ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

The awesome people behind our brand ... and their life motto.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

Tampilkan postingan dengan label part of speech. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label part of speech. Tampilkan semua postingan
  • Interjection (Kata Seru)

    Interjection (kata seru) termasuk anggota Part of Speech walaupun beberapa peneliti bahasa inggris lainnya ada yang tidak mencantumkannya sebagai anggota part of speech. Beberapa alasan mendasar mengapa tidak dimasukkannya interjection sebagai anggota part of speech karena penggunaannya (penerapannya dalam bentuk percakapan - speaking) adalah karena lebih cenderung informal alias tidak formal, lebih jarang digunakan daripada anggota lainnya, seperti; noun, adjective, adverb, conjunction, preposition, article dan verb.

    Misalnya:

    Alas!
    (Aduh!).

    Akan tetapi, ungkapan-ungkapan yang mengandung seru (ditandai oleh tanda "seru") tersebut digunakan dalam kalimat-kalimat bahasa inggris, walaupun hampir tidak memiliki aspek grammatical. Seakan-akan ungkapan-ungkapan yang mengandung interjection bersifat spontan dan hampir tidak memiliki arti jelas.

    Interjection sebagai Ungkapan Emosional

    Interjection berbeda dengan ungkapan Exclamatory Sentence. Perbedaan itu mencakup struktur (kalimat) yang digunakan dan interjection sendiri bukanlah sebuah kalimat, tapi sebuah kata (word) dan terkadang berbentuk prase (phrase).

    Contoh:

    Eww! --> berbentuk kata/word.
    Oh no! --> berbentuk prase/phrase (lihat bahasan mengenai Phrases).

    Contoh kata seru lainnya:

    huh! --> e.g. you need it, huh?
    ah! --> e.g. ah!, I forgot something.
    goodness! --> e.g. goodness!
    hurray! --> e.g. hurray! my kid walks!
    aha! --> e.g. aha! you got it!
    oh! --> e.g. oh! I'm so sorry.
    well! --> e.g.well, I finally found the key.
    omg! --> e.g. omg! I can't believe that.
    whew! --> e.g. whew! it's incredible!
    oh dear! --> e.g. oh dear! time's to take a shower.
    hello! --> e.g. hello! anybody?
    hi! --> e.g. hi! I'm Paul.
    ouch! --> e.g. ouch!, it hurts.
    wow! --> e.g. wow! I love it.
    gee! --> e.g. gee!
    hey! --> e.g. hey you!
    psst! --> e.g. psst! be calm, please...
    yipee! --> e.g.  yipee! let's have a fun!
    oh lord! --> e.g. oh lord, give me some bread!
    oh my god! --> e.g. oh my god! I can't imagine that!
    bingo! --> ............ bisa berarti .... "kena kau!"
    hmmm.... 
    err.... (sering bersamaan dengan "bergumam")
    yaph! (mengiyakan/membenarkan)
    yummy! (ungkapan dari rasa lezatnya suatu hidangan/makanan)



    Melihat ungkapan interjection dan contoh penggunaannya diatas, interjection menjadi bentuk ungkapan yang mewakili keadaan mood (emosional - perasaan - seseorang disaat ungkapan tersebut dilontarkan - secara spontan). Berbicara mengenai posisi interjection dalam penerapannya (pada suatu kalimat), beberapa diantaranya diletakkan diposisi awal kalimat utamanya dan ada juga beberapa diakhir kalimat utamanya.


    Derivasi Interjection

    Apa itu derivasi interjection? Derivasi berasal dari kata kerja /derive/ yang berarti "mengambil". Disini ingin kami jelaskan pada pembaca semua bahwa terkadang - juga sering - interjection diambil dari bentuk kata-kata lain, misalnya, kata benda (noun), kata sifat (adjective) dan juga kata kerja (verb).

    Contoh:
    Look! you would never trust what I have already seen.
    Listen! She falls in love with me.

    Penjelasan:
    Pada contoh diatas, kata seru /look!/ dan /listen!/ aslinya berasal dari kata kerja (verb) tapi menjadi lain/berbeda pada saat kata itu digunakan dalam bentuk interjection sehingga, makna dari kedua kata seru /look/ dan /listen/ diatas hampir tidak seperti terjemahan aslinya. Dapat kami katakan bahwa keduanya memiliki makna (interpretasi) yang sama dengan "gini lo....".

    Contoh lain dalma bentuk kata sifat (adjective) dan prase kata benda (noun phrase):

    good! you can answer the question at last.
    good job!
    please don't!
    cool!

    dan, beberapa diantaranya diambil dari kata benda (noun):

    congrats!
    Hello dude!


    Kesimpulan:
    Menyimak apa yang telah kami sampaikan mengenai pokok-pokok penting dari interjection tersebut, nyatalah bahwa: hampir 100%, interjection diucapkan berdasar pada mood seseorang pada saat itu - pada saat melihat/merasakan sesuatu atau munculnya perasaan spontan. Dan, hampir 90% merupakan bentuk ungkapan emosional seseorang sehingga dengan menggunakan ungkapan seru ini kita akan menjadi lebih tau bagaimana mood seseorang pada saat ia berkata atau berbicara pada kita.

    Disinilah letak alasan kenapa interjection itu penting dan kami (pelg-grammar) cantumkan sebagai bagian dari part of speech.

  • Countable and Uncountable Noun

    Halaman ini merupakan lanjutan dari bahasan mengenai anggota part of speech terdahulu yaitu: Kata Benda (Noun: memahami fungsi, jenis, kedudukan dan posisi kata benda dalam Kalimat Bahasa Inggris). Kata benda (Noun) mengenal istilah "Countable Noun dan Uncountable Noun" - dimana kata benda tersebut ada yang namanya kata benda dapat-dihitung dan kata benda tidak-dapat-dihitung.
    Apa maksudnya?

    Berbicara mengenai: apakah kata benda tertentu itu dapat dihitung (countable) atau tidak dapat dihitung (uncountable) berarti berbicara masalah plural noun (Kata benda jamak/banyak). Istilah "dapat-dihitung" atau "tidak-dapat dihitung" berarti berkenaan dengan jumlah dari sesuatu (benda) - misalnya; 2, 40, atau banyak dan banyak sekali. Semakin susah kemungkinan kita untuk menghitungnya berarti benda itu "susah" (baca: tidak-dapat) dihitung. Hitungan ini bahkan mencakup butiran, partikel terkecil, dsb.

    Studi Kasus:
    Countable Noun/Uncountable Noun


    Saya mempunyai banyak boneka.
    (I have many dolls).

    dan,

    Saya mempunyai banyak makanan.
    (I have a lot of food)

    Kedua kalimat diatas menggambarkan bagaimana bentuk dan pola kata benda ketika digunakan dalam wujud kalimat bahasa inggris. Fokus kita mengarah pada prase: /many dolls/, dan /a lot of food/.

    Bila diperhatikan, kita akan mengetahui bahwa kata /doll/ atau /dolls/ dapatlah kita hitung jumlahnya. Sedangkan kata /makanan/ tidak terbilang jumlahnya alias susah untuk dihitung. Hitungan ini meliputi banyak jenis benda (baik tumbuh-tumbuhan atau hewan) di dunia ini dan bisa menjadi /makanan/ atau /food/.

    Contoh kata benda dapat dihitung:
    pena, pensil, tas, bola, lemari, rumah, dsb

    Contoh kata benda tak dapat dihitung lainnya;
    coklat (chocolate), air (water), roti (bread), informasi (information), nasehat (advice), besi (iron), beras/nasi (rice), rambut (hair), dsb.

    Akan berbeda bila kita mengatakan "bagian/jenis" dari kata /makanan/ secara rinci, semisal:

    I have two bars of chocolate.
    (Saya memiliki dua batang coklat)

    Pada contoh tersebut, ketika kita ingin mengungkapkan jumlahnya maka kita dapat menggunakan determiner dari kata benda itu (Determiner of Nouns), misalnya: a lot of, some, several, many, much, two bars of, a slice of, dsb.


    Memahami Jenis-jenis Uncountable Noun
    (Kata Benda Tak-dapat-dihitung)

    Bila melihat contoh-contoh yang ada seputar kata benda, maka kata benda tidak dapat dihitung (uncountable noun) - seperti yang dijelaskan oleh British Council - mencakup:



    • Hal-hal substansial: food(makanan), water(air), wine(anggur), salt(garam), bread(roti) *), iron(besi)

    • Kualitas/perasaan manusia: anger(murka/amarah) cruelty(kekejaman), happiness(kebahagiaan), honesty(kejujuran), pride(kebanggaan)

    • Kegiatan-kegiatan: help(bantuan), sleep(tidur), travel(perjalanan), work(karya)

    • Ide-ide abstrak: beauty(kecantikan), death(kematian), fun(kesenangan), life(kehidupan)



    Catatan:
    /bread/ dengan /cake/. Kata /cake/ adalah kata benda dapat dihitung (countable noun).
    Contoh: I have two cakes (saya mempunyai 2 butir/buah kue).


