ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

The awesome people behind our brand ... and their life motto.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

Tampilkan postingan dengan label Sentence Pattern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sentence Pattern. Tampilkan semua postingan
  • Participial Phrases: Definisi & Cara Memahaminya

    Definisi Participial Phrases

    Secara definitif, Participial Phrases adalah sekelompok kata yang terdiri atas: present participle atau past participle dan object/complement. Bila participial phrases disebut sebagai "phrases", itu berarti, participial phrases bukanlah kalimat. Memahami definisi diatas, kita dapat menemukan 2 unsur pokok pembangun Participial Phrases, yakni:

    1. Present Participle + Object/Complement
    2. Past Participle + Object/Complement
    Contoh:
    Opening the door (Present participle)
    Driven by a monkey (Past participle)

    Pada contoh diatas, dapat dilihat dimana kata /opening/ adalah present participle dengan /the door/ sebagai objectnya. Kata /driven/  sebagai past participle dengan a /monkey/ sebagai objectnya.
    Dikarenakan statusnya sebagai phrase (prase) berarti participial phrases tidaklah dapat berdiri sendiri, jadi harus membutuhkan unsur lain yang dalam hal ini berbentuk main clause.

    Contoh:

    Opening the door, the girl suddenly screamed.

    (i) Opening the door = participial phrases.
    (ii) the girl suddenly screamed = main clause.

    Perhatikan bahwa kedua unsur diatas (i) dan (ii) dipisahkan oleh tanda koma (,).

    Lebih Lanjut Mengenai: Fungsi Participial Phrases

    Participial phrases berfungsi/berkedudukan sebagai kata sifat (adjective) yang menerangkan secara langsung kata bendanya.

    Contoh:
    The water flows slowly clogged by a lot of garbage.
    (Air itu mengalir secara perlahan karena tersumbat banyaknya sampah).
    Keterangan:
    Participial phrase dengan /clogged/ berbentuk past participle.
    /clogged by a lot of garbage/ menerangkan /the water/.

    Contoh lain:
    Jumping down from the bridge, the boy got drowned.
    (Setelah/karena melompat dari jembatan, anak itu tenggelam).
    Keterangan:
    Prase /jumping down from the bridge/ menerangkan kata benda /the boy/.


    Perbedaan antara Gerund dan Participial Phrases

    Sebenarnya, gerund dan participial phrases tidak dapat dibedakan oleh karena gerund adalah bentuk akhiran -ing yang dibahas dalam satu kesatuan kalimat, sedangkan participial phrases lebih bersifat khusus mengarah pada bentuk prase yang menggunakan -ing form (bentuk -ing).
    Akan tetapi, kita fokus pada bagaimana cara membedakan bentuk -ing pada gerund dan -ing pada participial phrases, seperti berikut ini:

    1) Gerund berkedudukan sebagai kata benda (Noun)
    2) Participial phrases berkedudukan sebagai kata sifat (Adjective)

    Contoh:
    (i) Turning off the television, Bella goes to sleep.
    (Setelah mematikan TV, Bella langsung tidur).

    (ii) Turning off the television makes her sleep soundly.
    (Dengan mematikan TV membuatnya tidur nyenyak)

    Pada contoh (i) prase /turning off the television/ adalah participial phrases dengan ditandai (dipisahkan oleh) tanda "koma" yang memisahkannya dengan main clausenya /Bella goes to sleep/. Artinya, participial phrases terpisah dengan main clause-nya. Sedangkan pada gerund, prase /turning off television adalah bentuk gerund sebagai subject yang sekaligus menjadi subject dari kata kerja /makes/.

    #Pengujian Korelasi Participial Phrases dan Gerund

    Bila prase /turning off television/ dihapus dari struktur diatas (baik (i) maupun (ii)) maka, pada kalimat yang mengandung participial phrases didalamnya tidak akan mengubah makna atau menimbulkan kebingungan yang berarti dikarenakan main clause /Bella goes to sleep/ terpisah dari phrasenya /turning off television/. Berbeda halnya dengan struktur gerund, /turning off television/ merupakan bagian yang tak terpisahkan dari /makes her sleep soundly. Jadi, bila /turning off television/ dihilangkan, maka /makes her sleep soundly/ akan membingungkan dan menjadi tidak jelas maknanya karena tidak diketahui penyebab tidurnya menjadi nyenyak.

    #Kesimpulan

    - Participial phrases adalah prase dan terpisah dari main clausenya.
    - Gerund sebagai subject merupakan bentuk subject yang menjadi bagian utama bangunan kalimat.


    Related Lesson:
    Perbedaan antara present participle dan gerund.

    Bentuk-bentuk dan Posisi Participial Phrase dalam Kalimat Bahasa Inggris

    Ada beberapa bentuk participial phrases dalam Bahasa Inggris, yakni dengan menggunakan tanda baca (punctuation) berupa "koma" dan tanpa tanda baca. Tanda baca "koma" tersebut bisa diawal main clausenya maupun diakhirnya.

    #Participial Phrases dengan tanda koma:

    Contoh::
    Interviewed by a manager, the man was promoted by his director.
    The man was promoted by his director, Interviewed by a manager.

    #Participial Phrases tanpa tanda koma:

    Contoh:
    The man interviewed by a manager was promoted by his director.

    Rumus Participial Phrases

    Secara lengkap, bentuk participial phrases dirumuskan, sbb:

    Participial Phrases + , + Main Clause
    Main Clause + Participial Phrases
    Main Clause + , + Participial Phrases


    #Tambahan: Cara Memahami Participial Phrases dari sudut makna

    Agar lebih bisa memahami penggunaan participial phrases dalam kalimat bahasa inggris, ada baiknya kita menambahkan makna tersembunyi dibalik -ing yang berarti: "setelah" atau "karena" --- terkadang tanpa makna apapun.
    More discussion about participial phrases.
  • Memahami Perbedaan, Penggunaan Have, Has & Had

    Perbedaan antara Have, Has dan Had

    Sebenarnya, masalah ini sudah dibahas secara tidak langsung di Present Perfect, Past Perfect Tense dan lainnya. Hanya saja, kali ini kita akan membahas perbedaan antara Have, Has dan Had dan bagaimana cara memahaminya agar dapat menggunakannya dalam Bahasa Inggris; baik tulisan (writing) maupun percakapan (speaking).

    Memahami Have, Has dan Had harus memahami tenses terlebih dahulu dan bagaimana tenses memperlakukan ketiganya dalam membentuk pola kalimat bahasa inggris. Secara mendasar, Have dan Has adalah bentuk Present dan Had adalah bentuk Past.


    Perbedaan antara Have, Has dan Had dan Bagaimana cara menggunakannya dalam kalimat bahasa inggris


    Hubungannya dengan subject kalimat, kata /Have/ digunakan untuk subject; I, you, we dan they atau padanannya, /Has/ digunakan untuk subject; He, she dan it atau padanannya. Sedangkan kata /Had/ digunakan untuk seluruh jenis subject dan padanannya. Ketentuan ini berlaku diseluruh struktur dan pola kalimat bahasa inggris tanpa terkecuali.

    Fungsi dan Kedudukan Have, Has dan Had

    Selanjutnya adalah mengenal dan memahami fungsi/kedudukan kata /have/, /has/ dan /had/ tersebut didalam membentuk pola kalimat tertentu, yakni:

    1. Have, Has dan Had dapat berfungsi sebagai Kata Kerja Lexical
    2. Have, has dan had dapat pula berfungsi sebagai kata bantu.

    #Have, Has dan Had sebagai Kata Kerja (Lexical Verb)

    Sebagai Lexical verb, kata /have/, /has/ dan /had/ adalah kata kerja utuh yang memiliki arti/makna yang jelas.
    Contoh:

    I have a book
    (Saya mempunyai sebuah buku).

    Pada contoh diatas, kata kerja /have/ menduduki posisi sentral/vital dalam kalimat itu sebagai lexical verb.
    Contoh lain:

    She has an umbrella.
    They had breakfast two minutes ago.

    #Have, Has dan Had sebagai Kata Bantu (Auxiliary Verb)

    Sebagai Auxiliary Verb, kata /have/, /has/ dan /had/ memiliki fungsi sebagai kata bantu didalam pembentukkan pola kalimat verbal present perfect tense dan past perfect tense.


    (a) Verbal Present Perfect Tense
    Contoh:
    I have sent the letter.
    She has paid the bill.


    (b) Verbal Past Perfect Tense
    Contoh:
    I had called him.

    Studi Kasus:
    Perhatikkan contoh kalimat berikut ini!

    (i) I have had many jackets to sell.
    (ii) She has had some coins.
    (iii) We had had a chance.

    Pada kalimat (i) dan (ii), pola kalimat yang digunakan adalah Present Perfect Tense dan pada kalimat (iii) pola kalimatnya adalah Past Perfect Tense. Ketiganya berpola verbal.
    Kata /have/, /has/ dan /had/ pertama berkedudukan sebagai Auxiliary Verb. Sedangkan kata /had/ kedua atau didepan object-nya adalah lexical verb bentuk ketiga atau Past Participle.

    Untuk lebih jelas, perhatikan gambaran visual berikut ini!

    Have, has dan had sebagai Auxiliary verb dan lexical Verb | Pelg-grammar

    #Had menjadi bagian dari Bentuk Auxiliary

    /Had/ banyak digunakan sebagai bentuk auxiliary bentuk lain seperti;
    "had better" yang berarti: lebih baik.

    Contoh:
    I had better go.
    (Saya lebih baik pergi).

    Dimana had better adalah bentuk auxiliary yang harus diikuti oleh Bare-Infinitive atau kata kerja berbentuk present tanpa mendapat imbuhan apapun. Selain itu, had better menggunakan seluruh jenis subject dan padanannya tanpa adanya perubahan pada /had better/ dan kata kerja dibelakangnya.
  • Memahami Adjectives Order | Order of Adjectives

    Pengertian Adjectives Order Bahasa Inggris

    Adjective Order dalam Grammar Bahasa Inggris adalah bentuk susunan 2 kata sifat atau lebih yang tersusun berdasarkan tujuan deskriptif agar kata benda (noun) yang diterangkannya memiliki informasi lebih jelas dan lebih mudah dipahami.

