ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

The awesome people behind our brand ... and their life motto.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
  • Renungan Untuk "Wong" Balongan Agar Tetap Semangat!

    Balongan... 

    Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
    Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali


    Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu…
    Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.


    Hari ini Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa…
    Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.



    Hari ini Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk…
    Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk
    didalam hidupnya.


    Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu…
    Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan
    teman hidup…


    Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu…
    Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat


    Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu.
    Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi
    dirinya tidak bisa


    Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena
    pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
    Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan dan tidak punya
    rumah


    Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah berkendara..
    Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan
    kaki


    Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu. ..
    Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka
    mempunyai pekerjaan seperti anda…


    Hari ini Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
    ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,
    Kita semua menjawab kepada Tuhan…


    Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
    Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup


    Life is a gift…
    Live it…
    Enjoy it…
    Celebrate it…


    Wong Balongan Ayo Tetap Semangat!
  • Pencuri Kue: Cerita Inspiratif Tuk Wong Balongan

    Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.

    Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.
    Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang Pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.


    Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua . Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir, ya ampun orang ini beranisekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

    Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih!”. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hamper selesai dibacanya.
    Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong kuenya, didepan matanya. Lho kok kueku masih ada di sini, erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi memang adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi dengannya.
    Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialahyang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

    Seperti dalam hidup kita ini, kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri. Serta tak jarang kita berprasangka buruk.
    Orang lainlah yang kasar, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlahyang jahat, orang lainlah yang sombong, orang lainlah yang salah. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang salah, tapi kita tidak tahu/tidak menyadarinya.

    Kita sering mengomentari perbuatan orang lain, mencemooh tindakan, pendapat atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.
    Seringkali kita menyalahkan orang lain atas kejadian-jadian buruk yang menimpa kita, tetapi apakah kita menyadari kalau yang salah sebenarnyaadalah kita sendiri ? apakah pernah terpikir oleh kita kalau orang lain melakukan itu untuk tujuan yg baik & tidak bermaksud mencelakai kita ?
  • Memulai Bisnis Dari Kecil & Sederhana





    Pak Anto seorang karyawan pabrik kayu lapis sedang bingung Lantaran                   3 bulan lagi dia habis masa kontrak kerjanya dan tak bisa diperpanjang                 lagi. Pak Anto bingung mimikirkan nasib tiga bulan lagi setelah keluar                   dari pabrik itu . Sementara ia seorang kepala keluarga yang harus              membiayai keperluan hidup keluarga. Istrinya seorang ibu rumah tangga ,           anak laki-laki satu-satunya masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.                      Tentu ia harus mendapatkan pekerjaan kembali setelah kontrak kerjanya habis.


    Keresahan akan nasibnya juga sering dia curahkan kepada istrinya            Sementara istrinya belum memberikan solusi untuk mencari pekerjaan                yang lain. Hanya saja istrinya selalu berikan motivasi agar suaminya          senantiasa bersabar dalam menghadapi cobaan dan meminta untuk             mencoba menghubungi rekan-rekannya dengan harapan bisa                 mendapatkan info kerjaan dari rekan-rekannya itu.

    Satu setengah bulan berlalu,
    Pak Anto belum juga mendapatkan info lowongan kerja                                  meskipun sudah menghubungi rekan-rekannya dan meminta                           bantuan mereka. Sementara satu setengah bulan lagi dia sudah tidak                   bisa bekerja lagi di pabrik tersebut. ada salah satu rekannya yang                        bekerja di marketing online perusahaan swasta yang menyarankan            kepadanya. “Jalani bisnis dari kecil dan sederhana saja ” Kata                              rekannya tersebut. Selama hidupnya Pak Anto tak pernah terlintas                        dalam hidupnya untuk mempunyai usaha sendiri. Karena sejak lulus                       dari SMK dia langsung memilih untuk bekerja meskipun dalam hatinya                         ingin kuliah seperti rekan-rekannya . Namun karena keadaan ekonomi                    orangtua yang pas-pasan maka ia memilih menjalani pekerjaan                              sebagai buruh pabrik. Sejak lulus sekolah dia sudah beberapa kali                             pindah kerja dari berbagai pabrik dan pernah merasakan menjadi                  pengangguran selama beberapa bulan sebelum menikah.                      

    Masih terngiang apa nasihat rekannya yang menyarankan untuk                    memulai bisnis saja. Hal ini membuatnya semaki bingung antara                            memilih mencari pekerjaan atau membangun bisnis. Namun jika harus                   membangun bisnis lalu bisnis apa yang hendak akan dijalankan.