    Dengan memahami beberapa kriteria bentuk uncountable noun diatas, berarti, selain ke-empat hal tersebut tercantum sebagai countable noun.

    Determiner of Uncountable Noun

    Uncountable noun dapat dikenali melalui determiner-nya. Determiner berikut ini digunakan untuk kata benda yang termasuk kata benda tak-dapat-dihitung, yakni:


    little , a little
    much, more, most
    a lot of, lots of
    plenty of, slice of, piece of
    an amount of

    a great deal of
    enough

    no, none


    Some/any tidak hanya digunakan di Uncountable noun tapi juga Countable noun.
    Contoh:

    I need some salt.
    (Saya membutuhkan garam secukupnya).
    I need some books.
    (Saya membutuhkan beberapa/banyak buku)

    Kata /salt/ termasuk uncountable noun dan dapat ditambah determinernya berupa: /some/ demikian pula pada kata /books/ yang merupakan countable noun. Intinya, kata /some/ atau /any/ sama-sama bisa digunakan pada countable atau uncountable noun.
    Catatan: kata /any/ dan /some/ itu sama saja, bedanya: /some/ khusus digunakan dalam kalimat positive dan /any/ digunakan dalam kalimat negative dan interrogative.
    Contoh:

    I have some apples.
    I don't have any apples.
    Do you have any apples?
  • Noun (Kata Benda)

    Kata Benda (Noun) adalah salah satu unsur penting dalam susunan (baca: struktur) kalimat dan termasuk anggota Part of Speech di Bahasan Grammar Bahasa Inggris. Secara umum, kata benda atau Noun bisa menduduki Subject maupun Object dalam kalimat bahasa inggris.

    Pengertian Mendasar Kata Benda (NOUN)

    Gambaran umum penggunaan kata benda dalam Pola Kalimat Verbal sebagai berikut:

    Subject + Lexical Verb + Object

    Contoh:
    The dog bites a stick.
    (Anjing itu menggigit sebuah tongkat)

    Pada contoh kalimat bahasa inggris diatas, kata /anjing/ dan /tongkat/ sama-sama kata benda akan tetapi berbeda kedudukan. Kata /anjing/ menduduki posisi subject (the doer/pelaku utama perbuatan /bites/) dan  kata /tongkat/ menduduki posisi object dimana kata kerja (verb) /bites/ merupakan kata kerja jenis lexical verb dan transitive verb.

    Contoh lainnya:
    Mr.Herman likes going fishing.
    (Bapak Herman suka memancing).

    The car stops suddenly.
    (Mobil itu berhenti mendadak).

    Our teacher is good in IT.
    (Guru kita ahli dibidang IT).

    Pada kalimat tersebut, kata /Herman/, /car/ dan /teacher/ termasuk kata benda (Noun) yang masing-masing menduduki posisi subject dalam kalimat-kalimat tersebut. Jadi, dengan melihat contoh diatas, secara sekilas kita bisa memahami bahwa: Kata Benda (Noun) adalah segala sesuatu tanpa terkecuali baik berwujud; benda mati, hewan, nama orang, profesi/pekerjaan dan sebagainya atau segala apapun yang melingkupi kehidupan kita dan, pada saat kita menggunakan kata benda tersebut, kata benda tersebut dapat diletakkan/berkedudukan diposisi subject ataupun object.

    Jenis Kata Benda (Noun) Secara Umum

    Secara umum, kata benda (noun) terdiri atas:
    • Kata benda Kongkrit (Nampak/kelihatan dan dapat dirasakan),

    • Kata benda Tak-kongkrit atau Abstrak (Hanya bisa dirasakan/dibayangkan).

    Kata Benda kongkrit disebut juga sebagai Concrete Noun. Kata benda jenis ini bisa berupa: benda-benda mati, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, dsb. Sedangkan Kata Benda Abstrak (Abstract Noun) dapat berupa, Misalnya: -
    pembangunan, kebudayaan, pendidikan, keutamaan, kejeniusan, kehidupan, perasaan, naluri, kekecewaan, kebahagiaan, dsb. Dengan kata lain, segala hal yang hanya bisa dirasakan, dibayangkan dan diangan-angan itu termasuk kata benda abstrak.

    Contoh penggunaan dalam sebuah kalimat bahasa inggris:
    Education is urgent for all people.
    (Pendidikan sangatlah diperlukan bagi semua orang)

    Kita perhatikan bahwa kata /education/ yang merupakan kata benda abstrak itu diletakkan di posisi subject dalam kalimat.

    Catatan
    Selain noun, kata lain yang dapat diletakkan di posisi subject adalah:



    Kata Benda Tunggal (Singular Noun) dan Kata Benda Jamak (Plural)

    Lebih lanjut lagi bahwa, kata benda mengenal istilah: Singular Noun dan Plural Noun atau kata benda tunggal dan jamak (banyak/lebih dari satu). Apa itu Singular dan Plural Noun?

    Singular Noun & Plural Noun

    Singular Noun adalah kata benda tunggal atau benda-nya cuma ada satu. Bagaimana kita tahu bahwa kata benda ini tunggal dan itu jamak? Untuk mengetahuinya, dapat kita kenali melalui Determiner of Noun (Penanda kata benda), yaitu:

    (1) Penggunaan Artikel "A", "An" atau "The"

    Contoh:
    A student jumps on to the gate.
    He is eating an apple.

    Dari contoh diatas, berarti kata /student/ dan /apple/ termasuk kata benda tunggal (singular noun). Akan tetapi, cara ini tidak sepenuhnya efektif.

    Contoh kasus:
    The pen is red.
    (Pena itu berwarna merah)

    The pens are red.
    (Pena-pena itu berwarna merah).

    Prase /the pen/ berbeda dengan /the pens/. Pada prase /the pen/ penggunaan /the/ berlaku pada kata benda tunggal /pen/. Artinya, /pena/ itu cuma ada satu (tunggal). Akan tetapi pada contoh dibawahnya, prase /the pens/ pena-nya lebih dari satu alias banyak (walau tidak dijelaskan berapa jumlah penanya - misalnya "There are five pens on the table", yang artinya: ada 5 pena diatas meja). Itu berarti, Penanda artikel /A/ dan /An/ dapat efektif sebagai penanda (determiner) kata benda tunggal (singular noun) sedangkan artikel /the/ bisa sebagai determiner singular noun dan juga plural noun.

    (2) Penggunaan Kata Bantu/Structural Verb (Auxiliary/Structural Verb)

    Contoh:
    There are ten apples in the basket
    (Ada 10 apel didalam keranjang-apel).

    Dari contoh diatas, kita dapat melihat bahwa pada saat kita akan mengatakan bahwa ada "10 Apel" maka kita akan menggunakan kata kerja (structural verb) /are/ dibelakang /there/ dan bukan /is/. Hal ini dikarenakan /ten apples/.
    Coba bedakan dengan contoh kalimat berikut ini:

    There is an apple in the basket.
    (Ada sebuah/sebutir apel didalam keranjang).

    Pada contoh terakhir ini, penggunaan structural verb /is/ dikarenakan /an apple/ adalah kata benda tunggal.

    (3) Akhiran /-S/ atau /-ES/ dan Irregular Noun.

    Penanda yang satu ini (berupa: akhiran /s/ atau /es/ dan /irregular noun) adalah yang paling efektif didalam mengetahui apakah kata benda tertentu itu berupa singular noun atau plural noun.
    1. #Akhiran /S/ Pada Kata Benda
    2. #Akhiran /ES/ Pada Kata Benda
    3. #Bentuk-bentuk kata benda Irregular 

    Kata Benda Berakhiran /-es/

    Letakkan akhiran /-es/ jika kata benda memiliki huruf terakhir berupa:

    -s, -ss, -ch, -sh, -x dan beberapa -y.

    Contoh:
    class (kelas/ruang kelas)
    gas (gas)
    miss (nona)
    wish (harapan/keinginan)
    watch (jam tangan)
    tax (pajak)
    box (peti/kotak)

    Contoh penggunaan:
    class --> classes
    gas --> gases
    miss --> misses
    wish --> wishes
    watch --> watches
    tax --> taxes
    box --> boxes

    Contoh kata benda berakhiran /-y/:

    lady (perempuan/wanita), country (negara)

    Ketika ditambahkan akhiran /es/, maka huruf /-y/ pada kata benda /lady/ tersebut harus berinfleksi menjadi huruf /-i/ terlebih dahulu, baru ditambah dengan akhiran /-es/, sehingga bentuknya sbb:

    lady --> ladi --> ladies
    country --> countri --> countries

    Dengan Catatan!
    Kita dapat menambahkan akhiran /-es/ pada kata benda yang berakhiran huruf /y/ diatas dengan syarat: susunan huruf terakhir pada kata benda tersebut harus berupa:

    Konsonan + Y

    Pada contoh diatas, kita menemukan huruf terakhir pada kata benda tersebut adalah:

    -dy pada lady
    dan,
    -ry pada country.