    Berdasarkan definisi adjective order diatas, dapat kita sederhanakan bahwa adjectives order termasuk Prase (Phrase) dimana ada:

    Adjective + Noun

    Dalam hal ini, Noun (kata benda) berkedudukan sebagai head-word atau, kata inti yang menjadi obyek dari modifier-nya yaitu; kata sifat. Dengan kata lain, kata benda (head-word) itu diterangkan oleh kata sifat yang ada didepannya.

    Contoh prase:

    good job
    slow motion
    big deal
    best student

    dimana, kata /good/, /slow/, /big/, dan /best/ adalah kata sifat (adjectives) yang menerangkan kata bendanya (head-word) berupa; /job/, /motion/, /deal/, dan /student/.


    Cara Menggunakan Adjectives Order

    Pada adjectives order, kata sifat terdiri atas; lebih dari 2 buah. Kata sifat itu tersusun sedemikian rupa berdasarkan alasan tertentu yaitu; "bagaimana caranya agar lawan bicara dapat lebih memahami apa dan bagaimana sebenarnya benda yang diterangkannya itu"

    Contoh Kasus;
    Pada kalimat dibawah ini, terdapat kata benda (calon head-word) berupa /a man/ yang akan kita gunakan dalam pola adjectives order ini;

    Faradillah saw a man near the garage last night.
    (Faradillah melihat seorang laki-laki didekat garasi malam kemarin).

    Dari contoh kalimat diatas, kata benda /man/ tidak jelas informasinya. Misalnya saja anda juga melihat ada seorang laki-laki (a man) berada didekat garasi tadi malam. Kemudian anda menerangkan mengenai apa dan bagaimana laki-laki itu agar lawan bicara bisa mendapat informasi lebih dari sosok laki-laki itu. Disinilah adjectives order berlaku dan penting untuk digunakan.

    Berikut ini adalah tata urutan bagaimana kata sifat memberi informasi lebih mengenai kata benda /a man/ tsb:

    an old man
    (Seorang laki-laki tua)

    a handsome, old man
    (seorang laki-laki tua yang tampan)

    a handsome, tall, old man.
    (seorang laki-laki tua, tinggi dan tampan)

    a handsome, tall, old, javanese man.
    (seorang laki-laki jawa, tua, tinggi dan tampan).

    Dengan adanya kata sifat - kata sifat tersebut, maka head-word /man/ menjadi lebih jelas. Dengan kata lain, seluruh kata sifat yang ada tersebut menerangkan kata benda /man/ agar kata benda menjadi lebih jelas.

    #Adjectives Order dilihat sebagai Aspek Gramatikal

    Dengan digunakannya rentetan kata sifat diatas, bukan berarti tanpa aturan. Grammar Bahasa Inggris telah mengatur tata urutan kata sifat manakah yang harus lebih dulu digunakan, kemudian diikuti oleh kata sifat - kata sifat lainnya sedemikian rupa sehingga disebut dengan Adjectives Order atau Order of Adjectives.

    Bila melihat contoh terakhir tersebut maka kita mendapatkan gambaran tata susunan kata sifat tersebut yaitu:

    • "a" (disebut sebagai artikel (articles) yang "turut" menerangkan kata benda /man/. Dengan adanya article "a" kita mengetahui bahwa hanya ada satu laki-laki didekat garasi tersebut. Karena sifatnya "Menerangkan" jumlah dari laki-laki tersebut, maka article "a" tersebut juga berkedudukan sebagai kata sifat yang dalam hal ini bertindak sebagai "determiner".
    • "handsome", adalah kata sifat yang berfungsi untuk menggambarkan fisik seseorang berdasarkan penglihatan (observation) atau dapat juga sebagai bentuk opini (opinion) mengenai kriteria ketampanan seorang laki-laki.
    • "tall", adalah gambaran fisik yang dilihat dari aspek ukuran (size) fisik tubuh seseorang.
    • "old", adalah cara mengungkapkan usia atau umur (age) seseorang.
    • "javanese", bisa diartikan "suku jawa" atau "orang jawa". Kata "suku" atau "orang" mengacu pada asal seseorang atau tempat asal, tempat adat, suku, etnik dari suatu suku bangsa atau negara (origin).

    Dengan gambaran diatas dapat diurutkan susunan bentuk kata sifat yang harus digunakan, yakni:

    • determiner (a)
    • observation/opinion (handsome)
    • size (tall)
    • age (old)
    • origin (javanese)

    Determiner + observation/opinion + size + age + origin + head-word
    (a handsome, tall, old, javanese man).


    Susunan Baku Adjectives Order Bahasa Inggris

    Dengan kebiasaan penggunaan susunan kata sifat diatas, akhirnya, grammar bahasa inggris mengatur susunan kata sifat (adjectives order) dengan susunan sistematis seperti berikut ini:

    Susunan Baku Adjective Order itu adalah:

    determiner + observation/opinion + size + shape + age + color + origin + material + qualifier + head-word/noun.

    Keterangan tambahan:
    Contoh [shape], yaitu: square, triangle, short dsb. (mengacu pada bentuk dimensi dari kata bendanya).
    Contoh [color], yaitu: blue, yellow, black, dsb (mengacu pada warna-warna dari kata bendanya)
    Contoh [material], yaitu: silk, iron, gold, dsb (mengacu pada wujud materi/bahan kata bendanya).
    Contoh [qualifier], yaitu: cooking, english, dsb (mengacu pada bentuk spesifik dari kata bendanya).

    Contoh:
    a square frame (sebuah bingkai yang berbentuk persegiempat).
    a yellow book (sebuah buku yang berwarna kuning).
    a gold ring (sebuah cincin yang terbuat dari bahan emas).
    an English book (sebuah buku bahasa inggris).

    Catatan:
    Qualifier selalu berbentuk kata benda (noun) yang memberi makna lebih spesifik atas kata benda intinya.
    Tidak semua kata sifat yang ada dalam susunan itu digunakan semua. Intinya, bergantung pada anda yang mengucapkannya, akan tetapi secara gramatikal tata susunan kata sifat tersebut bersifat baku. Itu artinya, bila ingin menggunakan adjectives order dalam sebuah kalimat, maka gunakanlah susunan adjectives order baku tersebut.


  • Kegunaan kata "TOO" dalam Bahasa Inggris

    Cara Menggunakan kata "TOO"

    Dalam bahasa inggris, kata "Too" digunakan baik sebagai adverb of quality maupun sebagai agreement.
    Sebagai adverb of quality, kata "too" berarti harus dikaitkan dengan kata sifat (adjective).


    Contoh adverb of quality selain /too/, yakni:
    so (begitu), very (sangat/sekali), enough (cukup), much (e.g. much better), rather (agak), fairly (agak), dsb.

    1. Too sebagai Adverb of Quality


    Too + Adjective

    Contoh:
    I am too old to learn English.
    (Saya terlalu tua untuk Belajar Bahasa Inggris).
    Dalam hal ini, /too/ pada pola kalimat diatas ditafsirkan sebagai "terlalu".
    Contoh lain:

    Too easy (terlalu mudah)
    Too stupid (terlalu bodoh/konyol)
    Too fat (terlalu gemuk)
    Too low (terlalu rendah)
    dsb.

    Perhatikan bahwa kata /easy/, /stupid/, /fat/, atau /low/ adalah kata sifat (adjective).


    2. Too sebagai bentuk Agreement

    Sebagai bentuk Agreement, kata "Too" berarti "juga" atau dapat diinterpretasi sebagai "juga".
    Contoh:

    I am too.
    (Saya juga).

    I do too.
    (Saya juga).

    Catatan:
    Penggunaan to be /am/ atau auxiliary /do/ pada kedua contoh diatas jelas bergantung pada bentuk kata kerja yang digunakan pada ungkapan sebelumnya atau statement.

    Contoh:
    She is a student and I am too.
    Ungkapan sebelumnya adalah /She is a student/ yang menggunakan kata kerja structural berbentuk be (yaitu: /is/).

    Contoh lain:
    She loves Indonesia and I do too.
    Ungkapan sebelumnya adalah /She loves Indonesia/ yang menggunakan kata kerja lexical berbentuk present simple sehingga auxiliary yang harus digunakan pada pola agreement-nya adalah /do/.

    Menyimak penjelasan diatas, kita dapat melihat struktur /too/ sebagai bentuk agreement, yaitu:

    Subject + Auxiliary + TOO


    Tambahan:
    Kita juga dapat menggunakan kata "so" sebagai pengganti dari kata "too", hanya saja, kata "so" diletakkan didepan kata bantu (auxiliary), sehingga menjadi:

    So + Auxiliary + Subject

    Contoh:
    So do I (saya juga).

    Contoh lain:
    He drives the car and so do I.
    (Dia mengemudikan mobil dan saya juga).


  • Negative Agreement: Either & Neither

    Cara Menggunakan Either dan Neither

    Ungkapan Either dan Neither digunakan dalam pernyataan negative, atau disebut juga dengan "Negative Agreement". Dalam grammar bahasa inggris, negative agreement "either" dan "neither" adalah cara mengungkapkan hal yang sama atas pernyataan sebelumnya -- semisal --- "saya juga tidak" dsb.
    Contoh:

    Pernyataan 1: Rudi doesn't like mango.
    Pernyataan 2: I don't like mango.

    Pada contoh diatas, baik pernyataan 1 maupun pernyataan 2 sama-sama tidak menyukai "mango". Dengan kata lain, pernyataan 2 mengungkapkan hal yang sama atas pernyataan sebelumnya yaitu pernyataan 1. Dengan menggunakan ungkapan either atau neither, kita dapat memperpendek ungkapan kedua dalam bentuk sbb:

    Menggunakan Either -> I don't either.
    Menggunakan Neither -> Neither do I (huruf "n" pada neither adalah kependekan dari "not" -> not + either)

    Sehingga, bila ditulis keseluruhan:

    Pernyataan 1: Rudi doesn't like mango.
    Pernyataan 2: I don't either.

    atau,

    Pernyataan 2: Neither do I.