    Dan ketika suatu pagi di hari libur kerjanya,Pak Anto konsultasi lagi                    dengan istrinya perihal kerjaan. Sambil menikmati sarapan pagi berupa               gado-gado ,makanan kesukaaannya itu. Tak lupa Pak Anto juga                    menceritakan saran dari rekannya itu kepada istrinya.
    “Kita jualan aja gimana yach?” tanya istrinya.
    “Memang benar apa kata teman ayah itu, mungkin kita sudah saatnya                       mulai bisnis saja daripada ayah nyari kerjaaan di pabrik lagi” lanjut istrinya.
    “terus kita jualan apa mah?
    jualan toko kelontong gitu terus sewa ruko? kan mahal biaya sewanya”
    “Jualan yang lagi dimakan ayah tuh”
    “ha??? yakin mah??” Setengah kaget Pak Anto mendengar usulan dari             istrinya itu.
    Selang beberapa hari Pak Anto konsultasi lagi sama rekannya itu                              perihal bisnis jualan gado-gado. Rekannya tersebut kemudian                        menyarankan berbagai hal jika memang ingin jualan gado-gado                            termasuk bagaimana strategi mendapatkan pelanggan. Setelah                        mendengar naseshat dari rekannya,Pak Anto kini mantap untuk                         menjalankan usaha sendiri,julan gado-gado sesuai usulan istrinya.                        Kemudian ia meminta istrinya untuk berinovasi dengan menu makanan                   gado-gado agar mendapatkan ciri khas gado-gadonya itu. Pak                               Anto juga membelikan beberapa buku menu resep makanan berkaitan                    dengan gado-gado dan sejenisnya seperti pecel,rujak cingur ,ketoprak dan                  lain-lain. Maka selama beberapa hari ini ,tiap hari istrinya bikin gado-gado                 untuk menu makan. Sekaligus bereksperimen dengan menu makanan                     gado-gado.

    Masa kerja Pak Anto sudah habis di pabrik tersebut, pada hari                                   itu pakAnto menerima gaji terakhir dan juga uang pesangon.                                 Pak Anto pun berpamitan dengan si Bosnya juga rekan-rekan kerja                          di Pabrik. Namun sebelum berpamitan Pak Anto berpesan kepada               rekannya ada yang langsung ada juga yang lewat sms bahwa besok siang           Pak Anto mau bagi-bagi gratis menu makanan siang dan berpesan untuk              tak usah beli makanan.
    Pada keesokan harinya,Pak Anto menepati janjinya dengan memberikan menu makan siang berupa gado-gado kepada rekan-rekan di pabrik tersebut. Pak Anto juga memberikan semacam tulisan di box makanannya yang intinya ucapan terima kasih dan permohonan maaf jika selama bekerja mempunyai kesalahan dan juga pesan bahwa Mulai hari itu Pak Anto Jualan Gado-gado dan menerima pemesanan gado-gado dan diantar langsung ke lokasi. Kebetulan rumah pak anto juga tak terlalu dengan pabrik itu.

    Pak Anto kini jualan Gado-gado delevery order , selain itu juga buka warung kecil di depan rumahnya. Pak Anto juga membuat brosur kemudian ditawarkan ke karyawan-karyawan pabrik lainnya . Strategi bisnis itu diperoleh atas saran temannya. 3 bulan berjalan Pak Anto sudah memiliki pelanggan tetap kurang dari 150an orang . Keuntungannya juga lumayan ,pak anto menjual gado-gado hanya seharga Rp.6000 dan Rp.7000 untuk delevery order. Penerimaan bersih pak Anto tiap harinya kira-kira antara 300.000. Dalam sistim Delevery order untuk makan siang,pak Anto menerapkan untuk waktu pemesanan batas waktunya adalah pukul07.00 pagi 11.00 siang dan pukul 13.00 sampai 15.00 Setelah lewat waktu itu tidak menerima lagi.

    Kini Pak Anto dan istrinya juga jualan bumbu pecel,atas bantuan rekan yang bekerja di Marketing Online pemasaran juga melalui internet dengan membuat website. Melalui website tersebut kini usahanya pak anto semakin terkenal. Penjualan gado-gadonya juga stabil karena memang menu makanan gado-gado sangat digemari oleh semua kalangan masyarakat. Penjualan bumbu pecelnya juga lancar dan sudah mendapatkan pelanggan tetap. Pak anto juga sudah mempunyai beberapa karyawan untuk membantunya usaha. Setahun berjalan usaha pak anto terus berkembang dan tahun berikutnya berencana akan membuka cabang di daerah lain. Pak Anto kini sudah merasakan suatu keberhasilan suatu usaha bisnis dimulai dari kecil dan sederhana dan menjadi besar.

    Cerita diatas hanyalah suatu ilustrasi dalam memulai bisnis, ya kita bisa memulai bisnis dari kecil dan sederhana. Sederhana disini bisa dimaksudkan juga bisnsis yang sesuai kita minati atau hobi. Banyak di lingkungan sekitar kita yang bisa kita jadikan sebagai sumber inspirasi memulai bisnis.
    Dalam berbisnis bisa kita mulai dari yang kita sukai. Produk bisnis boleh sama dengan orang lain,namun kita juga harus kreatif . Entah itu dari kualitas produk dan juga pelayanannya.

    Semoga menjadi inspirasi bagi wong Balongan, untuk segera memulai usaha. 
  • Pengangguran di Balongan Melahirkan Tindak Kriminal?


    Pada suatu hari menjelang tengah malam, Aku terbangun dari tidurku karena ada orang yang mengetuk pintu rumah dan memanggil namaku. Aku pun segera bangun dari tidurku dan langsung membuka pintu rumahku. Ternyata, ada 2 orang tetanggaku sedang menunggu di depan rumahku. Mereka langsung memberitahu ku bahwa ada salah satu pemuda Balonganyang dipukuli oleh warga desa sebelah karena ketahuan sedang mencuri alumunium pembungkus pipa milik pertamina yang ada di wilayah Balongan. Aku sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Aku pun langsung bergegas bersama temanku menuju TKP. Namun sayang, TKP sudah sepi. Kata orang-orang yang masih berada disitu, pemuda yang dipukuli warga sudah diamankan di salah satu pos sekuriti pertamina UP VI ( sekarang RU VI ). Akhirnya sayapun langsung menuju ke pos yang dimaksud. Dan saya pun langsung menemui pemuda tersebut.. Ahh.. ternyata benar, pemuda tersebut warga Balongan dan aku kenal. Aku malu bercampur haru..  , kenapa ini terjadi?  Itulah sepenggal kisah nyata pada tahun 2005, Saat aku masih aktif di salah satu organisasi remaja di Balongan.