    Kata Benda Berakhiran /-s/

    Memahami uraian pada bahasa diatas (kata benda berakhiran /-es/), apabila kata benda tersebut memiliki susunan huruf terakhir berupa:

    Vokal + Y

    maka, tambahkan hanya huruf /-s/ saja.
    Misalnya:

    /boy/ --> boys


    Selain bahasan-bahasan diatas, tambahkanlah akhiran /-s/ saja pada akhir huruf kata benda selain ketentuan yang tertera pada bahasan Akhiran /es/ diatas.

    Irregular Noun (Kata Benda Tak-beraturan)

    Kata benda memiliki istilah yang disebut dengan Irregular Noun atau lebih lengkapnya adalah Irregular Plural Noun (Kata benda Jamak tak beraturan). Dengan kata lain, bila kita ingin merubah kata benda tunggal menjadi kata benda jamak (plural) dimana kata benda itu termasuk kata benda tak beraturan, maka aturan mainnya (secara gramatikal) berbeda sama sekali dengan kata benda jamak yang berakhiran /-s/ atau /-es/ seperti pada bahasan diatas sebelumnya.

    Contoh Kata Benda Tak-beraturan (Irregular Noun) tersebut sbb:

    man --> jamaknya adalah: men
    woman --> jamaknya adalah: women
    child --> jamaknya adalah: children
    foot --> jamaknya adalah: feet
    tooth --> jamaknya adalah: teeth
    person --> jamaknya adalah: people
    goose --> jamaknya adalah: geese,
    mouse --> --> jamaknya adalah: mice (khusus untuk "hewan") *)
    dsb.

    Catatan:
    Dalam bidang IT/komputer, bentuk plural dari utilitas/alat yang bernama: "mouse" bilamana diubah kebentuk jamak, maka tambahkan akhiran /es/ sehingga menjadi "mouses" dan bukanlah "mice" karena istilah jamak "mice" khusus untuk "hewan".


    Contoh:

    I have a man.
    (Saya memilik satu orang anak-buah)

    I have two men.
    (Saya memiliki dua orang anak-buah)


    ======
    Mengenai kata benda dapat dihitung (countable noun) dan kata benda tak dapat dihitung (uncountable noun) akan dibahas dihalaman yang akan datang di blog pelg-grammar ini.
  • Mengenal Adjectives (Kata Sifat) Bahasa Inggris

    Kata Sifat (Adjectives) adalah salah satu anggota Part of Speech yang sangat penting dan paling sering digunakan dalam kalimat-kalimat bahasa inggris baik tulisan maupun percakapan (conversation). Kata sifat dapat dikenali dari posisinya dalam susunan sebuah kalimat.


    Jenis Kata Sifat (Adjectives)


    Ada 2 jenis kata sifat (Adjectives) dalam Bahasa Inggris, yakni:
    1. Pure Adjectives
      Pure Adjectives adalah kata sifat yang memiliki bentuk kata dan makna utuh.
      Contoh:
      pretty, small, young, old, beautiful, shy, anxious, new, wet, dsb.
    2. Derivative Adjectives
      Derivative Adjectives adalah kata sifat yang terbentuk dari kata lain atau diambil dari kata lain yang sebenarnya bukan pure adjectives.
      Contoh:
      careful, interested, broken, my, english, educational, dsb.

    Baik pure adjectives maupun derivative adjectives memiliki fungsi (baca: kegunaan) yang sama, yaitu: menerangkan kata benda (noun) atau prase kata benda (noun phrase).

    Contoh Pure Adjective:
    The cute child has a pretty doll.
    (Anak yang imut-imut itu punya sebuah boneka yang cantik)

    Contoh Derivative Adjective:
    We must be careful to do the things.
    (Kita harus berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu).

    Pada kalimat tersebut kita lihat bahwa kata sifat /cute/ menerangkan kata benda /child/ dan kata sifat /pretty/ menerangkan kata benda /doll/. Dengan adanya kata sifat didepan kata benda tersebut, kata benda menjadi memiliki "informasi tambahan" sempurna dan lebih mudah dipahami ketimbang apabila kalimatnya tanpa kata sifat, sbb:

    The child has a doll.
    (Anak itu punya sebuah boneka).

    Posisi Kata Sifat (Adjectives) Dalam Kalimat Bahasa Inggris

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya mengenai "Posisi Kata Sifat (Adjectives) dalam Bahasa Inggris", bahwa kata sifat sering diletakkan di posisi:
    • Pelengkap (Complement)

      Kata sifat yang diletakkan diposisi complement ini menduduki posisi predikat (predicative sentence) dalam sebuah kalimat.
      Contoh:
      She is beautiful.

      Kata /beautiful/ adalah kata sifat dan diletakkan diposisi predikat dimana susunan kalimat itu adalah: Subject + Structural Verb (BE) + Adjectives (Predicative Sentence).
    • Didepan Kata Benda (Noun/Noun Phrase)

      Kata sifat sering juga diletakkan diposisi: didepan kata benda/prase kata benda yang berguna untuk menerangkan (baca: menambah informasi lebih lengkap atas) sebuah kata benda/prase kata benda.
      Contoh:
      She is loyal woman.
      (Dia perempuan yang setia).

      Dalam contoh ini, kata sifat /loyal/ terletak didepan kata benda /woman/ yang memberikan makna tambahan / informasi lebih bahwa /perempuan itu "setia"/.


    Mengenal Derivative Adjectives Bahasa Inggris

    Derivative adjectives adalah kata sifat - kata sifat yang aslinya bukanlah kata sifat (pure adjective) melainkan dapat berasal dari kata kerja, kata benda, dsb.

    Contoh:
    /Careful/ artinya: 'hati-hati' atau 'berhati-hati'.

    Kata sifat /careful/ disebut sebagai kata sifat derivatif (derivative adjective) oleh karena kata /careful/ berasal dari (baca: diambil dari...) kata kerja (verb) yaitu: /care/ yang artinya "peduli/mempedulikan". Dengan penambahan akhiran (suffix) berupa: /-ful/, sehingga /care/+/-ful / berubah menjadi kata sifat (adjective) yang kemudian hari disebut sebagai derivative adjective. Penambahan akhiran /-ful/ adalah salah satu contoh saja dari sekian banyak bentuk akhiran yang membuat kata aslinya yang bukan kata sifat berubah menjadi kata sifat dan ini sangat berbeda dengan "infleksi".


    Asal-Kata (Derivasi) Kata Sifat (Adjective)

    Berikut ini adalah beberapa asal-kata yang dengan penambahan unsur (baca: akhiran/suffix) tertentu akan membentuk sebuah kata baru yaitu kata sifat (adjectives).

    1. Kata Kerja (Lexical Verb) Bentuk ke-I / Present Verb

      Kata kerja lexical (Lexical Verb) adalah kata kerja yang memiliki arti utuh dan jelas atau kata kerja yang terjemahannya mengacu pada kekamusan (baca: lexicon).
      Selain itu, kata kerja lexical ini harus berbentuk kata kerja pertama (Verb-I) atau Present Verb tanpa akhiran-akhiran apapun (atau disebut juga dengan: bare-infinitive).

      Macam-macam akhiran yang ditambahkan diakhir huruf pada kata kerja itu sbb:

      (a) Akhiran /-ful/
      Contoh:
      careful, helpful, dsb.

      (b) Akhiran /-less/
      Contoh:
      careless, hopeless, dsb.

      (c) Akhiran /-able/ atau /-ible/
      Contoh:
      understandable, incredible

      (d) Akhiran /-ive/
      Contoh:
      attractive, inventive, persuasive, descriptive
    2. Kata Benda (Noun)

      (a) Akhiran /-al/
      Contoh:
      educational, adjectival, proposal

      (b) Akhiran /-ful/
      Contoh:
      beautiful, harmful

      (c) Akhiran /-ic/

      Contoh:
      terrific, exotic

      (d) Akhiran /-ous/
      Contoh:
      anxious, dangerous,

      (e) Akhiran /-ish/

      Contoh:
      childish
    3. Kata Kerja (Lexical Verb) Bentuk ke-III / Past Participle

      Pembentukkan kata sifat dapat pula berasal dari kata kerja bentuk ke-3 atau kata kerja Past participle.
      Contoh:
      /broken/ --> berasal dari kata kerja pertama yaitu: /break/

      Contoh penggunaan:
      The glass was broken.
      (Gelas itu pecah).

      keterangan:

      /pecah/ atau /broken/ adalah kata sifat derivatif.

      Contoh lainnya:
      Broken heart
      (Patah hati)
    4. Irregular Adjective

      Irregular adjective adalah kata sifat yang berasal dari kata benda dengan bentuk perubahan yang hampir sama sekali baru/berbeda.

