• Mengenal & Memahami Paragraph Bahasa Inggris

    4 Unsur Utama Sebuah Paragraph

    Cara berkomunikasi dalam bahasa Inggris dapat melalui Lisan (English Speaking) maupun Tulisan (English Writing). Kita dapat menyampaikan pesan melalui tulisan - berupa cerita berbahasa inggris. Tips kali ini akan membahas bagaimana cara menulis paragraf cerita berbahasa inggris khusus pemula. Dengan adanya tutorial ini diharapkan pembelajar bahasa inggris dapat membuat sebuah paragraf atau cerita bahasa inggris menurut ide dan imajinasi masing-masing.

    Menurut Time4Writing® di salah satu artikelnya, ada 4 unsur pokok (Four Essential Elements) dalam sebuah paragraph. Dengan kata lain bahwa sebuah cerita (passage) pasti terdiri atas paragrap-paragrap, dan setiap paragrap harus mengandung ke empat unsur pokok tersebut yakni:
    1. Paragraph harus memiliki unsur Unity (Kesatuan)
    2. Setiap kalimat dalam paragraph tersebut harus Coherence (Saling berhubungan)
    3. Topik yang dibahas harus Order (Berurutan/tertib)
    4. Paragraph harus mengandung makna Completeness (Lengkap) 

    Dikatakan bahwa paragraph harus memiliki unsur unity artinya bahwa paragraph harus memiliki 1 ide pokok yang merupakan gagasan utama sebuah paragraph.

    Misalnya:
    Paragraph 1 : membicarakan tentang proses identifikasi alat tulis sekolah
    Paragraph 2 : membicarakan tentang alat tulis yang mutlak ada setiap pelajaran dimulai
    Paragraph 3 : membicarakan tentang masalah yang terjadi pada alat tulis pada waktu proses belajar mengajar berlangsung.
    Paragraph 4 : membicarakan solusi dalam mengatasi permasalahan yang terjadi seputar alat tulis tersebut.

    Bila pada paragraph pertama berbicara tentang identifikasi atau merinci semua jenis alat tulis yang mungkin digunakan di sekolah, maka semua hal yang diwujudkan dalam bentuk kalimat dalam paragraph itu haruslah tentang identifikasi, proses identifikasi, cara mengidentifikasi dan jenis-jenis alat tulis sekolah yang ditemukan, jadi tidak membicarakan masalah yang ada pada paragraph 2, 3 dan seterusnya. Inilah yang disebut dengan unsur kesatuan. Unsur coherence mengandung pengertian bahwa semua kalimat yang ada dalam suatu paragraph tersebut harus berkaitan erat satu sama lain --- saling berhubungan --- dengan kata lain, saling melengkapi. Selain itu, kalimat tersebut harus berurutan. Paragraph tersusun dari kalimat-kalimat, akan tetapi bukan berarti random (acak) tapi harus berurutan (order), saling berhubungan dan tidak keluar dari ide pokok paragraph tersebut. Yang dimaksud dengan completeness yaitu bahwa paragraph tersebut harus lengkap. Lengkap dalam arti maknanya harus utuh, bisa dipahami dan pembaca mengerti apa-apa yang dibahas dalam suatu paragraph itu.

    Bilamana keempat unsur pokok diatas telah kita pahami, maka kita sudah siap untuk mulai memasuki tahapan dalam menulis cerita berbahasa inggris yang akan dijelaskan dibawah ini.