    Sebenarnya, berita-berita tentang pencurian asset milik pertamina yang ada di wilayah Balongan sering aku dengar. Kenapa pencurian-pencurian tersebut berulang kali terjadi? Sebagian orang mengatakan pencurian tersebut terjadi karena banyaknya pengangguran di wilayah tersebut. Pengangguran inilah
    yang menjadi biang kerok munculnya tindak kriminal di Balongan. Tidak salah, kalau ada yang berpendapat demikian, karena memang faktanya di lapangan seperti itu.
    Kalau menurut ku, pengangguran itu lebih tepatnya bisa menghasilkan suatu kreatifitas seseorang atau kelompok. Tindak kriminal yang terjadi merupakan bentuk kreatifitas seseorang atau kelompok. Seseorang bisa melepas alumunium pembungkus pipa dengan alat-alat seadanya, mengambil minyak di dalam tanki yang disegel, mengoplos minyak, dan lain-lain. Bukankah itu tindakan kreatif?  Yup betul, itu semua perlu kreatifitas seseorang dalam melakukannya. Tapi sayang itu semua tindakan kreatif yang negatif. Jadi, tepat kalau aku mengatakan pengangguran bisa menghasilkan tindakan kreatif yang hasilnya luar biasa atau diluar dugaan.

    Lalu, apakah dengan menganggur seseorang bisa menghasilkan tindakan kreatif yang positif? Tentu bisa. Sekarang tinggal pada pilihan kita, apakah dengan menganggur kita akan bertindak kreatif yang negative dan destruktif? Atau justru sebaliknya, dengan menganggur kita bisa menghasilkan idea tau tindakan kreatif yang positif. Contoh kretifitas yang positif adalah membuka usaha sendiri dan tanpa harus bergantung kepada penyedia pekerjaan ( perusahaan ). Banyak orang yang menjadi korban PHK dan menjadi pengangguran, justru sukses karena ide kreatif dan kerja kerasnya membangun usaha. Bahkan pendapatannya lebih besar dibandingkan para karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan.

    Bagi yang menganggur, Sekarang pilihan ada ditangan anda, mau kreatif positif atau kreatif negatif? Kalau ada yang lebih baik kenapa harus pilih yang buruk atau negatif. Masih banyak peluang usaha yang baik dan halal. Semoga dengan usaha-usaha yang halal, kita akan mendapatkan keberkahan dan kebahagiaan dunia akhirat. Amin…

  • Anda Takut Naik Pesawat Terbang?

    Seringkali ada pertanyaan…  bisnis apa yang bagus saat ini..yang resikonya kecil untungnya besar? Hmm… pertanyaan otak kiri, tidak mau ketemu mahluk yang namanya RESIKO. Pertanyaan lucu buat saya, kenapa? Karena tanpa kita sadari sesungguhnya kita hidup dikelilingi oleh sang resiko, setiap hari, setiap saat. Masa sih…?
    Coba perhatikan… dari rumah pergi kekantor naik mobil, resikonya kecelakaan, masuk rumah sakit bahkan mati. Naik pesawat terbang, enteng aja kita naiknya… padahal resikonya jatuh trus mati. Yang resikonya mati saja kita berani, sekarang buka bisnis yang resikonya cuma kehilangan uang bukan nyawa koq kita tidak berani, kan lucu… lebih lucu lagi bahkan sama bisnis yang tidak ada resikonya-pun kita masih tidak berani…

    Seorang teman ditawari kelola kios untuk dagang, gratis, plus barang dagangannya disupply… tinggal dagang aja masih nggak berani… takut nggak laku katanya… Padahal kalau nggak lakupun sebetulnya bukan resiko-nya dia…

    Tahun 2011 adalah tahun kebimbangan saya saat itu, kenapa?
    saya sedang dalam posisi bingung mempertimbangkan apakah saya harus tetap kerja melanjutkan karir atau berhenti dan memulai karir sebagai pengusaha. Ditengah kebimbangan tersebut, suatu hari saat saya sedang melamun selesai makan siang, tiba-tiba saya ketemu seorang sahabat lama. Setelah berbincang-bincang sekedarnya dia bertanya pada saya. “Kenapa kamu? kelihatannya seperti orang bingung…”, tanya dia. Saya jawab apa adanya, saya bilang saya sedang di persimpangan untuk memutuskan berhenti kerja atau tidak.