      Contoh:
      /length/ = kata benda
      /long/ = kata sifat

      /width/ = kata benda
      /wide/ = kata sifat

      /height/ = kata benda
      /high/ = kata sifat

      atau, asal katanya ya memang berasal dari kata sifat itu sendiri.
      Contoh:

      /red/ = kata sifat
      /reddish/ = kata sifat

    Kesemua kata sifat derivatif itu digunakan sama persis dengan kata sifat asli (pure adjective). Jadi, untuk masalah penggunaan ya sama saja alias gak ada bedanya.


    Catatan mengenai Kata Sifat Khusus

    Disamping penjelasan diatas, kata benda (noun) dapat menjadi kata sifat, dengan syarat, posisi dan fungsi kata benda tersebut "didepan kata benda utamanya" dan "berfungsi menerangkan kata benda utamanya.

    Contoh:
    English book

    Pada prase /English book/, kata /English/ berfungsi sebagai kata sifat (adjective) - bukan derivatif tapi asli kata benda - karena menerangkan kata benda utamanya yaitu /book/.
    Lihat penjelasan mengenai hal ini pada bahasan: mengenal prase (phrase) dalam bahasa inggris.


    ______________________
    Info:
    Jika ada yang kurang pada pembentukkan derivative adjective tersebut diatas, silahkan sampaikan via email kami di jean.rasyid@gmail.com. Kami akan sangat senang menerima masukan atau tambahan dari anda demi pengetahuan pembaca lain.
  • Pronoun (Kata Ganti Bahasa Inggris)

    Pronoun disebut juga Kata Ganti. Sebagai kata ganti, maka pronoun berfungsi untuk menggantikan sesuatu (orang, benda, hewan dan semuanya) dengan kata-kata tertentu yang disebut dengan "kata ganti" itu.

    Contoh:
    Andi likes collecting stamps.
    (Andi suka mengkoleksi perangko)

    Kata /andi/ adalah kata benda (noun). Kata /andi/ ini dapat diganti dengan kata ganti - misalnya - /He/, sehingga menjadi:

    He likes collecting stamps.
    (Dia suka mengkoleksi perangko)

    Dalam hal ini, kata /He/ disebut kata ganti orang. Karena berkedudukan/berposisi di depan kata kerja /likes/ maka kata ganti /He/ disebut sebagai kata ganti subject atau subjective pronoun.

    Contoh kata ganti bukan orang/benda:

    The cat loves eating meat.
    (Kucing itu sangat suka makan daging)

    Prase /the cat/ bisa diganti dengan: /It/ atau subjective pronoun berupa: /It/ yang mengacu pada /the cat/ itu sendiri, sehingga menjadi:

    It loves eating meat.
    (Dia - menunjuk pada /the cat/ - sangat suka makan daging)

    Berikut ini adalah data lengkap pronoun dalam bahasa inggris:


    Pronoun (Kata Ganti) Bahasa Inggris

    (Grammar) Bahasa Inggris mengenal 5 macam/jenis kata ganti, yaitu:
    1. Subjective Pronoun (Kata Ganti Subject)

      Yang termasuk kedalam kata ganti subject/ subjective pronoun, yaitu:
      I --> saya, aku
      You --> kamu, kau, anda, engkau, dirimu, kalian*)
      We --> kami, kita
      They --> mereka
      He --> dia (keterangan: menunjuk pada seseorang (yang berjenis kelamin) laki-laki.
      She --> dia (keterangan: menunjuk pada seseorang (yang berjenis kelamin) perempuan.
      It --> dia (keterangan: menunjuk pada sesuatu/benda atau SELAIN orang.

      Posisi Subjective Pronoun dalam kalimat adalah didepan kata kerja (baik berupa lexical verb maupun structural verb), misalnya:
      He cares of us. (/cares/ adalah kata kerja lexical).
      He is a teacher. (/is/ adalah akta kerja structural).

      Catatan:
      penambahan huruf /s/ dibelakang kata kerja /care/ ataupun,
      penggunaan to be /is/ pada kalimat diatas diatur oleh Tenses.

      Catatan:
      *) "kalian" adalah bentuk jamak dari /you/. Jadi, kita dapat menggunakan kata ganti subject /you/ dengan maksud mengacu pada "kamu","anda" ataupun "Kalian".
      Contoh:
      You don't understand me.
      (Kalian tidak mengerti aku).

      Nantinya, kita akan juga menemukan dimana kata /you/ memiliki makna yang sama pada anggota pronoun lainnya disemua bahasan dibawah ini.
    2. Objective Pronoun (Kata Ganti Object)

      Objective Pronoun berbentuk:

      me
      --> ku, aku, saya
      you --> mu, kamu, kau, anda, kalian
      us --> kami, kita
      them --> mereka
      him --> -nya, dia (menunjuk pada laki-laki)
      her --> -nya, dia (menunjuk pada perempuan)
      it --> -nya, dia (menunjuk pada SELAIN orang)

      Posisi Objective Pronoun dalam kalimat adalah dibelakang kata kerja transitive atau diletakkan diposisi complement.

      Misalnya:
      (i) dibelakang kata kerja transitive:
      The man loves me.
      (Dia mencintaiku)

      Keterangan:
      /me/ adalah objective pronoun dan diletakkan dibelakang kata kerja transitive /loves/.

      (ii) diposisi complement:
      I go with him.
      (Saya pergi bersamanya).

      Keterangan:
      /him/ adalah objective pronoun dan diletakkan diposisi complement (pelengkap) setelah preposisi (preposition) /with/. Sedangkan kata kerja /go/ adalah kata kerja Intransitive.

      Baca lebih lanjut mengenai objective pronoun disini.
    3. Possessive Adjective (Kata Ganti Milik/Kepunyaan)

      Possessive Adjective disebut juga sebagai: kata ganti milik atau kepunyaan, diantaranya adalah:

      my --> ..............-ku, ...........-saya
      your -->  .......-mu, ..............-kalian, ...........-anda
      our --> ......-kami, .............-kita
      their --> ..........-mereka
      his --> ............-nya, ..........-dia (laki-laki)
      her --> ............-nya, ..........-dia (perempuan)
      its --> ............-nya, ..........-dia (SELAIN orang)

      Contoh penggunaan:
      This is my bag.
      (Ini adalah tasku)
      atau,
      (Ini adalah tas kepunyaan/milik-ku)

      Lalu, kenapa disebut sebagai adjective?
      Perhatikan contoh berikut ini!

      my bag.

      kata /my/ sebagai possessive adjective berfungsi untuk menerangkan tentang kepunyaan atas sebuah tas. Dalam hal ini kata /my/ diletakkan didepan kata benda (noun) berupa: /bag/. Jadi, menggunakan possessive adjective wajib bersamaan dengan kata benda (noun) / prase-kata-benda (noun phrase).
    4. Possession (Kata Ganti Milik/Kepunyaan)

      Yang termasuk Possession adalah:

      mine --> milikku, kepunyaanku
      yours --> milikmu, kepunyaanmu, milik kalian, milik anda
      ours --> milik kami, milik kita
      theirs --> milik mereka
      his --> miliknya, milik dia (laki-laki)
      hers --> miliknya, milik dia (perempuan)
      it --> miliknya, milik dia (SELAIN orang)

      Contoh penggunaan:
      This bag is mine.
      (Tas ini adalah Milikku/Kepunyaanku).

      Dalam hal ini, possession atau possessive pronoun ini dapat berdiri sendiri sebagai satu kata utuh yang memiliki makna yang jelas. Jadi, tidak memerlukan kata benda atau prase kata benda seperti halnya pada Possessive Adjective diatas.
    5. Relative Pronoun (Kata Ganti Relatif)

      Relative pronoun adalah kata ganti yang mengacu pada si pembicara asalnya.
      Misalnya dalam bentuk kalimat sebagai berikut:

      Saya sendirilah yang mengantar hadiah itu padanya.
      (I myself deliver the gift to her).

      Kata /myself/ disebut sebagai relative pronoun yang mengacu pada asal pembicara yaitu /I/=>"saya".
      Sehingga, antara pembicara asal dengan relative pronounnya harus sama.
      Berikut ini adalah relative pronoun dalam bahasa inggris:

      myself --> (saya) sendiri
      yourself --> (kamu) sendiri  *)
      yourselves --> (kalian) sendiri *)
      themselves --> (mereka) sendiri
      ourselves --> (kami/kita) sendiri
      himself --> (dia) sendiri  (menunjuk pada laki-laki)
      herself --> (dia) sendiri  (menunjuk pada perempuan)
      itself --> (dia) sendiri   (menunjuk pada SELAIN orang)


      Catatan:
      Akhiran -ves pada /-selves/ merupakan bentuk jamak (baca:plural) pada /-self/.
      Disini, huruf /-f-/ mengalami infleksi menjadi /-v-/.

