masih sulit memahami Pola-pola Kalimat Bahasa Inggris yang tercantum dalam bahasan Grammar Bahasa Inggris (English Grammar). Banyak pula situs yang membuka peluang bagi pembelajar bahasa inggris di Indonesia untuk belajar bahasa inggris secara Online dan bahkan ada yang real-time dengan fasilitas fitur canggihnya bahkan dapat diakses via Android. Akan tetapi, masih saja mengeluhkan betapa susahnya memahami materi bahasa inggris itu.

      "Sebenarnya, apa yang membuat belajar bahasa Inggris itu sulit bagi banyak pembelajar Bahasa Inggris khususnya pembelajar Bahasa Inggris di Indonesia?"

      Mari kita bahas sejenak dan dalam kesempatan ini, saya akan membeberkan kendala itu - setelah mengobservasi kemungkinan kendala yang ada dan menganalisisnya sehingga penulis berani memberikan tips-nya kali ini dengan judul: Tips Memahami Pola Kalimat Bahasa Inggris, yang termaktub dalam semua bahasan materi English Grammar.

      Setiap bahasa di dunia jelas memiliki keunikan tersendiri dalam bentuk tatanan kebahasaannya, susunan kata dalam membentuk kalimat dan beberapa bentuk fungsi atau kegunaan kata tertentu didalam susunan kalimatnya, pun Bahasa Inggris demikian. Akan tetapi, yang menjadi sorotan atas munculnya keluhan mengapa terasa sulit didalam memahami pola kalimat bahasa inggris itu tiada lain karena kita berpikir negatif bahwa itu bahasa asing, bahasa orang bule dan mesti banyak aturannya sehingga belum apa-apa sudah kalah berperang. Benarkah begitu?
      Tapi tidak demikian adanya. Penulis blog pelg-grammar.blogspot.com ini bisa memahami 5 bahasa asing dan sekali lagi tidak terasa sulit mempelajarinya karena telah mendapatkan bagaimana cara memahami tiap bahasa asing itu agar ringan dipelajari dan dapat membedakannya sehingga tidak tertukar :p

      Berikut ini adalah fakta mendasar mengapa bahasa inggris itu "terasa sulit" dipelajari:
      1. Dominasi bahasa daerah di Indonesia terhadap kedatangan bahasa Asing.
      2. Penggunaan accent bahasa daerah/ sehari-hari kedalam bahasa inggris.
      Mari kita bahas satu demi satu.

      Dominasi Bahasa Daerah


      Indonesia dengan beraneka ragam budaya dan bahasanya yang berbeda-beda menjadi salah satu faktor yang menyebabkan munculnya "perasaan" akan kesulitan berbahasa asing khususnya bahasa inggris.
      Misalnya:
      • Adanya struktur (baca: susunan) kalimat bahasa daerah banyak yang berbeda antara bahasa daerah satu dengan yang lain. Bahasa sunda akan berbeda struktur kalimatnya dengan bahasa jawa tengah, begitu juga aceh, bali, batak, maluku, papua, dsb. Walaupun juga terdapat banyak persamaan.
      • Pembelajar Bahasa Inggris itu tidak pernah keluar daerah lain yang berbeda budaya dan bahasanya atau tidak dan jarang bergaul dengan orang lain daerah yang ada didekat tempat tinggal dan sekitarnya. Dengan menetapnya seseorang dimana bahasa daerahnya digunakan di tempat tinggalnya itu akan membuat pemahaman bahasa lain (khususnya Bahasa Inggris) akan lebih terasa sulitnya, ditambah lagi dengan asumsi sbb:
        .
        "bahasa inggris itu dibalik-balik ya?"
        "koq, antara tulisan ama ngucapinnya beda sih?"
        .
      • Tidak adanya rasa "penting" didalam mempelajarinya dan bahkan beberapa orang mengatakan bahwa belajar bahasa inggris itu berdosa.
      Fakta diatas kian menjadi hambatan yang kuat manakala tidak ditemukan teman atau orang-orang disekitar tempat tinggalnya yang menggunakan (atau, setidak-tidaknya praktis berdialog) bahasa inggris dalam kehidupan sehari-harinya dan jarang menonton televisi yang acara/programnya berbahasa inggris, dsb dsb.