     “Saya mau tanya sama kamu, kalau kamu terus kerja, apakah ada kemungkinan kamu sukses berkarir?”, tanya dia.
    “Pasti ada..”, jawab saya.
    “Kemungkinan kamu dipecat kena PHK atau perusahaan tempat mu bekerja bangkrut?”, lanjut teman saya.
    “Ada juga kemungkinan itu”, jawab saya.
    “Nah, kalau kamu jadi pengusaha, mungkinkah kamu jadi pengusaha sukses?”, tanya temen saya lagi.
    “Oh..saya yakin bisa…”, jawab saya optimis.
    “Kalau bangkrut?”, tanya dia.
    “Ya ada sih…tapi saya yakin bisa…”, jawab saya agak heran.
    “Nah…kenapa musti pusing mikirin mana yang paling baik…nggak ada bedanya koq…”
    Anda berani naik pesawat, bahkan tidak cuma sekali…walaupun Anda tahu resikonya mati karena Anda yakin resiko itu sudah bisa dikendalikan atau diminimalkan. Tapi walaupun begitu bukan berarti tidak ada resiko kan? Karena yakin sudah diminimalkan, kalau pinjem istilah Aa Gym “menyempurnakan ikhtiar” misalnya pasang safety belt, tidak ngebut… dsb Anda menjadi yakin dengan apa yang anda lakukan walaupun resikonya nyawa sendiri. Sisanya kita tinggal berdoa…  diberi keselamatan…nah kalau itu sudah urusan yang di Atas.

    Saya pikir dalam menghadapi bisnis juga sikap kita harus sama, apalagi kalau di bisnis resiko yang ditakutkan kebanyakan hanyalah masalah uang. Kalau Anda amati contoh “naik pesawat” di atas, yang membuat kita berani ambil resiko adalah keyakinan kita yang kuat. Nah di bisnispun sama… dengan memupuk keyakinan yang kuat, maka resiko itu akan menjadi tidak terlihat…
    -->
    Seorang mentor bisnis terkenal pernah mengatakan: Bisnis itu 80% keyakinan 20% strategi… Saya sependapat dengan itu. Jadi, jangan cari bisnis apa yang bagus, tapi bagaimana membuat bisnis kita menjadi bagus.
    Lalu, bagaimana meminimalkan Resiko Rugi? jangan lupa zakat dan sedekah…. Nah, bagaimana dengan Anda…?
  • Kisah Inspirasi Wirausaha Sukses Baby Einstein

    Dalam hidup kita pasti menemui berbagai kendala atau masalah. Nah, seorang ibu rumah tangga menemui kesulitan dalam mencari bahan/produk untukk perkembangan bayinya. Ibu ini bernama Julie Aigner Clark yang sedang membesarkan bayinya yang berusia 1 tahun. Ia memulai pencarian di toko bayi untuk bahan pendidikan yang tepat untuk anaknya namun
    berakhir dengan tangan kosong. Ibu Julie ini akhirnya mulai berpikir untuk menciptakan produk sendiri. Ia berpikir bahwa jika dia tidak bisa menemukan apa yang ia cari di toko-toko, tentunya ada banyak ibu-ibu lainnya juga yang berada dalam kondisi yang sama. Artinya ada peluang besar untuk memberikan solusi buat banyak orang di sini. Namun, karena kesibukannya, ia baru merealisasikan gagasannya setahun kemudian.
    Tanpa melakukan riset pasar, Ibu Julie Aiger Clark ini merasa bahwa ia sendiri adalah pelanggan yang terbaik. Ia pun menciptakan sebuah produk yang diberi nama Baby Einstein. Ia tau bahwa apa yang bayinya suka, maka akan disuka juga oleh bayi lain. Dengan modal ini, Aigner Clark melakukan perjalanan wirausahanya menciptakan salah satu produk video pendidikan anak-anak paling sukses sepanjang masa.
    Bersama suaminya, Aigner Clark meminjam video camera temannya dan menggunakan ruang bawah tanahnya untuk membuat berbagai film Baby Einstein. Bersama anaknya sebagai penonton, kucingnya sebagai alat, dan suaminya sebagai videografer, pasangan ini menciptakan visi mereka. Namun perjalanan tidak semulus yang diharapkan.
    Boro-boro mendatangkan penjualan. Banyak pengecer/retail menolak untuk memasarkan produk mereka. Namun, mereka tetap antusias. Mereka terus menemukan orang yang cocok untuk berbagi antusiasme. Akhirnya sebuah perusahaan Retail mainan kelas atas mau memberikan kesempatan. Setelah terjual jhabis selama 3 hari, kesepakatan pun tercapai. Saat ini perusahaan Aigner Clark telah dibeli oleh Disney dan bernilai lebih dari 1 Miliar Dollar.
  • Milyarder Tanpa Modal (trik usaha tanpa modal)

    Inilah kisah pak A dalam memulai bisnis tanpa modalnya:
    Setelah berpikir dan merenung dan banyak bertanya kepada diri sendiri, kemudian ia mendapat pencerahaan Ia datang ke Tanah Abang, dan menemui beberapa orang pedagang pakaian disana, dan ia minta ijin untuk menjualkan baju-baju mereka.

    Setelah keliling kesana-kemari akhirnya ada beberapa pedagang yang mengijinkan ia menjualkan pakaiannya. Kepada pedagang yang setuju kepada dia untuk menjualkan pakaiannya, ia minta foto-foto baju yang akan di jualnya.

    Kemudian dengan uang pinjaman sekitar Rp 35.000 ia memasang iklan di harian terkenal di Kalimantan, oh iya pak A ini tinggalnya di Jakarta.
    Bunyi iklannya kira-kira begini:

    "Di cari agen baju muslim untuk daerah Kalimantan dan sekitarnya, kualitas bagus, harga murah, hub no 08xxxxxxx."

    Ternyata
    ada respon dari iklan tersebut ada beberapa orang yang berminat untuk menjadi agen di Kalimantan. Maka pak A putar otak, akhirnya ia membuat penawaran, agar bisa menjadi agen minimal pesanan sekian juta.