      Contoh penggunaan dalam kalimat bahasa inggris:

      You yourself saw the thief.
      (kau sendiri yang melihat pencuri itu)

      We ourselves should clarify the case
      (Kita sendirilah yang harus menjelaskan dengan jelas perkara itu)

      Catatan:
      *) pada relative pronoun ini, antara /you/ berbentuk tunggal (kamu, kau, anda) dipisahkan/dibedakan dengan /you/ berbentuk /jamak atau plural (kalian).
      Sehingga:
      /You/ berbentuk tunggal menggunakan "yourself", dan
      /You/ berbentuk jamak menggunakan "yourselves".

  • Mengenal Adverb Grammar Bahasa Inggris

    Dalam grammar bahasa inggris, adverb lebih dikenal dengan istilah: Kata keterangan. Posisinya dalam susunan kalimat bahasa inggris sering berada setelah kata kerja (verb).
    Misalnya:
    Subject + Verb + Adverb
    I go to school ( /to school/ adalah adverb).

    Akan tetapi, ruang lingkup adverb sebenarnya luas sekali. Terkadang, kita sering menggunakan adverb tanpa kita ketahui bahwa itu ternyata adalah adverb (khususnya bagi pembelajar bahasa inggris yang lebih mengedepankan conversation :p ketimbang grammar). Jadi, sebenarnya apa itu "adverb".

    Definisi Adverb dalam Grammar Bahasa Inggris

    Adverb, menurut englishclub.com, didefinisikan sbb:
    "a word that modifies a verb, an adjective or another adverb, expressing manner, place, time or degree; a word that can modify a phrase, clause or sentence"
     (sebuah kata yang menerangkan kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan lainnya, serta mengungkapkan cara, tempat, waktu atau tingkatan; adverb juga merupakan kata yang menerangkan prase, klausa atau kalimat).

    Sepeerti halnya, englishclun, wikipedia pun menjelaskan pengertian adverb sebagai: "... a word that modifies a verb, adjective, another adverb, determiner, noun phrase, clause, or sentence. Adverbs typically express manner, place, time, frequency, degree, level of certainty."

    Kedua definisi diatas pada dasarnya sama saja, hanya berbeda konteks dan penekanan dari cara penyampaian. Dan, menyimak definisi-definisi adverb diatas, dan berdasarkan terjemahannya yaitu "kata keterangan" berarti, adverb (intinya) berguna untuk menerangkan. Menerangkan apa?

    1. Adverb menerangkan Verb (Kata Kerja).

      Contoh:
      Tony walks quickly
      (Tony berjalan dengan cepat)

      Penjelasan:
      Dalam contoh ini, kata keterangan /quickly/ yang terjemahannya /dengan cepat/ tersebut menerangkan cara "berjalan". Dengan kata lain, kata keterangan /quickly/ menerangkan /walks/, sedangkan kita tahu bahwa /walks/ adalah verb (kata kerja).
    2. Adverb menerangkan Adjective (Kata Sifat)

      Contoh:
      The girl is so pretty.
      (Gadis itu begitu cantik)

      Penjelasan:
      Kata "so" diartikan sebagai: "begitu" atau "demikian" atau hampir sama dengan "very". Kata /so/ - dalam konteks ini -  termasuk adverb yang berfungsi menerangkan kata sifat /pretty/.
    3. Adverb menerangkan Adverb Lain yang sejenis atau beda

      Contoh:
      The old man walks very slowly(Orang tua itu berjalan sangatlah lamban)

      Penjelasan:
      Dalam contoh tersebut terdapat 2 buah adverb (kata keterangan), yaitu:
      a) very, yang berarti: sangat, sekali, amat.
      b) slowly, yang berarti (secara) perlahan-lahan atau lamban.
      Sehingga, kata keterangan /very/ menerangkan kata keterangan lainnya berupa /slowly/. Lebih lanjut, kedua kata keterangan itu (/very slowly/) akhirnya menerangkan kata kerja /walks/.
    4. Adverb menerangkan Sentence/Clause (Klausa/Kalimat)

      Contoh:
      Generally, people tends to work hard to reach the target.
      (Umumnya, orang cenderung bekerja keras untuk meraih target/sasaran).

      Penjelasan:
      /Generally/ adalah adverb yang menerangkan keseluruhan kalimat /people tends to work hard to reach the target/.
    5. Adverb menerangkan Predicate (Predikat)

      Contoh:
      Your seats are here.
      (Kursi anda semua ya disini).

      Penjelasan:
      Kata /here/ berkedudukan di posisi predikat dan berfungsi menerangkan predikat /here/ itu sendiri. Sedangkan dalam hal ini, predikat berupa kata keterangan tempat (lokasi). Berbicara mengenai "predikat", untuk lebih jelasnya silahkan baca dibahasan: kalimat nominal.
    6. Adverb menerangkan Noun (kata benda)

      Contoh:
      All people here are the best.
      (Orang-orang disini terbaik semua).

      Penjelasan:
      Kalimat ini sering muncul dalam bentuk percakapan bahasa inggris. Dalam hal ini, kata keterangan /here/ menerangkan subject-nya yaitu berupa kata benda (noun) /All people/.
    7. Adverb menerangkan Verb Phrases (Prase Kata-kerja)

      Contoh:
      You never comes late.
      (Kamu tidak pernah datang telat).

      Penjelasan:
      Kata keterangan /never/ menerangkan prase kata kerja /comes late/.
    8. Kekhususan "Even" sebagai Adverb (Kata Keterangan)

      Contoh:
      Even ants need to survive.
      (Bahkan semut sekalipun ingin bisa bertahan hidup)

      Penjelasan:
      Kata /even/ yang berada diawal kalimat tersebut berfungsi sebagai adverb yang menerangkan prase /ants/. Untuk membuat kalimat seperti ini, kata benda yang berkedudukan sebagai subject/noun tersebut mesti dalam bentuk general atau umum atau 1 grup benda tertentu.
      .
      Adalah berbeda bila kita mengatakan:
      Even three ants here need to survive.
      (Bahkan 3 semut disini ingin bertahan hidup).
      Dalam contoh pembeda ini, /even/ berfungsi menerangkan kata bilangan /three/. Oleh karena /three/ disini berkedudukan sebagai kata benda (noun).

    Macam-macam Adverb dalam Grammar Bahasa Inggris

    Ada banyak jenis dan bentuk adverb dalam grammar bahasa inggris, diantaranya adalah:
    1. Adverb of time (kata keterangan waktu)

      Contoh:
      He called me last night.
      I must go to school on time.
      I wake up early in the morning.
      She went home at 4.15 in the afternoon.
    2. Adverb of place (kata keterangan tempat)

      Contoh:
      I sit here.
      I live in Lampung.
      She comes from Netherland.
      The strange man stand before me.
      A cat is sleeping under the oak tree.
    3. Adverb of frequency (kata keterangan frekuensi/seberapa sering)

      I always help my mother in the kitchen every sunday.
      She never comes late.
      He has been in Bali lately.
    4. Adverb of manner (kata keterangan cara)

      Contoh:
      The tiger runs fast.
      The old woman often speaks loudly.
      He explains the lesson in a good manner.
    5. Adverb of degree (kata keterangan tingkat/level)

      Contoh:
      She is very beautiful.
      I'm too strong to lift the box.
    6. Adverb of quantity (kata keterangan kuantitas/banyak)

      Contoh:
      The student has many books in his bag.
      I have much money to buy a plane.

    Kesemua adverb yang ada dalam bahasa inggris, dikategorikan atas 2 tipe adverb;
    1. Regular Adverb

    2. Irregular Adverb

    Regular Adverb adalah adverb yang bersifat lexical atau 1 kata utuh yang memiliki arti yang jelas, sepertil here, there, early, tomorrow, dsb. Sedangkan Irregular adverb adalah adverb yang memiliki bentuknya yang khusus dan berbeda dengan regular verb pada umumnya, seperti; well, fast dsb.

    Contoh:
    He speaks fast.
    He speaks well.

    Baik /fast/ maupun /well/ tidak memerlukan imbuhan (affix) didalam pembentukkan adverb. Oleh karena /fast/ dan /well/ dalam contoh ini secara otomatis telah menjadi adverb. Hal ini berbeda dengan contoh adverb yang dibentuk dengan penambahan /-ly/ pada kata sifat.

    Contoh:
    I walk slowly.

    Adverb /slowly/ terbentuk atas: adjective /slow/ + /-ly/. Dalam hal ini, /-ly/ tidak memiliki arti apa-apa. Akan tetapi dengan ditambahnya /-ly/ diakhir kata sifat /slow/ tersebut, artinya menjadi sedikit berbeda yang membuatnya berubah menjadi Adverb of manner.

    Slow --> Adjective (pelan, lamban, lambat)
    Slowly --> Adverb (dengan perlahan-lahan, secara lambat, dengan lambat, dengan lamban).