    Note: Dari penjelasan dan contoh diatas, jelaslah sudah bahwa, ungkapan either atau neither HANYA digunakan pada konteks/kalimat/ungkapan agreement yang mengandung negative.

    Struktur Penulisan Either dan Neither

    Either

    Gunakan "either" di belakang kata bantu (auxiliary):
    Subject + Auxiliary + NOT + Either

    Neither

    Gunakan "neither" di depan kata bantu (auxiliary):
    Neither + Auxiliary + Subject


    Pengaruh Bahasa Dialektis (Lokal) terhadap Either dan Neither

    Penggunaan either dan neither pada daerah lain (native speakers) yang berbeda dengan struktur bakunya (grammatikal) sering membuat kita bingung, contoh:


    Nor do I
    Me either
    Me neither


    Ketiga contoh non-baku tersebut sama maksudnya dengan: neither do I atau I don't either --- hal ini dipengaruhi oleh sosial budaya dan bahasa dialektis setempat. Bagi pembicara diluar daerah tersebut mungkin membingungkan, dan tidak demikian halnya dengan daerah itu sendiri yang biasa menggunakan ungkapan dengan pola "aneh" tersebut.

    Salah satu bentuk pengaruh dialektis lainnya adalah: menggunakan semua bagian kalimat yang sama pada pernyataan sebelumnya lalu menambahkan ungkapan "either" dibelakangnya.
    Contoh:

    I don't like either.

    Bahkan lebih lengkap lagi,
    Contoh:

    I don't like it either.

  • Perbedaan & Penggunaan Few, A Few, Little, A Little

    Penggunaan Few/A Few dan Little/A Little

    Apa itu Few, a few, little dan a little? Few, a few, little dan a little dalam Grammar Bahasa Inggris termasuk quantifier yang digunakan didepan kata benda jamak (plural noun) atau prase kata benda (noun phrase). Few, a few, little dan a little tidaklah dapat berdiri sendiri (can not stand alone) atau tidak dapat digunakan apabila tidak bersamaan dengan noun atau noun phrase.

    Contoh:
    A few books
    A little experience

    Dalam contoh tersebut diatas, quantifier /a few/ digunakan bersamaan dengan kata benda /books/ dan quantifier /a little/ digunakan bersamaan dengan /experience/. Dengan kata lain, /a few/ atau /a little/ tidak dapat digunakan apabila tidak bersamaan dengan noun/noun phrase, sehingga:

    Quantifier + Noun
    Quantifier + Noun Phrase

    Lebih lanjut, Quantifier + Noun atau Quantifier + Noun Phrase ini menjadi salah satu unsur/bagian pembentuk kalimat --- bisa menduduki posisi subject bisa juga diposisi object.

    Perhatikan contoh berikut ini:
    I have a few books in my bag.

    Dalam contoh kalimat diatas, kita melihat bahwa /a few books/ diletakkan setelah kata kerja /have/. Oleh karena kata kerja /have/ adalah Transitive Verb (Kata Kerja Transitif), maka /a few books/ berkedudukan sebagai object dalam kalimat tersebut.

    Contoh lain --- dimana, /a few books/ berada diposisi subject:
    A few books were burnt by the man yesterday.

    #Perbedaan Antara A Few/Few dan A Little/Little

    Apa perbedaan antara /a few/,/few/ dan /a little/,/little/ secara umum?
    Quantifier /Few/ atau /A Few/ secara khusus digunakan pada kata benda jamak yang dapat dihitung (Countable Nouns).

    Contoh:
    few books
    a few apples
    a few cars
    few students

    Baik /books/, /apples/, /cars/, atau /students/ adalah kata benda yang dapat dihitung (count nouns).

    Sedangkan quantifier /Little/ atau /A Little/ digunakan untuk kata benda yang tak dapat dihitung (Uncountable Noun).

    Contoh:
    little touch
    a little attention

    Kata benda /touch/ dan /attention/ seperti contoh diatas termasuk kata benda tak dapat dihitung (Uncount noun).


    #Apa Perbedaan antara Few dan A Few serta Little dan A Little

    Digunakannya article "A" pada /few/ atau /little/ dapat kami jelaskan seperti dibawah ini!

    • A few dapat ditafsirkan "banyak" tapi "tidak semua", sedangkan hanya Few dapat ditafsirkan "sedikit sekali". Ketentuan pada /few/ ini sama halnya dengan /little/

    Jadi dapat kita simpulkan:

    A Few atau A Little berarti: "banyak" tapi "tidak banyak sekali atau semua".
    Few atau Little berarti: "sedikit sekali" bahkan nyaris habis/tidak tersisa.

    Contoh Penggunaan A Few dan A Little serta Few dan Little:

    I have a few friends in this classroom.
    (Saya mempunyai banyak teman dikelas ini --- tapi tidak semuanya).

    I have few friends in this classroom.
    (Saya mempunyai sedikit teman dikelas ini --- sedikit sekali, misal cuma ada 1, 2 atau 3 dari 40 siswa).

    I have a little skill.
    (Saya mempunyai banyak kepintaran/keterampilan --- tapi belum tentu semua dikuasai 100% dan mahir --- bisa juga dibilang bahwa saya mempunyai kemampuan yang cukup lumayan.).

    I have little skill.
    (Saya mempunyai sedikit kepintaran/keterampilan --- sedikit sekali, misal cuma ada 1 atau 2 dan dengan demikian, saya tidak dapat diandalkan karena cuma sedikit yang saya bisa.).
  • How Many vs How Much

    Apa perbedaan antara How Many dan How Much?

    How much dan how many adalah bentuk prase kata tanya (question word phrases) yang tersusun atas gabungan antara kata tanya (question word) How dan determiner berupa Many/Much.
    Many atau Much yang disebut juga dengan quantifier (yakni: kata yang berfungsi sebagai penanda kata benda jamak (plural noun). Penanda kata benda disini berarti mengacu pada benda jamak atau menerangkan kata benda jamak.

    Contoh:
    How much is it?
    (Berapa banyak?)

    How many books are there?
    (Berapa banyak buku yang ada?)

    Kesimpulan sementara, how much dan how many adalah:
    1. How --> Question Word
    2. Much/Many --> Digunakan untuk menanyakan kata benda jamak (Quantifier of plural noun).

    Sehingga:

    How + Many
    How  + Much
    (Question Word  + Quantifier of Plural Noun)

    Perbedaan antara Many dan Much

    #Many

    Many digunakan untuk untuk menerangkan kata benda jamak yang dapat dihitung (Quantifier of Countable Noun).

    Contoh:
    How many English books do you have?
    (Berapa banyak buku bahasa Inggris yang kau punyai?)

    Perhatikan penggunaan akhiran (atau suffix) berupa: "-s" yang terdapat pada kata benda /book/ yang merupakan tanda bahwa kata benda /book/ adalah jenis kata benda yang dapat dihitung (countable).

    #Much

    Much digunakan untuk untuk menerangkan kata benda jamak yang tidak dapat dihitung (Quantifier of Uncountable Noun).

    Contoh:
    How much sugar do you need?
    (Berapa banyak gula yang kamu butuhkan?)

    Pada contoh diatas, terdapat kata benda tidak dapat dihitung, yakni berupa: /sugar/ atau /gula/. Oleh karena kata bendanya berupa /sugar/ yang merupakan kata benda tidak dapat dihitung, maka, quantifier "Much" -lah yang harus digunakan dan bukan /many/.

    Kesimpulan:
    How much: digunakan untuk menanyakan kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), dan
    How many: digunakan untuk menanyakan kata benda yang dapat dihitung (countable noun).

    Contoh lain penggunaan How Much:

    How much is it?

    Bisa berarti: "berapa banyak", bisa juga "berapa harga".

    Contoh lain:

    How much is the bag?
    (Berapa harga tas itu?)

    Catatan:
    Bahwasanya, pertanyaan how much pada contoh diatas, tidaklah mengacu pada kata benda /bag/. Artinya, bukan /bag/ sebagai kata benda yang dimaksud dalam pertanyaan itu melainkan mengacu pada "harga". Dalam hal ini, "harga" adalah kata benda yang tidak dapat dihitung. Hanya saja tidak tertulis secara fisik kata "harga" pada pertanyaan itu.

    Bila ingin menggunakan kata "harga" atau bahasa inggrisnya "price" maka gunakanlah kata tanya: /what/ dan bukan /how/.

    Contoh:
    What price is the bag?
    (Berapa harga yang tertera pada tas itu?)

    Akan tetapi, pertanyaan seperti ini sangat kaku diterapkan khususnya dalam percakapan walaupun secara grammatical telah benar.



  • Subjunctive Mood: Were dan Wish

    Memahami Pengertian & Kegunaan Subjunctive Mood

    Apa itu Mood? Mood adalah bentuk kata kerja tertentu yang digunakan untuk menyatakan keadaan (mood) tertentu. Keadaan disini dapat berupa; keragu-raguan, perintah, harapan, fakta atau kemustahilan.

    Dalam Bahasa Inggris, Ada 3 jenis/macam Mood, diantaranya:

    1. Indicative Mood
      Digunakan untuk menyatakan suatu fakta/realita atau keadaan secara umum. Contohnya adalah Kalimat Interrogative/Tanya.
      .
    2. Imperative Mood
      Imperative mood disebut juga sebagai kalimat perintah atau kalimat yang digunakan untuk memberi intruksi/perintah pada seseorang.
      .
    3. Subjunctive Mood
    Lalu, Apa itu Subjunctive Mood? Subjunctive mood adalah cara menyatakan harapan (wish), saran (suggestion), perintah/permintaan (command), syarat (condition) dalam Bahasa Inggris yang pada kenyataannya diragukan untuk bisa tercapai/terjadi dan bahkan sangat tidak mungkin terjadi (contrary to fact: berlawanan dengan fakta/kenyataan). Pada dasarnya, Conditional Sentence/If Clause (kalimat pengandaian) termasuk dalam kategori Subjunctive mood.
    Perhatikan contoh kalimat conditional sentence yang mengandung fungsi Subjunctive Mood berikut ini:
    (i) I was with you at that time (bukan subjunctive)
    (ii) If I were here, I would help you (bentuk subjunctive).