    Ternyata ada yang setuju. Kemudian orang yang setuju jadi agen ini, meminta contoh barang untuk dikirim. Yang di lakukan pak A adalah mengirim foto-foto tadi dan menyuruh agen yang di Kalimantan untuk memilih sekaligus jumlah barang yang diminta.

    Ajaibnya si agen memesan banyak jenis baju yang ada di foto dan jumlahnya cukup banyak. Akhirnya si agen mentransfer sejumlah uang kepada pak A. Dan setelah pak A mendapat uang transferan ia datang ke Tanah Abang dan membeli barang yang diminta sang agen, lalu mengirimkan ke Kalimantan.

    Demikian usaha ini dimulai. Lama-kelamaan pesanan semakin banyak dari daerah. Bahkan sekarang bukan hanya Kalimantan, tapi Sulawesi dan Indonesia timur lainnya pun digarapnya!

    Sampai-sampai kalau pak A belanja ke Tanah Abang ia harus membawa beberapa kuli, karena banyaknya pesanan.

    Setelah beberapa tahun dari usaha ini pak A memiliki uang yang cukup banyak, hasil dari keuntungan bisnisnya, bahkan sangat banyak.

    Suatu hari ia jalan-jalan ke daerah, ia ngobrol dengan seorang ibu. Ibu itu bercerita bahwa ia memiliki anak yang cerdas lulusan ITB dan pintar membuat barang-barang elektronik yang unik.

    Pak A timbul ide untuk menemui anak ibu ini. Setelah bertemu dengan anak ibu tersebut pak A mengajak kerja sama kepadanya untuk membuat barang-barang elektronik yang unik, ia sanggup menjadi pemodal dan pemasarnya sekaligus.

    Anak tersebut mengajak kawan-kawannya yang pintar elektronik bergabung dengan dia. Singkat cerita akhirnya pak A mendirikan PT untuk memproduksi barang-barang elektronik yang unik dan di butuhkan masyarakat, seperti penghemat listrik, penghemat telepon, remote pengendali mobil jarak jauh dan banyak lainnya.

    Pak A memiliki karyawan-karyawan terbaik dari negeri ini yang pintar-pintar elektronik. Padahal pak A sendiri hanya lulusan D3 pariwisata.
    Omzet perusahaannya sangat besar, dan setiap 6 bulan sekali perusahaan ini mengeluarkan produk baru yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ia kini telah menjadi miliarder! Ia menjadi miliarder tanpa modal sepeserpun!