      Bila demikian keadaannya, maka bahasa daerah akan selalu dan tetap mendominasi kehidupan sehari-harinya dan tidak menutup kemungkinan pembelajar yang baru mengenal bahasa inggris akan menghindar setiap kali ada teman atau orang lain yang membahas atau berbicara dengan menggunakan bahasa inggris.

      Penggunaan Accent Bahasa Sehari-hari


      Seperti bahasan diatas, dominasi bahasa daerah dengan segala faktor pendukungnya termasuk kendala terbesar. Selain itu, penggunaan accent (baca: logat) dalam kehidupan sehari-hari termasuk penggunaan istilah-istilah bahasa daerah dalam kalimat-kalimat bahasa indonesia yang dilontarkan menjadi hambatan kuat untuk mengenal dan mulai memahami bahasa inggris.
      misalnya:
      - dia gak kenapa-kenapa to? iya to? bener to?



      ....... termasuk contoh kalimat berikut ini:

      - emangnya gak ada yang tau?
      - bilang aja gak bakal ikutan!
      - eh, ngapain susah-susah datang kemari?
      - perasaan tuh orang gak ngerti kali yee .. emangnya dia doang yang pengin?
      - mana ada yang bisa ngejawab kalo nanyanya kek gitu.
      liat aja ntar. gak bakal gue temenin sampe kapan aja.
      - dsb.

      ( Pembaca yang budiman, 
      ada yang tau bagaimana cara menterjemahkan kalimat-kalimat tersebut?
      :p :v - yang ada mesti bingung duluan :p :v lolz. )

      Ungkapan "to" adalah ungkapan dari Bahasa Jawa (magelang, jogja dan sekitarnya). Dialek dengan ungkapan ini sering kita dengar dimanapun dan dikesempatan apapun sehingga seakan-akan ungkapan tersebut seakan-akan memang sudah menjadi salah satu ungkapan dalam Kaidah kebahasaan bahasa Indonesia. Padahal tidak demikian (walaupun suatu saat bisa terjadi :p bilamana hampir - 90% - orang Indonesia dari berbagai daerah menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari dalam kurun waktu tertentu).

      Selentingan itu terlihat sepele dan tidak penting, akan tetapi selentingan sederhana itu justru "memperkokoh" dominasi bahasa daerah dan salah satu bentuk doktrinasi dalam aspek kebahasaan - atau, yang saya sebut dengan "Language Doctrine".
      Inilah penyebab utama mengapa kita -- ketika dihadapkan dengan bahasa asing seperti bahasa Inggris ini menjadi merasa bahwa bahasa inggris itu memang sedemikian kompleks dan rumit.

      "Selentingan itu terlihat sepele dan tidak penting, akan tetapi selentingan sederhana itu justru memperkokoh dominasi bahasa daerah dan salah satu bentuk doktrinasi dalam aspek kebahasaan - atau, yang saya sebut dengan Language Doctrine "


      Solusi:

      Tips Memahami Kalimat Bahasa Inggris


      Menyimak bahasan mengenai kendala-kendala diatas, menjadi jelas bahwa itulah faktor-faktor utama yang membuat belajar bahasa inggris itu sulit.
      Bila sudah demikian keadaannya, tips berikut ini patut untuk dicoba oleh karena telah banyak terbukti dari siswa bahasa inggris saya yang berasal dari banyak daerah dan suku yang berbeda telah berhasil memahami bahasa inggris itu.