    Pada kasus /fast/ dan /well/, keduanya dapat menjadi adjective sekaligus sebagai adverb of manner.

    Contoh:
    I can walk fast -->/fast/ adalah adverb of manner.
    The train is very fast --> /fast/ adalah adjective.

    Contoh lain:
    I'm very well (Saya baik-baik saja)
    I can speak English well (Saya dapat berbahasa inggris dengan baik)

  • Mengenal Memahami Kegunaan Conjunction serta Contoh Kalimatnya

    Conjunction diterjemahkan sebagai Kata Penghubung. Yang namanya "penghubung" berarti kata ini bertujuan/berfungsi untuk menghubungkan antara sesuatu dan sesuatu. Secara mendasar - di banyak pemakaiannya dalam grammar bahasa inggris - kata penghubung (conjunction) ini menghubungkan antara:
    • Kata dan Kata
    • Kata dan Prase (atau, phrase dan kata)
    • Kalimat dan Kalimat
    Melihat dari hal tersebut diatas, maka conjunction termasuk bagian dari Part of Speech dalam rangka membentuk:
    • Unsur pembangun kalimat (baca: Simple Sentence)
    • Compound Sentence
    • Complex Sentence
    • dan, Compound Complex Sentence
    Sebelum mempelajari contoh kalimat-kalimat bahasa inggris diatas, terlebih dahulu mempelajari kita akan mempelajari bentuk-bentuk conjunction dalam (grammar) bahasa inggris.

    Bentuk-bentuk Conjunction

    I. Simple Conjunction

    Contoh:
    and, or, so,  but, yet, if, then, thus, since, after, when, while, dsb.

    II. Compound Conjunction

    Contoh:
    although, before, even if, even though, due to, besides, whereas, dsb

    III. Complex Conjunction

    Contoh:
    nevertheless, knowing that, in fact that, dsb.

    Conjunction sebagai Pembangun Unsur Kalimat.

    Dalam pembahasan yang lalu dengan judul: Memahami Pola Kalimat Dasar Bahasa Inggris, bahwa yang disebut dengan unsur-unsur pembangun kalimat itu contohnya adalah: subject, verb, adverb, complement dan segala bentuk kata yang tercantum dalam part of speech.

    Nah, disini dikatakan bahwa conjunction juga termasuk unsur pembangun kalimat. Karena, selain termasuk anggota part of speech, conjunction juga membentuk unsur pembangun kalimat inti:

    Unsur kalimat inti itu adalah:
    Subject, Verb, Object, Adverb dan Complement.

    Dalam hal ini, conjunction dapat membentuk unsur pembangun berbentuk subject dan object.
    Perhatikan contoh berikut ini:

    (i) Linda and I were invited by Hasan yesterday.

    Kita pun dapat meletakkan posisi [Linda and I] dibelakang kata kerja /invited/  sehingga /Linda and I/ menjadi Object:

    (ii) Hasan invited Linda and I yesterday.

    Dalam contoh diatas, conjunction /and/ membantu menyatunya kata benda /Linda/ dan Pronoun /I/ menjadi satu unsur yaitu: Subject. Sehingga bila diurutkan akan menjadi jelas, sebagai berikut;

    Pada contoh ke (i):
    Linda and I = Subject
    were invited = Verb
    by Hasan = Object
    yesterday = Adverb (of time).

    Pada contoh ke (ii):
    Hasan = Subject
     invited = Verb
    Linda and I = Object
    yesterday = Adverb (of time).

    Contoh lainnya:
    Which books do you like to buy, English dictionary or English grammar?

    Akan tetapi, tidak semua conjunction dapat menjadi "pembentuk unsur kalimat".
    Jadi tidaklah dapat kita mengatakan:

    She when I (salah! tidak grammatikal).
    He stands before me. (grammatikal - tapi, before bukan conjunction melainkan preposition) *)

    Catatan: *)
    /before me/ artinya [sebelum saya]. Itu berarti sama dengan [didepan]. Pada contoh ini, adalah salah bila mengatakan bahwa /before/ adalah conjunction oleh karena /before/ digunakan untuk menghubungkan antar kalimat, bukan antar kata!
    Contoh:
    Before I go to school, I take my breakfast.
    (Sebelum saya pergi ke sekolah, saya sarapan terlebih dahulu).

    Dengan kata lain, /before/ menghubungkan antara kalimat:
    I go to school dan I take my breakfast.

    Jadi, tidak semua conjunction berfungsi sebagai penghubung antar kata - dalam rangka membentuk unsur pembangun kalimat. Kata penghubung si "tukang" penghubung antar kata itu adalah:

    and, but, dan or. (ketiga conjunction ini pun juga berguna menghubungkan antar kalimat).

    Contoh:
    He is not a soldier but a policeman.
    She told him and me about it.
    A state or a country is identical.D


    Contoh fungsi [or, and, dan but] dalam menghubungkan antar kalimat:
    I still remember what you said but you deny it.

    Dengan contoh tersebut diatas, dapat dikatakan bahwa hanya ketiga conjunction tersebut yang memiliki kekhususan penggunaan dalam corak kalimat bahasa inggris yang pernah ada :p
    Catatan: lihat referensi valid disini.

  • Apa itu DO,DOES dan DID

    DO, DOES dan DID dalam grammar bahasa inggris memiliki fungsi/kegunaan yang sangat penting. Seakan-akan, ketiganya adalah hal yang berbeda. Padahal, DOES dan DID berasal dari satu kata, yaitu: DO. Lalu, apa status, fungsi dan kedudukan DO, DOES dan DID dalam pola kalimat bahasa inggris?

    Kedudukan kata "DO" dalam Grammar Bahasa Inggris

    DO (juga does dan did) termasuk dalam kategori: structural word sekaligus lexical word. Mengapa? hal ini disebabkan karena kata DO memiliki 2 (dua) status dalam membentuk pola kalimat, yakni:
    1. DO sebagai Kata Kerja Murni (Verb)
    2. DO sebagai Kata Bantu (Auxiliary).
    3. DO sebagai Kata Keterangan Kualitas (Adverb of Quality)

    DO Sebagai Verb (Kata Kerja)

    Bila DO sebagai kata kerja, maka DO pasti memiliki arti tertentu. Sebagai lexical word, DO memiliki arti: /melakukan/,/mengerjakan/ atau /lakukan/.

    Misalnya:
    I do the job.
    (saya yang mengerjakan pekerjaan itu).

    Let me do the duty!
    (Izinkan saya mengerjakan tugas itu!)


    DO Sebagai Auxiliary (Kata Bantu)

    Bila DO sebagai kata bantu, maka DO ini termasuk structural word sehingga DO sebagai auxiliary tidak memiliki arti yang jelas.

    Misalnya:
    I do not need you.
    (Saya tidak membutuhkanmu)

    Do you need me?
    (Apakah kau membutuhkanku?)

    You need me, do not you?
    (Kau membutuhkanku, bukan?)

    DO Sebagai  Adverb of Quality

    Bila DO sebagai kata keterangan qualitas atau Adverb of Quality, maka DO sama kedudukannya dengan kata keterangan kualitas lainnya semisal; very.

    Misalnya:
    I'm very happy.
    (Saya sangat senang)

    You do look happy.
    (Anda benar-benar kelihatan senang/bahagia)

    Catatan:
    Sebagai adverb of quality, DO HANYA digunakan dalam pola kalimat VERBAL.

    Perubahan Bentuk DO dalam Bahasa Inggris

    DO mengalami perubahan sebagai berikut:

    • DO menjadi DOES
    • DO menjadi DID
    Baik DO maupun DOES sama-sama digunakan sebagai auxiliary, kata kerja dan kata keterangan kualitas dalam bahasa inggris.

    DO/DOES=Auxiliary

    DO/DOES sebagai auxiliary digunakan dalam pola kalimat verbal simple present tense, yakni: dalam pola kalimat negative dan interrogative.

    Misalnya:
    Do you know me?
    I do not understand this at all.

    Perhatikan bahwa, penggunaan DO berbeda dengan DOES. Lihat penjelasan di Simple Present Tense.

    DO/DOES=Adverb of Quality

    Sebagai adverb of quality, penggunaan DO dan DOES juga tidak sama. DO digunakan apabila subjectnya berupa: I, you, we, they atau padanannya. Sedangkan DOES digunakan bila subjectnya berupa: He, She, It atau padanannya.

    Contoh:
    I do love you.
    She does care about me.

    Kedua kalimat diatas juga berlaku dalam pola kalimat verbal simple present tense.

    Perubahan DO menjadi DID

    Perubahan DO menjadi DID manakala kita akan menggunakan DO dalam pola kalimat verbal simple past tense. Akan tetapi, perubahan ini tidak ikut merubah fungsi dan kedudukan DID sebagai Auxiliary, Verb dan Adverb of Quality seperti pada bahasan diatas sebelumnya.