    sumber: bukalapak.com
  • Kisah Sukses Pengusaha Cuci

    Usia muda tak jarang menjadi waktu yang sangat ideal untuk memulai sebuah usaha, atau mulai belajar berbisnis. Seringkali karena faktor minimnya pengalaman dan keterbatasan modal, entrepreneur-entrepreneur muda tumbang satu per satu bersama bisnis mereka.
    Namun, tak jarang pula muncul entrepreneur-entrepreneur muda yang dengan ide kreatifnya, mampu bertahan menjalankan roda bisnis yang
    digelutinya. Salah satu contoh nyatanya adalah Agung Nugroho Susanto, pengusaha muda berusia 26 tahun, yang kini tengah berkibar dengan bisnis laundry-nya, dengan brand Simply Fresh Laundry.
    agung0911Bisnis laundry yang dijalankan Agung, sebenarnya bukanlah bisnisnya yang pertama. Sebagai seorang pebisnis muda, Agung pun mengaku pernah gagal dua kali saat coba menjalankan dua bisnis yang berbeda. Namun, hal itu tidaklah mematikan rasa penasarannya terhadap dunia entrepreneurship. “Saya juga pernah menjalankan dua bisnis yang berbeda, sebelum coba bisnis laundry. Setelah sebelumnya usaha di bidang distro pakaian dan usaha konter handphone mengalami kegagalan, saya tetap yakin bahwa saya bisa menjalankan suatu usaha Mandiri. Dan pilihan saya adalah bisnis laundry,” kenang Agung, saat menceritakan awal perjuangannya kepada Ciputraentrepreneurship.com.
    Awal menjalankan bisnis laundry-nya Februari 2006, Agung yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa smester 6 di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengaku harus menggadaikan BPKB sepeda motor miliknya untuk mendapatkan modal awal. Selain itu, perjuangannya dalam menjalankan roda awal bisnis laundry-nya pun tidak bisa dikatakan gampang. Telebih, ia pun dituntut keluarganya untuk menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dan dengan hasil yang memuaskan.
    “Saat itu juga saya masih kuliah, sering sampai tidak tidur 24 jam karena untuk menggiling pakaian konsumen, karena jumlah mesin yang terbatas namun orderan yang banyak. Otomatis untuk menjaga kepuasan pelanggan untuk bisa jadi 1 hari jadi saya rela lembur 24 jam. Dan saya ingat saat musim ujian kuliah pun belajar nyambi di outlet laundry, jadi sambil melayani pelanggan saya juga belajar,” ujarnya.
    Jalur bisnis yang ia rintis awalnya tak mendapatkan persetujuan dari kedua orangtuanya. Bahkan saat lulus kuliah tahun 2007, atas desakan orangtuanya, Agung sempat melamar untuk menjadi pegawai Bank Indonesia dan ia lolos sampai tahap wawancara. Namun karena tekadnya sudah bulat untuk menjadi seorang entrepreneur, Agung menolak kesempatan tersebut.
    “Saya minta waktu satu tahun untuk membuktikan kalau saya bisa berbisnis. Jika gagal saya mau diminta untuk kerja di mana saja. Alhamdullilah bisnis saya berkembang dari 2 outlet langsung menjadi 30 outlet di tahun 2008. Akhirnya orangtua mendukung saya dan menerima keputusan saya,” sambungnya.
    Dalam menjalankan bisnis laundrynya, Agung tak ragu menyebut jasanya sebagai trendsetter bagi bisnis serupa. Namun, Agung tidaklah langsung puas dengan pencapaiannya saat ini. Inovasi selalu dilakukan, untuk meningkatkan pelayanan. Bahkan dia memiliki tim  research development, yang terus digenjot untuk menghasilkan inovasi baru. Salah satunya adalah penggunaan Digital Scales Connected Computer yang merupakan timbangan digital yang langsung terkoneksi kedalam software komputer. Sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan ringkas.
    Sebagai seorang  entrepreneur, Agung berhasil meraih beberapa penghargaan, antara lain; dua Rekor MURI sbg Waralaba laundry kiloan pertama di Indonesia, dan sebagai laundry pertama di Indonesia yang menggunakan tekhnologi ultra violet, Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri tahun 2009 tingkat nasional, dan  Asia Pasific Entrepreneur Award tahun 2010.
    Dengan menggunakan sistem waralaba, Simply Fresh Laundry kini telah memiliki 180 outlet yang tersebar dari Aceh sampai Papua, dan berada di lebih dari 50 kota di Indonesia. Agung yakin, bisnisnya bisa membuka banyak lahan kerja baru. “Saya melihat dengan membuka peluang usaha waralaba laundry kiloan akan membuat banyak orang menjadi pengusaha, dan menciptakan banyak lapangan kerja.Ssekarang jumlah karyawan kami total sampai dengan 1.300 orang kurang lebih,” ujarnya.
    Saat ini, Andri memandang dunia entrepreneur di Indonesia sangat menjanjikan. Baik pemerintah maupun pihak swasta, saat ini cukup aktif dalam mengembangkan dunia  entrepreneurship terutama bagi entrepreneur muda. Untuk itu, selain ilmu yang dimiliki, seorang entrepreneur muda harus berani mencoba, dan terus mencoba. Bagi Andri, mimpi tak akan bisa terwujud tampa usaha yang nyata.
    “Sering mengikuti seminar, workshop, membaca buku motivasi dan yang berkaitan dengan bisnis, serta yang pasti harus mau action. tanpa action ilmu akan sia-sia. Setiap hal besar adalah sekumpulan hal-hal kecil yang dilakukan. Dan yang penting juga adalah berani bermimpi, bermimpi dengan keyakinan untuk membuat bisnisnya menjadi besar,” pungkasnya.
  • 5 Kisah Inspiratif Dari Jatuhnya Usaha Kecil

    Kisah berikut ini ditulis ulang dari 5 Kisah Berharga dari Bangkrutnya Usaha Kecil yang unggah di detikFinance oleh Angga Aliya….semoga bermanfaat

    Tahun 2011 menjadi masa yang cukup berat bagi para pelaku bisnis, terutama usaha kecil dan menengah (UKM). Banyak yang akhirnya tutup karena kesalahan strategi dan juga tekanan akibat krisis global.


    Menurut Federation of Independent Business, masalah utama dari bisnis UKM adalah melambatnya raihan omzet. Tanpa mengesampingkan masalah-masalah lain, Kepala Ekonomi FIB William Dunkelberg menilai, omzet merupakan kunci dari sebuah bisnis.


    Sayangnya, tidak semua bisnis bisa beruntung di tahun 2011. Berikut 5 cerita kesalahan bisnis UKM yang pada akhirnya membuat mereka harus
    menyerah setelah berjuang keras menghadapi krisis seperti dikutip dari New York Times, Jumat (29/12/2011).

    1. Pinjam Uang di Waktu yang Salah

    Elizabeth Anne Bed & Breakfast didirikan pada tahun 2003 lalu dengan nilai investasi sekitar US$ 650 ribu atau Rp 5,85 miliar. Pelunasan penginapan itu dilakukan melalui cicilan. Bisnis ini terpaksa ditutup Agustus tahun ini.

    PADA MASA JAYANYA.

    Setelah membeli penginapan tersebut, pasangan suami istri Reinerts meraup omzet yang secara perlahan naik setiap tahunnya, dari Rp 702 juta di 2004 menjadi Rp 936 juta di 2007. “Kami mengenal sebagian besar tamu, dan mereka (tamu) saling mengenal satu sama lain,” kata Kevin.


    APA YANG SALAH?

    Pada tahun 2007 pasutri pengusaha itu mengambil kredit baru, menambah modal untuk renovasi dapur. Pinjaman berjangka waktu 10 tahun itu, beserta bunganya, menambah total cicilan yang harus dibayar per bulan menjadi Rp 15,3 juta. Ditambah dengan berkurangnya jumlah wisatawan akibat krisis, omzet mereka anjlok 21% di 2009. Hingga pada 2010, mereka kesulitan untuk membayar cicilan akhirnya asetnya disita oleh bank.