    Subjunctive Mood dalam Pola Kalimat Nominal & Kalimat Verbal

    Kalimat Nominal identik dengan Kata Kerja Structural berupa: BE dengan Complement dibelakangnya. Mari kita lihat kembali rumus pola kalimat nominal:

    Subject + BE + Complement

    Kata kerja structural BE yang digunakan pada subjunctive mood ini hanya berupa: /were/ dan meniadakan atau tidak pernah menggunakan /was/. Dengan demikian, Kata kerja structural BE "were" digunakan untuk seluruh jenis subject yang ada termasuk padanannya.

    Contoh:
    If I were you, I would stop smoking.
    (Jika saya adalah kamu, saya akan berhenti merokok).

    Pada Pola Kalimat Verbal, kata kerja yang digunakan berupa Kata Kerja Lexical, diantaranya: ask, demand, determine, insist, move, order, pray, prefer, recommend, regret, request, require, suggest, wish.

    Contoh:
    I wish I were you.
    (Saya berharap saya adalah kamu).

    Perubahan & Perbedaan Penggunaan Kata Kerja Subjunctive & Bukan Subjunctive Mood

    Berikut ini adalah bentuk-bentuk kata kerja yang digunakan dalam pola kalimat yang mengandung Subjunctive Mood:

    Bukan
    Bentuk Subjunctive
    Bentuk
    Subjunctive Mood
    A. is
    (khusus subject; he, she, it/padanannya.)

    Contoh penggunaan:
    The girl is lost.
    A. be
    (untuk seluruh subject)
    Contoh penggunaan:
    I wish they be here on time.
    B. was
    (hanya untuk subject; she, he, it dan I.)
    Contoh penggunaan:
    She was ill.
    B. were
    (untuk seluruh jenis subject)
    Contoh penggunaan:
    If you were a flower, I would be the bee.
    C. Kata kerja present (present verb) yang berakhiran "s" atau "es" dengan subject; he, she, it atau padanannya.

    Contoh penggunaan:
    He likes an apple.

    C. Akhiran "s" atau "es" dihilangkan.
    (untuk seluruh subject.)
    Contoh penggunaan:
    I wish she pick me up soon.
    Catatan:
    Perubahan-perubahan diatas tidaklah merubah arti/makna aslinya.
    Selain itu, ada beberapa kata sifat (adjective) yang sering digunakan didalam menyatakan subjunctive mood, yakni: crucial, essential, important, imperative, and necessary.

    Contoh:
    It's important she be involved in this case.
    (adalah penting jika dia dilibatkan dalam kasus ini).

    Contoh lain penggunaan subjunctive mood:
    I demanded that she call me in April.
    I suggest that he go to school before 6.30 am.

  • Penggunaan There is, There are, There dan Here

    Makna & Penggunaan There is & There are

    Prase "there is" atau "there are" digunakan untuk mengungkapkan apakah sesuatu itu ada atau tidak. Ungkapan /there is/ /there are/ ini berkedudukan sebagai "subject virtual" dalam kalimat bahasa inggris.


    There is/are + Noun/Pronoun/Noun Phrase


    Yang dimaksud dengan "subject virtual" disini --- hakikatnya bukanlah subject --- akan tetapi, memiliki fungsi sebagai "subject sebenarnya" seperti halnya kata benda, pronoun, phrase ataupun sub clause yang dapat berkedudukan/berfungsi sebagai subject. +Pelg

    "there is, there are ini berkedudukan sebagai "subject virtual" dalam kalimat bahasa inggris."

    ................ Jadi, bilamana ada rangkaian kata yang didahului oleh prase /there is/ atau /there are/ maka rangkaian kata-kata itu layaklah disebut sebagai kalimat utuh dan memenuhi syarat sebagai sebuah kalimat.


    There is/are & Hubungannya dengan Singular & Plural

    Pada saat kita menggunakan there is/there are maka, ungkapan there is/are akan menginformasikan pada kita mengenai: "ada atau tidaknya "sesuatu" atau benda (baca: kata benda/prase kata benda)". Dengan kata lain, ungkapan there is/are ini digunakan untuk menyatakan apakah "sesuatu/benda" itu ada atau tidak. Disinilah cara kita memahami hakikat penggunaan there is/are.

    Contoh:
    Ada seekor cicak di dinding.
    Ada banyak kutu di rambut panjangmu.
    Ada polisi di bank itu.

    Pada ketiga contoh diatas, ungkapan /ada/ menunjuk - menginformasikan pada kita bahwa ada - /cicak/, /kutu/, dan /polisi/. Dengan kata lain, /ada/ --> kata benda

    Dalam penerapannya, there is/there are tidak hanya menunjuk pada kata benda tunggal (singular) tapi juga kata benda jamak/banyak (plural) hal ini bisa dilihat dari kata kerja berupa /is/ atau /are/ yang berbentuk BE-present atau kata kerja structural bentuk present (lihat bahasan mengenai simple present tense dalam kalimat nominal).

    Sehingga:

    There is --> untuk kata benda tunggal (singular noun)
    There are ---> untuk kata benda jamak (plural noun).

    Contoh:
    (i) There is a book.
    (ii) There are many books.

    Pada contoh (i), /There/ menggunakan kata kerja /is/ yang ditunjukkan melalui kata bendanya berupa kata benda tunggal /a book/. Dalam hal ini, indefinite article /a/ adalah determiner (penanda) bahwa kata benda /book/ adalah tunggal.

    Sedangkan pada contoh yang kedua, kata bendanya berupa kata benda jamak (plural) yang bisa kita ketahui dari:

    • Akhiran "s" pada kata /book.
      book + s --> books (yang berarti ada lebih dari 1 atau sama dengan 2 buah buku)
    • Kata Keterangan Quantity atau Kuantitas yakni: /many/

    Jadi, pada waktu kita hendak menggunakan ungkapan there is/are dan sebelum menentukkan apakah kita harus menggunakan kata kerja structural berupa /is/ atau /are/ bergantung pada benda atau kata bendanya. Tambahan pula bahwa hanya kata kerja /is/ dan /are/ saja yang digunakan pada ungkapan /there/ ini dan tidak yang lain seperti; /am/.
    Kedua penanda baik akhiran /-s/ atau /many/ memberi informasi pada kita bahwa ada lebih dari 1 buku atau sama dengan 2 buku.

    Penggunaan "There is" pada Kata Benda Tak-dapat Dihitung (Uncountable Noun) 


    Contoh:
    There is some sugar in the jar.
    (Ada gula didalam toples).
    Keterangan: /sugar/ atau /gula/ adalah uncountable noun. Oleh karena itu kita menggunakan /there is/.

    Hubungan There is/are dengan adverb of place

    Penggunaan /there is/ atau /there are/ seringkali dikaitkan dengan nama tempat - adverb of place (kata keterangan tempat) - yang bertujuan memberikan informasi lebih dan rinci mengenai dimana letak benda saat itu.

    Contoh:
    Ada sebuah boneka diatas kursi.
    (there is a dool on the chair).

    Pada contoh ini, kata keterangan tempat/adverb of placenya adalah: /on the chair/ atau /diatas kursi/ sehingga struktur/pola kalimatnya menjadi:


    There is/are + kata benda (Noun) + Adverb of Place


    Contoh lain dengan menggunakan kata keterangan tempat murni yakni: /there/ dan /here/:
    There is a table here.
    (Ada sebuah meja disini)

    There are many persons there.
    (Ada banyak orang-orang disana).

    atau;

    There is a table right here.
    (Ada sebuah meja disini)

    There are many persons right there.
    (Ada banyak orang-orang disana).

    atau,

    There are many persons over there.
    (Ada banyak orang-orang disebelah sana).


    Dalam contoh diatas, kata /there/ atau /here/ diakhir kalimat tersebut bukanlah /there is/ atau /there are/ pada bahasan kita ini melainkan murni sebagai adverb of place.

    Penggunaan There + BE & Tenses

    Penggunaan kata kerja/be pada ungkapan /there/ ini bergantung pada tenses yang digunakan;

    Simple Present

    Contoh:
    There is a pineapple in the basket. (singular)
    There are two bottles in the cupboard. (plural)

    Simple Past

    Contoh:
    There was a pineapple in the basket. (singular)
    There were two bottles in the cupboard. (plural)

    Present Perfect Tense

    Contoh:
    There has been a pineapple in the basket. (singular)
    There have been two bottles in the cupboard. (plural)

    Past Perfect Tense

    Contoh:
    There had been a pineapple in the basket. (singular)
    There had been two bottles in the cupboard. (plural)


    Pada Semua bentuk Future

    Contoh:
    There will be a pineapple in the basket. (singular)
    There will be two bottles in the cupboard. (plural)

    begitu juga dengan:
    There would be a pineapple in the basket. (singular)
    There would be two bottles in the cupboard. (plural)


    Pada unsur Modal Auxiliary

    Contoh:
    There must be a pineapple in the basket. (singular)
    There must be two bottles in the cupboard. (plural)
    There may be a pineapple in the basket. (singular)
    There may be two bottles in the cupboard. (plural)
    There will be a pineapple in the basket. (singular)
    There will be two bottles in the cupboard. (plural)
    There can be a pineapple in the basket. (singular)
    There can be two bottles in the cupboard. (plural)



    Penggunaan "There" bersama Present Participle atau To-Infinitive

    Struktur I:

    There + BE + Noun/Indefinite Pronoun + Present Participle

    Contoh:
     There is someone waiting for you out there.