    Tahapan Menulis Cerita Berbahasa Inggris

    Teknik menulis bahasa inggris tidak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Ada aturan yang mengarahkan didalam menyusun suatu cerita yang baik. Agar dapat menghasilkan tulisan yang baik itu adalah penting untuk memahami dan mengikuti langkah-langkah pokok didalam menulis cerita seperti berikut ini:
    1. Menentukan Ide Cerita
    2. Menyusun Kerangka Sederhana
    3. Menentukan Gagasan Pokok Cerita
    4. Menentukan Kesimpulan Cerita 

      Menentukan Ide Cerita

      Tahap pertama yakni; menentukan ide cerita. Ide cerita ini bertolak pada pengalaman, wawasan ataupun pemikiran pribadi penulis yang ingin dituangkan dalam bentuk cerita. Agar tulisan/cerita nanti tidak 'ngelantur' atau berbelit-belit, penting juga mempersempit batasan cerita yang diambil. Berikut ini cara mempersempit ide yang luas menjadi sempit.

      Misalnya:
      Ide anda : "Cara Menguasai Bahasa Inggris"

      Ide diatas masih bersifat umum. Kenapa? karena, untuk menguasai bahasa inggris, seseorang harus menguasai banyak hal, dimulai dari menguasai English Grammar, Conversation, Pronunciation, dsb. Sehingga tidak akan cukup 1 minggu untuk menyelesaikannya. Untuk itu, dipersempit menjadi - misalnya:

      "Cara Memahami Simple Present Tense".  
      Kenapa dipilih ide ini? karena untuk menguasai bahasa inggris, adalah mutlak menguasai simple present tense dan simple present tense merupakan salah satu pelajaran pokok didalam menguasai bahasa inggris. Selain itu dan yang terpenting adalah: Anda harus benar-benar menguasai ide tersebut baik dalam wujud pengertian tenses, hubungannya dengan simple present tense, rumus-rumus atau pola kalimat yang mengandung simple present tense dan contoh kalimatnya.

      Menyusun Kerangka Sederhana

      Setelah menentukan ide cerita/tulisan, selanjutnya menentukan dan menyusun kerangka tulisan secara sederhana.
      Contohnya sbb:
      1. Pengertian Simple Present Tense
      2. Pola Kalimat Simple Present Tense
      3. Contoh Kalimat Simple Present Tense
      Ketiga hal tersebut diatas sudah cukup untuk membahas tulisan mengenai Simple Present Tense secara sederhana.

      Berikut ini contoh paragraph pertama yang membahas mengenai pengertian simple present tense:

      "Simple present tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu kejadian sehari-hari atau berkenaan dengan kebiasaan sehari-hari dan sesuatu yang dianggap benar oleh khalayak umum."

      Didalam menulis paragraf pertama. Inti pokok suatu bahasan mutlak dicantumkan/ditulis secara jelas dan lengkap. Hal ini untuk menghindari adanya pengertian dalam bentuk lain dan membedakan antara simple present tense dengan tenses lain yang ada. Mengenai pengembangan dari paragraph tersebut dapat menjadi lebih mudah dikarenakan sudah memiliki pijakan yang kuat dalam bentuk definisi suatu bahasan.

      Menentukan Gagasan Pokok Suatu Paragraf

      Menentukan gagasan pokok suatu paragraf sangat penting agar kita tau batasan bahasan yang harus ditulis dan dikembangkan sehingga tidak memasuki atau bercampur aduk dengan bahasan lain. Pada kerangka tulisan diatas sebenarnya sudah menggambarkan ide pokok/ gagasan pokok tersebut. Anda dapat lebih merinci bahasan tersebut secara lengkap. Sehingga akan ada gagasan pokok inti dan gagasan pokok pengembangan.

      Gagasan pokok inti yaitu berupa Definisi/ pengertian simple present tense seperti contoh diatas.
      Sedangkan gagasan pokok pengembangan adalah bentuk atau kata-kata tambahan yang merupakan pengembangan dari gagasan pokok inti dengan tujuan untuk mendukung, menguatkan atau memberi informasi tambahan yang membuat pembaca memahami isi dari pengertian tersebut.

      Contoh Gagasan Pokok Inti Tulisan:

      Simple present tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu kejadian sehari-hari atau berkenaan dengan kebiasaan sehari-hari dan sesuatu yang dianggap benar oleh khalayak umum.