    PELAJARANNYA

    Kevin menyalahkan pengambilan kredit tersebut. “Itulah penyebabnya. Waktu itu, kami tidak mengira pendapatan akan melambat,” katanya. Saat ini, kedua suami istri Reinert menjalankan KR Construction, yang menyediakan jasa konstruksi rumah. Denise juga bekerja di restoran setempat, sementara Kevin manggung bersama band yang membawakan lagu-lagu The Beatles bernama Dr. Robert.


    2. Semua Berjalan Sesuai Aturan

    Just Moulding, sebuah perusahaan yang berbasis di Gaithersburg, Maryland, sehari-hari menjual dan memasang dekorasi rumah hasil cetakan. Perusahaan ini didirikan tahun 2004 dan ditutup April tahun ini.

    PADA MASA JAYANYA

    Mark Rubin dan Kevin Wales memulai perusahaan ini dengan rumah kerja kecil yang hanya menerima pemesanan kecil-kecilan. Pada tahun 2007, bisnis mereka meningkat luar biasa sehingga akhirnya memutuskan untuk menjadikannya waralaba. Keduanya meraup Rp 6,3 miliar dari 21 investor. Setelah Kevin memutuskan keluar dari perusahaan tahun 2010, mertua Mark, Richard Hayman, memutuskan untuk mengambil alih kursi presiden direktur. Tak berapa lama, omzetnya naik 20% dan menjadi perusahaan yang terus mencetak pertumbuhan laba.

    APA YANG SALAH?

    Pada masa resesi. Menurut Richard, perusahaan tersebut menjual produk yang diinginkan konsumen, tapi bukan produk yang benar-benar dibutuhkan. “Bentuknya hiasan untuk dekorasi rumah, bukan dinding atau atap,” katanya. Saat bisnisnya mulai tumbuh dan biaya operasional semakin tinggi karena sudah menjadi waralaba, penjualannya malah anjlok. Para investor yang tertarik membuka waralabanya juga kesulitan membayar fee sekitar Rp 900 juta- 2,25 miliar hanya untuk memulai usaha ini.

    PELAJARANNYA

    “Kami sudah melakukan semuanya sesuai aturan,” kata Richard, yang sudah menanamkan modal Rp 4,23 miliar ke perusahaannya itu. “Kami sudah memakai orang-orang terbaik, dengan produk yang jempolan. Hanya saja kami tidak bisa melawan (krisis) ekonomi,” ujarnya. Dia dan Mark menolak membahas bisnis yang sedang mereka kerjakan saat ini.

    3. Ketika 1% Dirasa Sudah Cukup

    P & H Capital, perusahaan pembiayaan dari Brooklyn ini mengkhususkan diri di pinjaman untuk UKM, dibuka tahun 2009 dan tutup Maret kemarin.

    PADA MASA JAYANYA

    Shawn Porat dan Ismail Humet memulai P & H Capital dengan modal Rp 36 juta. Sebelumnya, Ismail adalah analis di Wall Street sementara Shawn pengacara perdata. Kedua sahabat itu menilai krisis subprime dan makin ketatnya likuiditas sebagai sebuah kesempatan. Pada Januari 2010, keduanya mendapat kontrak penyaluran pembiayaan senilai Rp 4,5 triliun yang dipercaya bisa meningkatkan kinerja perusahaan. “Komisi kami hanya 1%,” kata Ismail, “dan 1% dari Rp 4,5 triliun adalah banyak sekali,” tambahnya.

    APA YANG SALAH?

    Karena satu dan dua hal, perjanjian pembiayaan tersebut berhenti di tengah jalan. Pihak peminjam ragu karena uangnya akan dipakai membangun pabrik di kawasan Asia, kata Ismail, dan mereka pesimistis bernego dengan pemerintah setempat. Akhirnya, si peminjam malah mencari kredit di tempat lain. Ismail juga mengatakan, banyak klien P & H meminta jumlah uang yang tak masuk akal. “Kami pernah punya klien pemilik restoran yang butuh Rp 2,7 miliar hanya untuk buka cabang. Kami hanya sanggup sediakan Rp 1,35 miliar,” ujarnya. “Dan dia tidak setuju,” tambahnya.

    PELAJARANNYA
    Kedua sahabat itu tidak mengantisipasi betapa sulitnya menawarkan pembiayaan, bahkan dengan tawaran yang paling menarik sekalipun. Sejak ditutupnya P & H, Ismail membantu dalam pembuatan MyFreebeez.com, situs yang mempromosikan UKM hanya dengan bayaran sekedarnya.

    4. Proyeksi Dana Operasional yang Payah

    ScooterFood, produsen makanan anjing yang berbasis di Brooklyn, dibuka tahun 2006 dan ditutup Agustus lalu.

    PADA MASA JAYANYA

    Tak lama setelah insiden 11 September 2001, Michelle Lewis menjadi pengangguran setelah galeri seni tempat ia bekerja bangkrut karena lokasinya yang berdekatan dengan World Trade Center (WTC). Sebagai pecinta binatang, ia mulai memasak makanan anjing memakai bahan-bahan yang alami. Pasalnya, anjingnya yang bernama Scooter Mae tidak menyukai makanan kaleng. Seorang teman menyarankan agar Michelle menyulap makanan tersebut menjadi sebuah bisnis, dan pada 2006, dia membuka ScooterFood. Perusahaannya bahkan sempat menempati urutan kedua bisnis paling menjanjikan dalam kompetisi PowerUP! di perpustakaan umum Brooklyn dengan total hadiah Rp 45 juta.