    DID=Verb

    Contoh:
    I did the duty yesterday
    (Sayalah yang mengerjakan tugas itu kemarin)

    DID=Auxiliary

    DID sebagai auxiliary digunakan untuk seluruh subject dalam pola kalimat negative dan interrogative verbal simple past tense.
    Contoh:
    (-) I did not know how.
    (Saya tidak tau bagaimana caranya)

    (?) Did you say anything to her last week?
    (Apakah kamu mengatakan sesuatu padanya minggu yang lalu?)

    DID=Adverb of Quality

    Pada waktu DID digunakan seagai adverb of quality, maka kalimatnya harus berbentuk pola kalimat verbal simple past tense.

    Contoh:
    I did tell him something
    (Saya benar-benar memberitahunya sesuatu)

    Catatan:
    Perhatikan bahwa, ketika DID digunakan dalam simple past tense berpola positive, maka kata kerja /tell/ harus berbentuk kata kerja pertama atau present-verb karena telah digantikan oleh DID tersebut.
    Bila kalimatnya diubah kebentuk negative akan menjadi sebagai berikut:

    I didn't tell him anything
    (Saya benar-benar tidak memberitahunya apa-apa).

    Pada contoh diatas,k ata bantu /didn't/ telah menggantikan fungsi DID sebagai adverb of quality. Negasi dalam bahasa inggris adalah absolute case (masalah yang sudah dianggap pasti).

    Contoh:
    I didn't know (saya benar-benar tidak tahu.)
    berbeda dengan:
    I didn't know yet (saya belum tau)
  • Preposition: Definisi, Sifat dan Cara Menggunakannya

    prep·o·si·tion /pre-pə-ˈzi-shən/\kd, e.g. in, at, on, into, between, along, aside, before, near, by off\, dsb.

    Preposition disebut juga dengan nama: Kata Depan. Misalnya, di, ke, dari, antara, dengan, dsb dan termasuk anggota Part of Speech. Bila kita mengambil satu contoh saja - misalnya - preposisi [di], maka akan ditemukan banyak kata dalam bahasa inggris. [di] bisa berarti [in], [at], [on]. Banyaknya kata [di] dalam bahasa inggris mungkin membuat anda bingung tentang: Bagaimana cara menggunakan preposition (kata depan) dalam bahasa inggris?

    Studi Kasus: Definisi, Posisi dan Kegunaan Preposition

    Preposition(kata depan) termasuk dalam kategori: structural word. Dengan kata lain, preposition tidak memiliki arti jelas, tapi memiliki fungsi/kegunaan. Menterjemahkan preposition dalam suatu kalimat dan menginterpretasinya tidak lain karena adanya kata-kata lain sebelum dan sesudah preposition tersebut.

    Definisi/Pengertian Preposition (kata depan/preposisi)

    Secara definitif, Preposition - menurut http://dictionary.reference.com/browse/preposition - Preposition adalah: "a word or group of words used before a noun or pronoun to relate it grammatically or semantically to some other constituent of a sentence" - yang artinya:

    "Sebuah atau sekelompok kata yang digunakan didepan kata benda atau pronoun yang berhubungan dari segi gramatikal atau semantik dengan unsur-unsur (constituent) lainnya dalam sebuah kalimat".

    Dari definisi tersebut, bisa kita katakan bahwa preposition Tidak dapat berdiri sendiri dan tidak memiliki arti jelas tanpa adanya unsur-unsur lain (misalnya: subject, verb, dsb) dalam sebuah kalimat.

    Contoh:
    She is in her office now.

    Dalam kalimat tersebut, preposition [in] berhubungan secara gramatical dengan [office] dan atau [her office]. [her office] mengandung pronoun her + noun (lihat def). Dengan bergabungnya [in] dan [office] atau [in] dan [her office] tercipta kesan "tempat" (lihat glossary) yang membuat [in] memiliki isyarat makna berupa "didalam" sehingga kita meng-interpretasikannya (ingat! bukan menterjemahkannya!) dengan [didalam kantor] atau [didalam kantornya].

    Perhatikan ilustrasi berikut ini:

    in = preposition
    office = noun

    in + office = kata keterangan tempat (adverb of place) -> [office] berubah menjadi: "nama tempat".

    Uraian diatas adalah sekilas contoh kasus bagaimana posisi preposisi dan cara menggunakannya dalam Bahasa Inggris.

    Bentuk-bentuk Preposition

    Ada 3 macam bentuk preposition dalam bahasa inggris dilihat dari struktur pembentuknya, yakni:
    1. Simple Preposition

      Contoh:
      in, on, at, of, near, off, down, up, with, out, up, dsb
    2. Compound Preposition

      Contoh:
      below, beneath, between, before, away, along, aside, outside, inside, nearby, dsb.
    3. Complex Preposition

      Contoh:
      in front of, according to, in related to, instead of, due to, because of, in order to, in the event of, by the end of, dsb.

    Secara mendasar, simple preposition sering digunakan pada:
    • Pembentukkan Adverb of Place (kata keterangan tempat)

      Contoh:
      I live in Lampung

      Polanya adalah:
      in/at/from/on + Kata Benda atau Nama tempat
      Sehingga ungkapan/prase [in Lampung] disebut sebagai Adverb of place (kata keterangan tempat)
      .
    • Pembentukkan Adverb of Time (kata keterangan waktu)

      Contoh:
      He always go to school in time.

      polanya adalah:
      in/at/on + Kata Benda atau Nama Waktu

      Contoh lainnya:
      I've been in Jakarta in 1994
      She has a meeting at 7.30 AM.
      My friend, Tommy, arrives in this town on July 3rd, 2003
      .
    • Pembentukkan Phrasal Verbs (Kata Kerja Prase)

      Contoh:
      Get up, get rid of, take off, close up, look up, look down, stay in, bring about, dsb

      polanya adalah:
      Verb + up/on/in/ .... dsb.

      Contoh lainnya:
      Let's get in the car!
      The plane takes off immediately.
      Put on your shoes, jane!.
      You look down on me.

      Bergabungnya verb + preposition, seringkali menciptakan makna (certain meaning / idiomatic expression) tertentu yang terkadang berbeda sama sekali dengan unsur utamanya yaitu kata kerja (contoh diatas).

      Contoh lain:
      Let go off me! (Lepaskan saya! / Biarkan saya pergi!)
      Please stay by my side (Janganlah kau pergi dariku)
      He gets out of my house. (Dia keluar dari rumahku)
    • Pembentukkan Kata Penghubung (Conjunction)

      Contoh:
      He left the room before I told him my secret.
      (Ket: dalam hal ini, before menghubungkan kalimat [He left the room] dan kalimat [I told him my secret].

      Contoh lain:
      in other that, beside, in fact that, dsb

    Kapan Digunakannya Preposition/Kata Depan Semisal "on", "at" dan "in"

    Berbicara mengenai kapan sebuah preposisi (baik simple preposition, compound preposition maupun complex preposition) bergantung pada bagaimana anda memandang sesuatu itu ketika preposition digunakan.

    Contoh:
    [at the table] berbeda dengan [on the table], dan adalah mustahil bila kita mengatakan [in the table].

    [at the table] mengandung pengertian, semisal, anda duduk diatas meja, akan tetapi separuh anggota tubuh anda, misalnya kaki, menginjakkannya dilantai. Jadi tubuh anda tidak sepenuhnya ada diatas meja.

    The teacher sits at the table.

    Akan berbeda maknanya, apabila anda mengatakan:

    The teacher sits on the table.

    Kalimat terakhir ini mengandung pengertian bahwa guru tersebut duduk diatas meja dengan sepenuh tubuhnya. Misalnya tepat berada ditengah-tengah meja dan tidak ada kaki yang keluar dari meja atau menginjakkannya di lantai.

    Gambaran atas perbedaan penggunaaan antara kata depan [at] dan [on] paling tidak menjadi pedoman bagi kita bagaimana cara menggunakan kata depan tersebut dalam sebuah konteks kalimat. Disini, kami ingin menjelaskan bahwa; [on] menyiratkan sebuah keadaan dimana sepenuhnya tubuh/sesuatu tepat berada diatas sesuatu. Pembahasan ini jelas dalam ruang lingkup: Adverb of place.

    Dan, akan berbeda makna bila digunakan dalam pembentukkan adverb of time, semisal;

    I arrive on August 24th.


  • Memahami Perbedaan Articles: A AN dan THE

    Articles disebut juga dengan Kata Sandang. Articles termasuk Anggota Part of Speech. Articles ada 3 jenis, yaitu: A, An dan The. Masing-masing dari ketiga anggota articles tersebut memiliki fungsi, kedudukan dan perbedaan tersendiri dalam kalimat-kalimat bahasa inggris. Di bahasan grammar kali ini, kita akan membahasa tuntas mengenai articles bahasa inggris tersebut.