    Struktur II:

    There + BE + Kata Benda + To Infinitive

    Contoh:
    There are many assignments to do tonight.


    Bentuk Contraction/Singkatan dari There is/are

    /there is/ dan /there are/ - dalam penerapannya - dapatlah disingkat dengan ketentuan dan contohnya sbb:

    Kalimat Positive:

    There's a student in the car. (There's = there is).
    Catatan: Pada kalimat positive ini, /there are/ tidak bisa disingkat.

    Kalimat Negative:

    There's not a student in the car.
    atau,
    There isn't a student in the car.
    atau,
    there's no a student in the car.

    Contoh pada /there are/:
    There aren't any sugar in the cup.


    Kalimat Interrogative:

    Is there a student in the car?
    Are there any student in the car?


    .........................................................

    Tambahan:
    Ungkapan /there is/ dan /there are/ juga sering dikaitkan dengan bentuk pertanyaan yang menanyakan jumlah atau banyaknya benda, yakni dengan menggunakan prase kata tanya:  /how many/, /how much/

    Catatan:
    /how many/ untuk menanyakan kata benda yang dapat dihitung.
    /how much/ untuk menanyakan kata benda yang tak-dapat dihitung.

    Contoh:
    How many hours are there in a day?
    How much sugar is there in the glass?

    _____________________________

    *Requested by some one. May 10th, 2016

  • Memahami Adverbial Clauses - Complex Sentence

    Pengertian Adverbial Clauses

    Secara definitif, adverbial clauses adalah sub clause yang menduduki posisi adverb. Makna "menduduki posisi" disini berarti "menggantikan ..." atau "bertindak sama persis seperti ...". Jadi, Adverbial clauses adalah sub clause yang menggantikan atau bertindak sama persis seperti adverb pada umumnya dan menduduki posisi adverb. "menggantikan" ataupun "bertindak" disini tidak selalu harus sama kata-katanya, akan tetapi fungsinya harus sama dengan adverb.

    Contoh:
    (i) Shinta has swept and mopped the floor for 5 hours.
    (Shinta telah menyapu dan mengepel lantai itu selama 5 jam).

    (ii) Shinta has swept and mopped the floor until it shines like a mirror.
    (Shinta telah menyapu dan mengepel lantai itu sampai bersinar seperti kaca).

    Pada kedua contoh kalimat diatas, pada kalimat (i) kita melihat bahwa shinta telah melakukan kegiatan menyapu lantai selama kurang lebih 5 jam. Apa yang terjadi jika lantai itu disapu dan dipel selama kurang lebih 5 jam? yang jelas, dugaan positif yang paling memungkinkan adalah; lantai itu akan bersih dan bersinar alias kinclong seperti kaca, bukan?.

    Ungkapan /for 5 hours/ adalah adverb of time (kata keterangan waktu) dari present perfect tense. Intinya, /for 5 hours/ adalah adverb. Dengan kata lain, /for 5 hours/ adalah normal adverb atau adverb pada umumnya. Nah, pada contoh kalimat (ii) ungkapan /for 5 hours/ tersebut dapatlah kita ganti dalam bentuk lain - dalam wujud ungkapan yang berbeda (baik kata maupun struktur/pola-nya) - tapi, memiliki fungsi yang persis seperti normal adverb (i).

    Adverbial clauses tidak selalu harus seperti contoh diatas, itu artinya, anda dapat menulis atau mengungkapkan sesuatu dalam bahasa inggris tanpa terlebih dahulu membuat pola kalimat asalnya.

    Dalam pembentukkan adverbial clauses - seperti halnya pada Adjective Clause dan Noun Clause - Adverbial Clauses juga memiliki kata penghubung dan ungkapan tertentu lainnya yang digunaka dalam rangka membentuk pola sub clause dari adverbial clauses, diantaranya adalah; when, where, until, while, as long as, dsb - dimana penggunaanya bergantung pada macam adverb apa yang sedang digunakan - yang akan dijelaskan sebentar lagi. Kesemua conjunction baik yang digunakan pada adjective clause, noun clause maupun adverbial clauses ini disebut juga dengan subordinate conjunction atau kata penghubung pembentuk subordinate (baca juga mengenai: sub clause).


    Sub clause = Subordinate Conjunction + Subject + Verb


    Bentuk Adverbial Clauses yang Menduduki Posisi Macam-macam Adverb.

    Kita mengenal banyak jenis atau macam-macam adverb, semisal, adverb of time, adverb of manner, adverb of place, dsb. Sub clause dalam bahasan adverbial clause ini pun dapat menggantikan posisi adverb-adverb tersebut dengan bentuk dan pola sub clause tersendiri dengan fungsi yang sama sehingga dapatlah disebut sebagai adverbial clauses.

    Normal Adverb yang dapat diduduki oleh Sub Clause:

    1. Berfungsi sebagai Adverb of time

    Subordinate conjunction yang sering digunakan, yakni: after, as, as long as, as soon as, before, no sooner than, since, until, when, atau while.
    Contoh:
    He went to a mall after the bell rang.

    2. Berfungsi sebagai Adverb of place

    Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: anywhere, everywhere, where, atau wherever.
    Contoh:
    I would be with you wherever you like.

    3. Berfungsi sebagai Adverb of manner

    Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: as, like, atau the way.
    Contoh:
    I want to help you like you did.

    4. Berfungsi sebagai Adverb of Degree/Comparison

    Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: than, as...as, so...as, atau the...the.
    Contoh:
    She is not so pretty as you said.
    I am happier than you (are).

    5. Berfungsi sebagai Adverb of Condition

    Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: if, unless dan terkadang when.
    Contoh:
    If you give me money, I will marry you.
    If you had picked me up, I wouldn't have been late.

    Catatan:
    Penggunaan /when/ sebagai subordinate conjunction disini tidaklah sama fungsi dan maknanya dengan sub clause sebagai adverb of time seperti nomor (1). /when/ disini lebih cenderung memiliki makna sama dengan /if/ atau /unless/, hanya saja tidak mengandung pengandaian murni.
    Contoh:
    Adalah lebih baik menggunakan kalimat: "Just call me when you need me"  daripada menggunakan kalimat: "Just call me if you need me".
    Contoh lain:
    When you finish your assignments, please come to me soon.

    6. Berfungsi sebagai Adverb of Opposition

    Pelg-grammar lebih menyukai menggunakan istilah Adverb of opposition ketimbang adverb of concession seperti yang sering digunakan oleh banyak sumber dari penutur dalam maupun luar negeri oleh karena lebih mudah dicerna oleh pembelajar Indonesia dan tepat apabila diterjemahkan. Adverb of opposition atau adverb of concession adalah adverb of contrast yang berarti; sebuah adverb yang mengandung kontras atau sesuatu yang berlawanan dari kalimat utamanya.

    Misalnya:
    Walaupun usia saya sudah senja, saya tetap awet muda.

    Pada contoh kalimat diatas, sub clause /Walaupun usia saya sudah senja/ menggunakan conjunction berbentuk /walaupun (although)/ yang mengandung makna 'kontras', 'concessive' atau 'oppositive' alias berlawanan dengan kalimat utamanya, yaitu: /saya tetap awet muda/.

    Sedangkan Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: though, although, even though, while, whereas, atau even if.
    Contoh:
    Although he calls me ' a fool', he cares of me more than everyone else.

    7. Berfungsi sebagai Adverb of Reasons

    Subordinate Conjunction yang sering digunakan adalah: as, because, atau since.
    Contoh:
    I've got D because I was so sleepy last night.
    I have no anything with me since I am a poor man.


    Berdasarkan uraian diatas, ternyata adverbial clauses dibangun berdasarkan jenis normal adverb dan menggantikan posisi dan fungsinya sebagai adverb normal. Seperti halnya pada adverb normal atau adverb murni, adverb berfungsi untuk menerangkan kata kerja atau predikatnya dan fungsi inipun sama halnya pada sub clause yang menggantikan adverb normal dalam membentuk pola adverbial clauses.

  • Noun Clause: Sub Clause Berkedudukan Sebagai Direct Object

    Kata benda (Noun) bisa berupa orang (person), sebuah tempat (place) dan benda/selain orang (thing). Kata benda itu dapat berkedudukan di posisi subject, object maupun complement, demikian pula pada Noun clause yang juga dapat diletakkan di posisi subject, object ataupun complement.

    Seperti pada bahasan sebelumnya mengenai bagaimana cara memahami noun clause, posisi sub clause salah satunya adalah sebagai object. Menyimak bahasan mengenai object dari sebuah kalimat bahwa terdapat 2 jenis object dalam bahasa inggris yaitu: Indirect object (IO) dan Direct object (DO). Yang menjadi pertanyaan adalah: Diposisi manakah sub clause dari noun clause ini diletakkan, direct object atau indirect object? Pertanyaan inilah yang akan kita bahas dan dijawab pada kesempatan kali ini secara rinci, mendalam dan tuntas.

    Review: Perbedaan antara Direct Object & Indirect Object

    Untuk membedakan direct object (Obyek langsung) dan indirect object (obyek tak-langsung) adalah dengan melihat dan memahami unsur asal dari object tersebut, yang dalam hal ini:

    1. Direct Object: berbentuk kata benda (noun), prase kata benda (noun phrase) atau objective pronoun yang merupakan kata ganti dari benda yang dimaksud.
    2. Indirect Object: berbentuk pronoun, sehingga disebut dengan objective pronoun.

    Conto:
    He gives me a book.
    (Dia memberi saya sebuah buku)

    Pada contoh diatas, direct object-nya adalah /a book/ karena /a book/ adalah kata benda, sedangkan /me/ adalah indirect object yang berupa pronoun atau objective pronoun. Mengapa harus benda? karena, apa yang menjadi target/tujuan kata kerja /gives/ adalah /a book/ dan bukan /me/.

    Kalimat diatas dapat pula disusun sbb:

    He gives a book for me.
    (Dia memberikan sebuah buku untukku).