      Contoh Gagasan Pokok Pengembangan Tulisan:

      Kejadian sehari-hari tersebut dapat berbentuk aktifitas pokok, rutinitas ataupun informasi yang (sedang hangat) dibicarakan saat ini, misalnya: 
      - Saya suka membaca novel.
      - Ayah saya bekerja di SMP 1 Negeri Bandar Agung.
      - Irsyad selalu menghindari wawancara para wartawan.

      Kebiasaan sehari-hari meliputi kegiatan yang selalu, sering, kadang-kadang dilakukan dalam keseharian.
      Misalnya:
      - Kadang-kadang saya mengantar kue ke pasar bersama ibu.
      - Andi selalu bangun pagi lebih awal.

      Selain itu, simple present tense juga digunakan untuk menyatakan sesuatu yang dianggap "benar" menurut banyak orang/umum.
      Misalnya:
      - Matahari adalah pusat tatasurya.
      - Air mendidih pada 100 derajat celcius.
      - Lawan kata malam adalah siang.

      Sehingga bilamana gagasan pokok inti dan pengembangan diatas digabungkan akan menghasilkan tulisan yang saling berkaitan dan saling menjelaskan.

      Simple present tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu kejadian sehari-hari atau berkenaan dengan kebiasaan sehari-hari dan sesuatu yang dianggap benar oleh khalayak umum. Kejadian sehari-hari tersebut dapat berbentuk aktifitas pokok, rutinitas ataupun informasi yang (sedang hangat) dibicarakan saat ini, misalnya: 
      - Saya suka membaca novel.
      - Ayah saya bekerja di SMP 1 Negeri Bandar Agung.
      - Irsyad selalu menghindari wawancara para wartawan.
      Kebiasaan sehari-hari meliputi kegiatan yang selalu, sering, kadang-kadang dilakukan dalam keseharian.
      Misalnya:
      - Kadang-kadang saya mengantar kue ke pasar bersama ibu.
      - Andi selalu bangun pagi lebih awal.
      Selain itu, simple present tense juga digunakan untuk menyatakan sesuatu yang dianggap "benar" menurut banyak orang/umum.
      Misalnya:
      - Matahari adalah pusat tatasurya.
      - Air mendidih pada 100 derajat celcius.
      - Lawan kata malam adalah siang.

      Cara diatas juga berlaku pada kerangka tulisan kedua dan ketiga.

      Menulis Kesimpulan Tulisan

      Setelah menyelesaikan ketiga sub kerangka tulisan tersebut, tahap terakhir adalah membuat kesimpulan dari ketiga hal tersebut. Bentuk atau wujud kesimpulan ini ditulis dalam paragraf pendek yang mencerminkan ketiganya dan dapat menjadi pegangan atau keyakinan tersendiri bagi pembaca atas seluruh uraian yang telah ditulis.

      Contohnya:

      Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita pahami bahwa simple present tense hanya digunakan apabila kita ingin mengungkapkan segala sesuatu (baik berupa tulisan maupun lisan) yang berkaitan erat dengan kejadian sehari-hari disekitar kita, kebiasaaan-kebiasaan sehari-hari dan segala hal yang dianggap benar dan dimaklumi oleh banyak orang.

      Pada dasarnya, kesimpulan merupakan inti pokok bahasan yang menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh pembaca mengenai apa sebenarnya atau tentang apa sebenarnya tulisan kita itu. Suatu tulisan yang ditulis dengan dicantumkannya suatu kesimpulan akan membantu pembaca menjadi lebih yakin dan memahami hal-hal yang tersirat atau tak tersirat dari suatu cerita sehingga pembaca dapat mengembangkannya lagi untuk suatu kemanfaatan tersendiri bagi dirinya. Dengan kata lain, kesimpulan adalah klimaks dari suatu cerita.
    1. 0 komentar:

      Posting Komentar