      1. Biasakanlah (setiap hari bila perlu dan setiap kesempatan bila ada) membaca atau mengucapkan (baca: melafadzkan) kata-kata bahasa inggris dengan suara yang agak keras dan jelas - jadi jangan pernah dalam hati. Ucapkanlah sesuai English Pronunciation (baca: tekhnik pelafadzan kata-kata bahasa inggris dengan benar). Jadi, belilah kamus Bahasa Inggris terlebih dahulu. Saran saya, belilah 2 kamus:
        .
        1. Kamus Inggris Indonesia
        2. Kamus Oxford (Oxford Dictionary) yang tidak ada bahasa indonesianya.
          .
      2.  Biasakanlah membaca 1 kalimat atau lebih dengan ketentuan tahapan membaca sebagai berikut:
        1. Membaca dengan pelan dan jelas - kata demi kata - hingga pas betul dengan cara melafadzkan kata-kata itu. Tanya guru bahasa inggris anda bila ragu.
          .
        2. Membaca 2 kata 2 kata dengan intensitas membacanya agak cepat. Lakukan ini dengan 3 kata 3 kata (dalam 1 kalimat atau paragrap).
          Misalnya:
          .
          I want - to learn - English language. (2-2 kata dan agak cepat)
          I want to - learn English language. (3-3 kata dan agak cepat)
          I want to learn - English language I want (4-4 kata dan agak cepat)
          I want to learn English - language I want to learn (5-5 kata dan agak cepat).
          I want to learn English language (6 kata - habis - dan, agak cepat).
          .
          Kemudian ucapkanlah berkali-kali (misalnya: 15 kali) untuk satu kalimat utuh terakhir dengan intensitas cepat, lebih cepat, lebih cepat lagi, secepat mungkin hingga bacaan anda menjadi kacau. (ini serius loh).
          .
      3.  Gunakanlah satu atau lebih kata-kata bahasa Inggris dalam obrolan sehari-harimu (ini yang sering dilakukan oleh orang Malaysia - pernahkah anda mendengar obrolan orang malaysia dengan menyentil 1 kata atau prase dalam ucapannya?).
        Misalnya:
        .
        biar ane yang kasih ente help ntar.
        mesti di teach nih orang.
        enjoy dulu aaahh.
        take it easy bro! calm down, man!
        ngapain mesti pake acara confused segala sih?
        emangnya elhu doang yang smart?
        dst.dst.
        .
        Menggunakan dan mengucapkan satu kata dalam setiap obrolanmu sehari-hari akan mendoktrin aspek kebahasaan yang ada dalam diri anda untuk terbiasa berbahasa dengannya dan ini akan menutup "rasa asing" terhadap bahasa yang memang asing :p .
        .
      4. Biasakanlah membaca 1 paragrap utuh setiap hari dengan suara agak keras (terdengar) dengan membaca yang benar (tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap kedua diatas).
        .
      5. Hiasilah kamar tidurmu - di dinding atau belakang pintu, atau didepan pintu kamar - atau dimanapun yang kira-kira gak bakal dimarahin nyokap bokapmu :v (serius nih) dengan ungkapan-ungkapan singkat dalam bahasa inggris.
        Misalnya:
        .
        Do not disturb!
        No smoking!
        Help me! (plus karikatur gambar orang kelelep di trotoar)

      Bila nomor 1 s/d 5 diatas telah anda biasakan (paling tidak 3 bulan), ingatan dan pola pikir anda setidak-tidaknya akan membuka diri untuk dimasuki bahasa asing ( bahasa Inggris ) dan mulai terasa ingin mempelajarinya, memahami dan menguasainya sehingga anda bisa menulis dan berdialog dalam bahasa Inggris. Ingat! menguasai bahasa inggris itu so amazing loh :p :v

      Bila demikian sudah terbiasa, maka persiapkan diri anda untuk belajar 5 hal mendasar sebagai berikut:
      1. Mengenal dan memahami jenis kata dalam bahasa inggris

      2. Mengenal dan memahami kata bantu dalam bahasa inggris

      3. Mengenal dan memahami bentuk kata kerja yang paling fundamental (baca: mendasar) dalam bahasa inggris.

      4. Mengenal dan memahami pola kalimat dasar dalam bahasa inggris.

      5. Mengenal dan memahami apa itu Tenses.

      Kelima hal diatas sudah saya posting di blog ini - terangkum didalam tag Panduan Belajar Grammar dan menjadi acuan inti dari pembelajaran bahasa inggris di blog pelg-grammar.blogspot.com ini bagi pembelajar super pemula alias nol sama sekali.

      Jangan lupa baca juga Pelg-grammar's Glossary yang berisi istilah-istilah yang saya gunakan untuk mempermudah pembelajaran bahasa Inggris. Dan, bila ada pertanyaan, jangan sungkan-sungkan buat kontak saya di facebook.com/Dev7Cyber2012.
      Selamat mencoba dan semoga berhasil! amin!

      If you have a question, please feel free to contact me!




    • WHAT WE DO

      We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

      CONTACT US

      For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

      Karya Nyata Ragam Kerajinan

      • Street :Road Street 00
      • Person :Person
      • Phone :+045 123 755 755
      • Country :POLAND
      • Email :contact@heaven.com

      Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

      Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.