    Pada kalimat ini, objective pronoun yang berkedudukan sebagai indirect object memiliki kata depan berupa /for/ dan terkadang /to/.
    Contoh:
    (i) He explains the problem to me.
    (ii) He explains it to me.

    Pada contoh nomor (ii) diatas, kata benda abstract berupa /the problem/ dapat diganti dengan kata ganti untuk benda yakni /it/. Dengan kata lain, /it/ menunjuk pada /the problem/. Bila benda-nya jamak/plural, maka kata ganti benda yang paling tepat adalah /them/.
    Contoh:
    He tells everything to me


    Sub Clause Menduduki Posisi Direct Object

    Menyimak penjelasan diatas mengenai perbedaan antara direct object dan indirect object - sehubungan dengan bahasan kita kali ini - maka, sub clause dapat diletakkan atau berkedudukan di posisi direct object. Dengan kata lain, bila dalam sebuah kalimat bahasa inggris terdapat unsur direct object dan indirect object-nya, maka sub clause dapat diletakkan di posisi direct object.

    Perhatikan susunan pola noun clause yang mengandung direct object berikut ini!

    1) Pola kalimat yang mengandung direct object dan indirect object:

    Subject + Transitive Verb + Indirect Object + Direct Object

    Contoh:
    He explains me the lessons.
    /the lessons/ adalah direct object.

    2) Pola noun clause yang sub clause-nya berada diposisi direct object:

    (i) Subject + Transitive Verb + Indirect Object + Sub-Clause

    Contoh:
    He explains me which sentence uses the correct order.

    atau,

    (ii) Subject + Transitive Verb + Sub-Clause + to/for + Indirect Object

    Contoh:
    He explains which sentence uses the correct order to me.


    Clause /which sentence uses the correct order/ adalah sub-clause dalam bahasan Noun Clause ini, dan berkedudukan sebagai obyek langsung atau direct object dalam kalimat tersebut. Adapun mengenai indirect object dan unsur lainnya tidaklah mengalami perubahan apa-apa.


    _________________________________


    Materi yang terkait dengan bahasan ini:
    Mengenal dan Memahami Direct Object dan Indirect Object dalam Bahasa Inggris
    Kata Kerja Transitive dan Intransitive Verb dalam Bahasa Inggris.
    Apa itu Objective Pronoun?.

  • Memahami Noun Clause - Complex Sentence

    Noun clause termasuk bahasan Complex Sentence. Memahami clause khususnya noun clause mesti memahami benar-benar apa itu main clause dan apa itu sub clause dan bagaimana terbentuknya. Dalam bahasan yang lalu kita telah membicarakan masalah main clause dan sub clause secara mendasar yang diharapkan anda akan siap menguasai materi noun clause yang sebentar lagi akan dijelaskan secara rinci, mendalam dan tuntas.

    Definisi, Pengertian Noun Clause

    Noun clause didefinisikan sebagai sub clause (dependent clause) yang bertindak/berkedudukan sebagai kata benda dan tidak dapat berdiri sendiri (can not stand alone) - tidak dapat langsung digunakan - tanpa adanya main clause. Seperti halnya kedudukan kata benda (noun) dalam sebuah kalimat yang menduduki posisi subject dan object, maka begitu juga bagaimana sub clause dari noun clause itu juga sama menduduki posisi subject atau object.

    Perhatikan ilustrasi dasar noun clause berikut ini!

    Memahami Noun Clause | Bahasa Inggris

    Berdasarkan ilustrasi diatas, kita dapat menemukan dimana posisi sub clause bisa diletakkan. Dalam ilustrasi tersebut ternyata sub clause dari noun clause dapat diletakkan diposisi Subject, Object atau Complement.

    Mari kita simak contoh kalimat yang mengandung noun clause berikut ini!


    She wore what she bought two days ago.

    Pada contoh kalimat diatas kita dapat menemukan bagian (baca: unsur pembangun dari) kalimat, yakni:

    /she/ (dia) --> subject
    /wore/ (memakai/mengenakan) --> verb
    /what she bought two days ago/ (apa yang dibelinya 2 hari yang lalu) --> object


    Tanya 1:
    "Bagaimana bisa ungkapan: /what she bought two days ago/ ini disebut sebagai object?"

    Perhatikan kembali pola kalimatnya berikut ini!


    Subject + Verb + Object


    dimana, subject-nya adalah /she/, verb-nya /wore/ dan object-nya adalah:  /what she bought two days ago/.


    Tanya  2:
    "Bukankah object itu hanya bisa diisi oleh kata benda (noun), kata ganti (pronoun), prase kata benda (noun phrase) dan/atau pelengkap (complement) saja?"

    Sekarang, andai ungkapan /what she bought two days ago/ diubah kebentuk pertanyaan dan kita jawab pertanyaan itu, maka:

    Q: What did she buy two days ago?
    (Apa yang dia beli 2 hari yang lalu)

    A: A jacket.
    (Sebuah jaket).

    Contoh tanya jawab diatas ternyata dijawab berupa: /a jacket/ dan terbukti bahwa kata /jacket/ adalah kata benda (noun). Dan, bila dikembalikan jawaban tersebut dalam bentuk kalimat tadi, maka akan menjadi:

    She wore a jacket.
    (Dia mengenakan sebuah jacket).

    Q:  Is the jacket that she bought two days ago?
    (apakah jaket itu yang dia beli 2 hari yang lalu?)

    A; Yes, that's what she bought two days ago.
    (ya, itulah yang dia beli 2 hari yang lalu).

    Dari pembahasan diatas cukup menjadi bukti bahwa noun clause itu adalah sub clause yang bertindak sebagai benda atau lebih sederhananya lagi yaitu "bertindak sebagai pengganti kedudukan noun" diposisi subject, object atau complement.


    "...... noun clause itu adalah sub clause yang ......................... bertindak sebagai 'pengganti' kedudukan noun diposisi subject, object atau complement."


    #Sub Clause Tidak Dapat Berdiri Sendiri

    Bahwa sebuah sub clause tidaklah dapat berdiri sendiri (can not stand alone) tanpa adanya main clause sebagai kalimat utama. "Tidak dapat berdiri sendiri" disini maksudnya adalah bahwa, sub clause itu tidak bisa langsung digunakan, dipakai atau digunakan dalam bentuk percakapan ataupun tulisan.

    Bedakan 2 ungkapan dibawah ini!

    (i) She wore a jacket (dia mengenakan sebuah jacket).
    (ii) what she bought two days ago (yang dia beli 2 hari yang lalu).

    Pada kalimat (i) adalah jelas bahwa ungkapan /she wore a jacket/ adalah kalimat utuh dan bisa dimengerti sehingga ia disebut dengan Main Clause (atau, klause utama/ induk kalimat). Sedangkan pada kalimat ke (ii) tidak-lah dapat disebut sebagai "sebuah kalimat". Maksudnya ungkapan /what she bought two days ago/ bukan kalimat? Ungkapan /what she bought two days ago/ tidaklah dapat disebut sebagai sebuah kalimat sempurna atau utuh, oleh karena "tidak lengkap", "tidak dapat dipahami" dan "tidak dapat mencapai tujuan inti dari bangunan sebuah kalimat sempurna" yaitu, terdiri atas, minimal, 1 buah subject dan 1 buah verb serta memiliki kesatuan makna dan jelas.

    Selain itu, ungkapan /what she bought two days ago/ juga bukanlah pertanyaan - dan, tidak sama sekali disebut sebagai sebuah pertanyaan. Baca dihalaman: bagaimana bentuk pertanyaan dalam bahasa inggris. baca kembali pembahasan mengenai perbedaan antara main clause dan sub clause dihalaman lalu.

    Contoh bentuk kalimat yang lengkap (main clause) yang diambil dari sub clause tersebut:

    What she bought two days ago is a jacket.
    keterangan:
    Ungkapan /what she bought two days ago/ menduduki posisi subject dalam kalimat nominal ini.

    atau,

    A jacket is what she bought two days ago.
    keterangan:
    Ungkapan /what she bought two days ago/ menduduki posisi complement dalam kalimat nominal ini



    Pola Kalimat/ Struktur Noun Clause Bahasa Inggris


    Noun clause memiliki beberapa kata penghubung (conjunction) yang diletakkan didepan kalimat yang akan menjadi sub clause-nya, sehingga:

    Sub Clause = Kata penghubung + Main Clause

    Contoh:

    Sub Clause = What + she bought 2 days ago.


    Secara lengkap dirumuskan sbb:

    Main Clause + Kata Penghubung + Main Clause

    Contoh:
    I know what you need.
    (Saya tau yang kamu butuhkan)

    atau,

    Kata Penghubung + Main Clause + Main Clause

    Contoh:
    What you need is on the table.
    (Yang kamu butuhkan ada diatas meja).


    Dapat juga kita meletakkan 2 buah sub clause dalam 1 klausa,
    Contoh:

    What you need is what I want.
    (apa yang kamu butuhkan adalah sama dengan apa yang saya inginkan).

    Pada contoh terakhir ini, kita menemukan ada 2 buah sub clause yang masing-masing diposisikan di subject dan object. Baik sub clause /what you need/ maupun /what I want/ sama-sama bertindak sebagai "Pengganti" dari kata benda. Perhatikan kedua contoh yang sama tujuan dibawah ini dalam bentuk noun clause.

    Money is what I dream.
    (Uang adalah apa yang saya inginkan).

    atau,

    What you need is money.
    (Apa yang kamu butuhkan adalah uang).


    Catatan:
    Sebagai jembatan pemahaman, kata penghubung tersebut bisa saja kita tafsirkan dengan arti: "apa yang" atau "yang" tergantung pada jenis kata penghubung yang sedang digunakan.
    Adapun Kata penghubung itu diantaranya adalah: how, that, what, whatever, when, where, whether, which, whichever, who, whoever, whom, whomever, dan why. Inti dari noun clause, atau sebuah klausa dapat dikatakan sebagai noun clause apabila sub clause bertindak sebagai "pengganti" kata benda, baik diposisikan diposisi subject, object ataupun complement dari sebuah kalimat/klausa.