    APA YANG SALAH?

    Michelle mengaku rencana bisnisnya sudah disusun jauh lebih baik dari para kompetitornya. Tapi karena makanan anjingnya tidak memakai bahan pengawet, akhirnya dia memutuskan untuk menjualnya secara beku. Tapi dia tidak menyadari bahwa di 2006 belum banyak toko binatang yang memiliki mesin pendingin. Selain itu, karena biaya logistik makanan beku cukup mahal, akhirnya harga jual jadi lebih tinggi ketimbang makanan anjing lainnya.

    PELAJARANNYA


    Michelle mengaku kurang cermat dalam pembukuan perusahaannya. “Saya tidak menyusun anggaran dengan baik dan tidak menghitung apakah omzetku bisa menutupi semuanya,” ungkapnya. Selama lima tahun berjalan, ia sudah menginvestasikan Rp 540 juta di perusahaannya. Jika tahu sejak awal, ia mengaku tidak akan berlama-lama membuka bisnisnya. Setelah menutup ScooterFood di Agustus, Michelle membuka bisnis saus karamel bernama Spoonable. Ia akhirnya meminta bantuan profesional untuk pembukuannya.

    5. Laba yang Hilang

    SmartyVA adalah situs asisten virtual yuang membantu anda berlatih dalam manajemen sosial media yang berbasis di San Luis Obispo, California. Perusahaan ini dibuka tahun 2009 dan ditutup awal Februari tahun ini.

    PADA MASA JAYANYA

    Pada tahun 2009 Starr Hall, seorang konsultan hubungan masyarakat menerima banyak permintaan untuk manajemen sosial media, dia melihat ini sebagai kesempatan. Dia menanamkan dana Rp 90 juta untuk membentuk materi program SmartyVA dan sebauh situs dengan mesin pencari yang mencari kecocokan pekerjaan. Program berjangka waktu enam minggu itu biayanya Rp 9 juta dengan target pasar para ibu rumah tangga yang belum pernah bekerja sebelumnya. Jika kliennya tersebut berhasil mendapatkan pekerjaan lewat program tersebut, maka SmartyVA menerima 10% dari gaji mereka. Perusahaan ini meraup omzet Rp 900 juta dalam enam bulan pertama.

    APA YANG SALAH?

    Laba SmartyVA sangat bergantung pada keberhasilan kliennya menemukan pekerjaan yang tepat. “Ratusan klien kami lulus dari program, tapi hanya 21 yang mendapatkan pekerjaan,” kata Starr. “Jika semuanya berhasil bekerja, laba kami pasti akan tinggi,” tambahnya.


    PELAJARANNYA

    “Saya tidak mengantisipasi bedanya pola pikir antara wanita yang saya latih dengan saya sendiri,” katanya. Starr sekarang kembali menjadi konsultan. Ia menerbitkan buku baru dengan judul ‘The Social Wave: Why Your Business is Wiping Out with Social Media and How to Fix it.’
  • Gagal jadi karyawan, sukses jadi pengusaha!

    Seorang lelaki melamar pekerjaan sebagai office- boy di istana. Staf istana mewawancarai dia dan memberi tugas membersihkan lantai sebagai tesnya. 


    "Kamu diterima," katanya. "Berikan alamat e- mailmu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai kerja."

    Lelaki itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail."

    "Maaf," kata staf itu. "Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup dan tidak bisa diterima bekerja."

    Lelaki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan sedikit uang di dalam kantongnya. Setelah berpikir panjang, ia memutuskan untuk pergi ke pasar & membeli 10 kg tomat.
    Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah (door-to-door).

    Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan pekerjaan ini tiga kali, dan pulang dengan membawa uang yang cukup untuk hidup beberapa hari. Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini.

    Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang lebih larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari. Dia pun membeli gerobak, lalu truk, dan akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengiriman sendiri.

    Lima tahun kemudian, lelaki yang tekun dan pekerja keras itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar. Ia mulai merencanakan masa depannya bersama keluarga dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.

    Ia menghubungi broker asuransi. Sang broker pun menanyakan alamat e-mailnya. Lelaki itu menjawab, "Saya tidak punya e-mail."

    Sang broker bertanya dengan penasaran,"Ah anda pasti bercanda, mana mungkin anda bisa sesukses ini kalo e-mailpun anda tak punya?". Lelaki itu menjawab, "Ya saya memang tidak pintar, tapi saya telah membangun ini semua dengan impian dan kerja keras".

    "Anda tidak punya e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau punya e-mail?"

    Lelaki itu menjawab, "Ya, saya akan menjadi office boy di istana" :)

    Sahabat-sahabat terkasih, kisah inspirasi ini mengingatkan kita bahwa jangan pernah jadikan keterbatasan yang orang lain ukurkan kepada anda sebagai suatu tolak ukur keberhasilan hidupmu.

    Sukses tidak didapatkan karena kita lebih mengetahui sesuatu daripada orang lain, melainkan karena kita TELAH melakukan sesuatu yang tidak orang lain ketahui.

    Masyarakat Balongan ayo mandiri!!!
  • WHAT WE DO

    We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    Karya Nyata Ragam Kerajinan

    • Street :Road Street 00
    • Person :Person
    • Phone :+045 123 755 755
    • Country :POLAND
    • Email :contact@heaven.com

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.