    "Inti pemahaman atas noun clause, atau sebuah klausa dapat dikatakan sebagai noun clause apabila sub clause bertindak sebagai "pengganti" kata benda, baik diposisikan diposisi subject, object maupun complement dari sebuah kalimat/klausa."



    Contoh sub clause di posisi subject:

    Whoever you saw last night would come to you again and again.
    (Siapapun yang kamu lihat tadi malam akan selalu mendatangimu).

    Keterangan:
    whoever you saw last night --> subject
    would come --> verb
    to you again and again --> complement (object of preposition).


    Contoh sub clause di posisi complement:

    The girl is who you dream.
    (Gadis itulah yang kamu impikan).

    Keterangan:
    the girl --> subject
    is --> structural verb
    who you dream --> complement.



    Contoh sub clause di posisi object:

    You must purchase what you break.
    (kamu harus beli apa yang kamu pecahkan).

    Keterangan:
    you --> subject
    must (purchase) --> lexical (verb)
    what you break --> object.



    Bila ketiga sub clause diatas yakni: /who you dream/, /whoever you saw last night/ dan /what you break/ bertindak sebagai kata benda dan duduk diposisi subject, object maupun complement. Bila - misalnya - sub clause itu ditanyakan misalnya:


    Whoever did you see last night?
    Who do you dream?
    What do you break?


    maka, jawabannya bisa berupa: /a ghost/, /Tina/, /a glass/ yang mana ketiga jawaban ini semuanya adalah kata benda. Dengan demikian, sub clause diatas menggantikan kedudukan, posisi dan bertindak sebagai kata benda aslinya yang berupa; /a ghost/, /tina/ dan /a glass/.
  • Kata Bantu Bentuk Present, Past dan Past Participle

    Daftar Kata Bantu Bahasa Inggris


    Seperti halnya pada kata kerja bahasa inggris, kata bantu (baca: auxiliary) - baik berupa; be, do, have maupun berupa kata bantu modal auxiliary - diantaranya, kata bantu tersebut ada yang memiliki bentuk past dan past participle. Selain itu juga, terdapat padanannya (baca: persamaan/synonym) juga dalam bentuk Past dan Past Participle.

    Di banyak penerapannya baik dalam wujud tulisan bahasa inggris maupun percakapan (English Conversation), 2 buah kata bantu tersebut dapat digabungkan menjadi satu dan membentuk makna baru yang bersifat memberi informasi tambahan atau bermaksud menegaskan akan tindakan/maksud tertentu.

    Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat daftar kata bantu bahasa inggris berikut ini!


    I. Kata Bantu (Auxiliary): Present, Past dan Past Participle

    Kata Bantu (Auxiliary)
    Bentuk Present
    (Present Form)
    Bentuk Past
    (Past Form)
    Bentuk Past Participle
    (Past Participle)
    Be is was been
    am
    are were
    Do do did -
    does
    Have have had -
    has
    Modal Auxiliary will would would have
    shall should should have
    may might might have
    must - must have
    can could could have

    II. Padanan Kata Bantu dalam bentuk Present, Past dan Past Participle

    Kata Bantu (Auxiliary)
    Bentuk Present
    (Present Form)
    Bentuk Past
    (Past Form)
    Bentuk Past Participle
    (Past Participle)
    Be - - -
    Do - - -
    Have - - -
    Will is/am/are going to was/were going to -
    Shall is/am/are going to was/were going to -
    May - - -
    Must have to, has to had to -
    Can is/am/are able to was/were able to have/has/had been able to


    Contoh Penggunaan:

    I am bored.
    She was late.
    They have been here for long.
    He has gone.
    He had attended the meeting.
    Do you care?
    She didn't realize it.
    I can do the assignment.
    I will ask you something.
    We shall be here on time.
    You may go now.
    They must be crazy!

    Contoh Bentuk Padanan:

    I am going to post the letter.
    He is able to lift the table by himself.
    I have to go now.
    They have been able to finish the homework.


    Catatan:
    Seluruh kata-kata diatas berkedudukan sebagai kata bantu baik pada kalimat negative maupun kalimat interrogative. Akan tetapi, khusus kata bantu berupa /have to/, /has to/ tidaklah dapat secara langsung ditambahkan NOT untuk membentuk kalimat negative melainkan harus menggunakan kata bantu DO, DOES atau DID (................. bergantung pada tenses apa yang digunakan saat itu).


    Contoh:
    I have to go now.
    (Saya harus pergi sekarang)

    I don't have to go now.
    (Saya tidak harus pergi sekarang)

    Do I have to go now?
    (Apakah saya harus pergi sekarang?)


    Beberapa kata bantu dapat digabungkan menjadi satu.
    Contoh:

    I must be able to lift the box. /  I have to be able to lift the box.
    (Saya harus bisa mengangkat kotak itu).

    Pada contoh diatas, /be/ pada /be able to/ tidaklah diganti dalam bentuk /is, am, are, was atau were/.

    Contoh lainnya:

    He might be able to fix the bike / He may be able to fix the bike
    (Dia mungkin bisa memperbaiki sepeda itu)

    I would be able to win the game. / I will be able to win the game.
    (Saya akan/ingin bisa memenangkan pertandingan itu).


    Catatan:
    Ketika contoh kalimat yang terdapat gabungan 2 kata bantu sama/beda bentuk diatas diubah ke bentuk negative atau pertanyaan, maka kata bantu pertama adalah kata bantu yang membentuk kalimat negative dan interrogative tersebut.

    Contoh:
    (+) I will be able to help you.

    Ketika diubah ke negative, maka:
    (-) I will not be able to help you.

    Dan, dalam bentuk pertanyaan/interrogative:
    (?) Will you be able to help me?



    Dalam situasi tertentu, kata bantu /had to/ dapat ditafsirkan sebagai: "terpaksa".
    Contoh:

    I had to do that.
    (Saya terpaksa melakukannya).

  • Kata Kerja BE dalam Bahasa Inggris

    Menurut asalnya, kata kerja dalam bahasa inggris itu ada 2 jenis, yaitu: lexical verb dan structural verb. Pada bahasan mengenai BE dihalaman sebelumnya, kita telah mengenal ada 2 fungsi BE/TO BE yakni: BE sebagai kata bantu (auxiliary) dan BE sebagai kata kerja berbentuk structural (structural verb).


    "Fungsi atau Kegunaan BE dalam Bahasa Inggris ada 2; sebagai Auxiliary dan sebagai Structural Verb."


    Kegunaan/Fungsi BE sebagai Kata Kerja dalam Bahasa Inggris

    Khusus bahasan grammar bahasa inggris kali ini, kita akan membicarakan fungsi atau kegunaan BE sebagai kata kerja structural. Kata kerja structural (structural verb) adalah kata kerja yang tidak memiliki arti jelas tapi memiliki fungsi sangat penting yaitu sebagai kata kerja, sedangkan kata kerja merupakan unsur pembangun kalimat inti dan dengan adanya unsur kata kerja maka rangkaian kata itu dapatlah disebut sebagai kalimat utuh. Kata kerja structural BE ini hanya akan anda temukan di pola kalimat nominal (Nominal Sentence).


    "Kata Kerja Structural BE hanya digunakan dalam Pola Kalimat Nominal."


    Contoh penggunaan BE sebagai kata kerja:

    She is a spoiled girl.
    (Dia gadis yang manja).

    Pada contoh diatas, kita menemukan adanya unsur kata kerja structural didalamnya yakni berupa BE /is/. Kata kerja BE dalam bentuk /is/ tersebut tidaklah sama dengan kata kerja lexical semisal; write, go, sleep, invite, give, swim, escape, respect, suggest, warn, dsb. dalam hal "keterkaitannya dengan unsur pembangun kalimat lainnya", yaitu; complement (pelengkap).


    Perhatikan uraian rinci berikut ini!

    Kita telah mengetahui bahwa struktur kalimat nominal adalah adanya unsur subject, kata kerja BE dan complement.

    Subject + BE + Complement

    Dalam hal ini, adalah kurang lengkap bila kalimat itu tidak mengikutsertakan unsur complement didalamnya sehingga ketiga unsur tersebut (subject, BE dan complement) adalah keharusan didalam pembentukkan pola kalimat nominal walaupun, secara definitif (pengertian), bahwa "Kalimat (Sentence)" dapat dikatakan sebagai sebuah kalimat utuh bilamana didalamnya terdapat unsur pembangun kalimat berupa - sekurang-kurangnya - ada 1 buah subject dan 1 buah verb.

    Contoh:

    Kalimat Verbal:
    She stands up. (Dia berdiri).

    Kalimat Nominal:
    She is smart. (Dia pandai).

    Dari kedua contoh diatas, kita melihat bahwa pada kalimat verbal adalah mungkin apabila unsur pembangun kalimatnya adalah subject /she/ dan lexical verb /stands up/. Akan tetapi, pada kalimat nominal tidaklah mungkin hanya dengan mengatakan /she is/ lawan bicara kita akan mengerti maksud kita sebenarnya bahwa /she is smart/. Dengan kata lain, kata /smart/ yang merupakan kata sifat (adjective) dan berkedudukan sebagai complement dalam contoh tersebut tidaklah dapat dihilangkan. Terkecuali ketika kita menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan itu, misalnya:

    Tina: Is she smart? (Apakah dia pandai?)
    You: She is. (benar sekali)

    atau,

    You: Yes, she is. (Ya, benar).


    Cara Menafsirkan Makna BE sebagai Kata Kerja dalam Pola Kalimat Nominal

    Bila kita bertanya, misalnya: "Apa makna/terjemahan dari BE sebagai kata kerja dalam pola kalimat nominal tersebut?". Seperti yang telah dinyatakan diatas bahwa kata kerja BE itu berbentuk Structural atau structural verb. Structural Verb tidaklah memiliki arti yang jelas atau non-lexicon (tidak "berbau" kekamusan. Itu artinya bahwa BE tidak dapat dilihat terjemahannya didalam kamus-kamus yang layak). Akan tetapi, didalam buku-buku sekolah, dan dibanyak kesempatan lainnya, kita menemukan bahwa BE memiliki arti tertentu?


    Contoh:

    I am a student.
    (Saya adalah seorang siswa).

    I am at home now.
    (Saya berada dirumah sekarang).

    I am fine.
    (Saya dalam keadaan baik-baik saja).


    Melihat contoh penggunaan BE diatas, kita melihat bahwa BE diterjemahkan; "adalah", "berada" dan "dalam keadaan". Apa boleh diterjemahkan seperti itu? Apakah demikian terjemahan dari BE?. Pelg-grammar menjawab: t-i-d-a-k. Bagaimana bisa?

    Perhatikan contoh lain sebagai kasus perbandingan:

    I am with you now.
    (Saya bersamamu sekarang).
     

    Pengecualian:
    Untuk situasi tertentu - dalam bentuk percakapan/conversation bahasa inggris, be + with + object of preposition seperti contoh diatas /I am with you now/ terkadang bisa diterjemahkan: "setuju". Contohnya: Are you with me? (apakah kau setuju denganku?) yang merupakan padanannya dari: Do you agree at me?


    Berdasarkan contoh diatas /I am with you now/ maka BE /am/ tidak dapat diterjemahkan dari salah satu contoh tersebut (ada/berada, adalah ataupun dalam keadaan). Hal ini adalah bukti bahwa, BE (baik sebagai kata kerja dalam kalimat nominal maupun sebagai kata bantu dalam kalimat verbal) tidaklah memiliki arti jelas atau terjemahannya. Contoh kasus penterjemahan BE diatas tidak dapat disebut sebagai: Terjemahan, akan tetapi lebih dekat dengan "penafsiran" atas makna BE tersebut. Hal ini terkadang berguna untuk menyamakan persepsi atau agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam bentuk - misalnya - percakapan.


    Fungsi Ganda BE dalam Pola Kalimat Bahasa Inggris

    Selanjutnya kita mempelajari adanya fungsi ganda dari BE selain sebagai kata kerja dalam kalimat nominal, yaitu: BE berfungsi sebagai kata bantu dalam pembentukkan kalimat Negative dan Interrogative.

    Contoh:

    (+) I am happy.
    (Saya bahagia).

    (-) I am not happy.
    (Saya tidak bahagia).

    (?) Am I happy?
    (Apakah saya bahagia?).

    Pada pola kalimat nominal berbentuk positive diatas, BE murni berfungsi utama sebagai kata kerja structural sedangkan pada contoh kalimat negative dan interrogative, BE tidak hanya berfungsi sebagai kata kerja structural tapi juga sekaligus berfungsi sebagai kata bantu dalam rangka membentuk pola kalimat negative dan interrogative.

    BE + NOT (Pola Kalimat Negative)
    BE didepan subjectnya/diawal kalimat (Pola Kalimat Interrogative).
  • Impersonal "IT"

    Impersonal berasal dari susunan unsur kata /im/ yang berarti "tidak", /person/ yang artinya "orang" dan akhiran /-al/ yang bisa diterjemahkan dengan "yang berhubungan dengan ....". Jadi, Impersonal "It" adalah digunakannya "It" untuk menyatakan sesuatu yang tidak berhubungan dengan orang.

    Contoh:
    What time is it? (Jam berapa sekarang?)

    Catatan:
    /It/ pada contoh diatas bukanlah subject sebenarnya atau real subject dan bukan bermakna /sekarang/. Diterjemahkan /sekarang/ disebabkan oleh adanya kata kerja /is/ yang mengacu pada bentuk sekarang (baca: simple present tense).

    Fungsi/Kegunaan Impersonal "It" dalam Bahasa Inggris

    Dalam grammar bahasa inggris, Impersonal it selalu dikaitkan (atau, ketika ingin menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan selain orang seperti; mengenai cuaca (weather), keadaan, identifikasi atas sesuatu, jarak dan waktu.

    Berikut ini adalah fungsi/kegunaan impersonal "it" dalam Bahasa Inggris:
    1. Impersonal "IT" digunakan untuk Menyatakan keadaan mood seseorang.

      Contoh:
      It is nice to meet you.
      .
      Bila kita perhatikan contoh kalimat /It is nice to meet you/ maka cobalah untuk menjawab pertanyaan berikut> Kata "it" pada kalimat itu mengacu pada? jawabnya: tidak ada. Dengan kata lain, /It/ pada kalimat /it is nice to meet you/ mengacu pada keadaan mood dimana saya merasa senang atau /I feel happy to meet you/
      .
    2. Impersonal "IT" digunakan untuk proses identifikasi atas sesuatu/orang.

      Kegunaan Impersonal "It" yang kedua ini, kami katakan "proses identifikasi atas sesuatu/orang". Bukankah impersonal "It" digunakan untuk menyatakan sesuatu dan bukan "orang"?.
      .
      Perhatikan contoh berikut ini:
      Contoh:
      Who is it?
      .
      Pada kalimat tanya diatas yaitu /who is it?/ mengacu pada apakah/siapakah "it" tersebut?
      Pertanyaan diatas digunakan untuk bertanya tentang siapa itu - entah itu benda, hewan atau bahkan manusia. Artinya, pertanyaan /who is it/ mengacu sesuatu yang global tanpa terkecuali. Pertanyaan tersebut dalam rangka mengidentifikasi siapa gerangan sesuatu tersebut.
      .
      Misalnya saja - begini: pada suatu malam yang gelap gulita (listrik PLN mati mendadak), tidak lama kemudian terdengarlah ketukan pintu depan rumah kita tanpa berucap sesuatu atau mengeluarkan suara tertentu. Yang menjadi pertanyaan adalah: siapa yang mengetuk pintu itu? atau who knocks the door? apakah yang mengetuk pintu itu; orang, perempuan, laki-laki, hewan, atau angin yang menerpa ranting-ranting dan menghantam pintu itu berulang-ulang sehingga mengeluarkan suara seperti sedang mengetuk pintu tersebut atau justru "ghost"?.
      .
      Ketidaktahuan inilah yang membuat pertanyaan tersebut dilontarkan. Dengan kata lain, pertanyaan /who is it?/ digunakan untuk menanyakan (baca: mengidentifikasi) siapa gerangan sebenarnya. Bila kita terjemahkan secara bebas, maka kalimat /who is it/ bisa diartikan: "siapa itu?". Dapat pula kita mengatakan: "Who is that?" atau "Who is this?". Bagaimana cara menjawab pertanyaan tersebut bilamana, ternyata, misalnya yang mengetuk pintu itu adalah teman anda, Tommy. Maka Tommy akan menjawab: "It's me, Tommy" (Ini aku, Tommy). Kalimat /it's me, Tommy/ juga dalam bentuk Impersonal "It".
      .
      Dari contoh tersebut, kita dapat memahami bahwa kata "it" pada contoh kalimat /who is it/ tidaklah mengacu secara khusus pada manusia, tapi justru global, bisa apa saja. Inilah apa yang kami maksud dengan "impersonal" atau "tidak berhubungan dengan orang".
      .
    3. Impersonal "IT" digunakan untuk menyatakan/menanyakan Waktu.

      Selanjutnya adalah bahwa Impersonal "It" digunakan untuk menyatakan atau menanyakan waktu.
      .
      Contoh:
      What time is it? (Jam berapa sekarang?).
      .
    4. Impersonal "IT" digunakan untuk menyatakan Jarak.

      Contoh:
      It's 10 kilometers.
      .
      Bila diperhatikan, maka kemungkinan pertanyaan dari jawaban contoh kalimat diatas adalah:
      "How far is it to the Museum?"
      (Seberapa jauhkah ke Museum?)

      Dalam contoh ini, pertanyaan /how far is it?/ mengacu pada jarak (distance).
      .
    5. Impersonal "IT" digunakan untuk menyatakan Cuaca/Iklim.

      Contoh:
      It's raining today.
      .
      Seperti yang telah dijelaskan diatas, kata /It/ pada contoh kalimat /It's raining today/ mengacu pada cuaca yang terjadi saat itu. Jadi, /it/ tidak mengacu pada /today/.
      .

    Contoh Kalimat yang mengandung Impersonal "It"

    Untuk lebih jelas didalam memastikan apakah kalimat tertentu mengandung Impersonal "It", perhatikan contoh Impersonal "It" berikut ini:

    It's not good for me to argue.
    (Tidak baik bagi saya untuk berdebat).

    It's very easy to do that!
    (mudah sekali melakukan itu!)

    It is a matter of taste!
    (Hanya masalah cita rasa saja!).

    Dari contoh-contoh diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa kata "It" pada impersonal "It" sangat berbeda dengan "It" pada contoh berikut ini yang berperan sebagai subject dari sebuah kalimat bahasa inggris.

    (Situasi: ..... berencana membeli mobil baru dan sekarang sudah berada di dealer mobil terdekat.)

    Andi: I think BMW is the best choice, right?
    Tina: Well, It's too expensive. It costs a lot.

    Pada contoh dialog bahasa inggris diatas, kalimat /it costs a lot/ yang mengandung "It" tersebut mengacu pada mobil BMW. Dengan kata lain, "It" pada kalimat itu adalah kata ganti (Subjective pronoun) dari Mobil BMW yang akan dibeli. Sama halnya dengan "It" pada kalimat /It's too expensive/. Bila ditanyakan; "Apa yang Expensive? maka jawabannya jelas yaitu "Mobil BMW". Itu berarti kata "It" pada contoh kalimat diatas berkedudukan sebagai Subject murni berupa kata ganti dari "mobil bmw" yang berbeda sama sekali dengan "It" pada impersonal "It".

  • WHAT WE DO

    We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    Karya Nyata Ragam Kerajinan

    • Street :Road Street 00
    • Person :Person
    • Phone :+045 123 755 755
    • Country :POLAND
    • Email :contact@heaven.com

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.