    Perhatikan contoh penggunaan Article bahasa inggris berikut ini:
    • I need a pen. (Article yang digunakan: "a" pada kata [pen])
    • She ate an orange (Article yang digunakan: "an" pada kata benda [orange])
    • I met the man (Article yang digunakan: "the" pada kata benda [man]).
    Melihat dan memperhatikan contoh penggunakan articles; A, An dan The diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunakan article dalam bahasa inggris ditujukan untuk kata benda (Noun) dan juga (Noun Phrase = Prase Kata Benda), baik kata benda abstrak maupun kata benda kongkrit. Contoh pada noun phrase: My teacher gave me a bad chair. Disini, article "a" digunakan pada noun phrase yang berupa [Bad Chair]. Bila diteliti secara seksama, kita akan menemukan bahwa Article A, An atau The tidak digunakan pada kata selain kata benda dan noun phrase.

    Contoh berikut ini adalah bentuk penggunaan article yang salah/keliru:

    A faster.
    An attract.
    The stay.

    Pada ketiga contoh diatas, masing-masing article tidak dapat digandengkan dengan kata sifat (adjective) berupa [faster]. Tidak pula dapat ditautkan dengan kata kerja (Verb) berupa (misalnya) [attract], sama halnya dengan kata kerja [stay] tersebut.

    Bagaimana dengan kata-kata seperti contoh berikut ini?

    A study.
    An attack.
    The look-out.
    The work.
    A talk.
    A must.

    Kata [study], [attack], [ look-out], [work], [talk] atau [must] memiliki lebih dari 2 kedudukan/status dalam bahasa inggris. Silahkan cek di kamus anda dan anda akan menemukan bahwa kata-kata tersebut dapat berkedudukan atau dengan kata lain kata-kata tersebut tidak hanya berstatus kata kerja, tapi juga kata benda. Bila diterjemahkan secara bebas, maka makna masing-masing kata tersebut yakni:

    A study (sebuah studi). --> I take a study of Culture Background Subject.
    An attack. (sebuah serangan). --> An attack destroyed the building last night.
    A look-out. (Teropong). --> The old man saw the enemy through a look-out.
    The work. (Karya, atau Pekerjaan). --> I love the work. It's amazing!
    A talk. (Diskusi, pembicaraan atau pidato). --> We have a talk today.
    A must. (sebuah keharusan). --> Your election is a must.

    Berdasarkan contoh-contoh diatas, maka article dalam bahasa inggri dapat kita bagi menjadi 2 bagian:

    1. Indefinite Article
    2. Definite Article.

    Dikatakan bahwa article ini indefinite dan lainnya definite disebabkan karena kedudukannya dengan Kata Benda yang mengiringinya.

    Indefinite Article (A, An)

    Disebut sebagai indefinite karena benda yang dimaksud atau yang tengah dibicarakan tidak diketahui sebelumnya. Kata-kata "tidak diketahui" ditafsirkan sebagai sesuatu hal yang baru (baru diketahui, belum ada sebelumnya atau belum dikenal sebelumnya). Dalam bahasa indonesia sering kita gunakan kata-kata seperti: suatu, sesuatu, seorang, sesosok, seonggok, sebuah atau yang sepadan dengan makna ketidaktahuan itu. kata "suatu", "sesuatu" atau "sebuah" tidak serta merta dikaitkan dengan kata benda berwujud tunggal (singular). Disini, yang pertama-tama kita bahas atau yang menjadi titik inti diskusi kita adalah: bahwa benda yang diikuti oleh artikel indefinite itu "tidak diketahui" sebelumnya.

    Contoh:
    I met a man last night.
    (Saya bertemu seorang laki-laki tadi malam).

    Tafsirannya begini:
    Bagi si pembicara yang mengatakan bahwa dia bertemu seorang laki-laki tadi malam secara tidak langsung ingin memberikan informasi kepada pendengar didekatnya bahwa seorang laki-laki itu merupakan seseorang yang baru,  baru pertama kali bertemu, belum dikenal, dsb.
    Adapun article yang tergolong sebagai Indefinite Article yaitu: A dan An.

    Definite Article (The)

    Definite Article merupakan kebalikan dari Indefinite article. Bila Indefinite Article bermakna: "Tidak Diketahui", maka Definite Article bermakna: "Diketahui, dikenal". Definite Article berupa: The. Bila Definite article [The] di'gandengkan' dengan kata benda, maka itu artinya, kata benda itu telah diketahui, sudah dimaklumi, sudah dikenal sebelumnya atau yang sepadan dengan itu.

    Contoh:
    I met the man last night.
    (saya bertemu laki-laki itu tadi malam).

    Bila ditanyakan: "laki-laki yang mana?" jawaban bisa berbentuk: laki-laki yang menghampiriku tadi pagi, atau laki-laki yang sekarang menjadi teman kelas kita, dsb. Terkadang article "the" dapat digantikan dengan kata tunjuk (determiner): "That", sehingga menjadi: I met that man last night.

    Kekhususan Article A, An dan The dalam Bahasa Inggris

    1. Sebagai penanda kuantitas benda.
      Article A dan An digunakan untuk kata benda hanya tunggal (Singular) yang dapat dihitung (Singular Countable Noun).
      Article The dapat digunakan untuk kata benda tunggal (Singular) ataupun kata benda jamak (Plural).
      .
    2. Sebagai Penanda kata benda/prase kata benda (Noun Determiner)
      Seperti pada bahasa diatas, itu artinya, article A, An,The selalu dan selalu digunakan bersamaan dengan Kata benda sehingga ia disebut sebagai "penanda kata benda".
      .
    3. Article A digunakan bila kata benda yang mengikutinya huruf pertamanya selalu berbunyi konsonan. Ingat! "berbunyi konsonan" - dan berhuruf konsonan tapi berbunyi konsonan
      Contoh:
      a pen, a school, a  university (dilafadzkan: yuniversity. jadi berawalan huruf Y), a USA, a union, dsb.
      .
    4. Article An digunakan bila huruf pertama dari kata benda itu berupa Vokal dan berbunyi Vokal.
      Contoh:
      A MBA, (dibaca: em-bi-ei, sehingga diawali dengan huruf vokal berupa: [e]., an estimate, an hour, an age, an import, an offer, an apple, an orange,  dsb.
      .
    5. A/An digunakan sebagai penanda sebuah profesi/pekerjaan.
      Contoh: A manager, a cook, dsb.
      .
    6. A/An digunakan dalam mengungkapkan suatu ukuran.
      Contoh:
      I pay you $200 a month.
      .
    7. Article The, digunakan baik untuk kata benda singular maupun plural.
      Contoh:
      I see the gun!
      The members attend the meeting in time.

    Article A, An dan The termasuk dalam kategori Kata Structural. atau Structural Word.

    Article A, An dan The dikategorikan sebagai kata benda structural. Dengan kata lain, sebenarnya, kata sandang ini tidak memiliki arti yang jelas. A atau An dapat ditafsirkan: sebuah, suatu,satu biji, sebutir, sesosok, seonggok, sehelai, selembar, seorang, dsb. Jadi, A/An tidaklah memiliki arti yang tetap sehingga dikategorikan sebagai kata structural (structural word). Demikian pula pada kata sandang "The".

    Untuk lebih jelas mengenai Structural word, silahkan simak definisi Structural word dan perbedaannya dengan Lecial word.

    Studi Kasus:

    A. Kata Benda Kelompok.
    Kata benda yang nampak seperti banyak (plural), misalnya: Tim (Eng.Team), dikategorikan sebagai kata benda tunggal. Jadi yang dihitung bukan anggota Tim-nya tetapi Tim itu sendiri atau sebagai sebuah Tim. Sehingga kata benda TIM atau Team akan menggunakan article [a] sebagai kata benda tunggal yang dapat dihitung.

    B. Perbedaan Antara Article "A/an" dan number "One"
    Contoh:
    I have a question.
    I have one question.

    Kedua kalimat itu pada dasarnya sama. Dan, memiliki arti/terjemahan yang sama pula. Akan tetapi, digunakannya [one] daripada [a/an] bermaksud untuk memberi penekanan (baca: to emphasize) pada jumlah pertanyaan yang sebenarnya memiliki banyak question.

    Contoh penggunaan One pada seorang guru:
    Okay class, do you have one question?

    Maksud guru tersebut adalah: "apakah anda memiliki satu pertanyaan lagi (walau sebenarnya siswanya memiliki banyak pertanyaan). [One] digunakan dalam hal ini untuk membatasi jumlah pertanyaan dan tidak menutup kemungkinan bahwa, ini adalah pertanyaan terakhir dan setelah itu tidak boleh ada pertanyaan lagi.

  • Memahami Objective Pronoun

    Objective Pronoun disebut juga dengan Object. Object digunakan dalam kalimat-kalimat Bahasa Inggris dan Object diletakkan setelah Kata Kerja Transitif. Object merupakan wujud aksi dari Subject sebuah kalimat. Bila subject pelakunya (the doer), maka object adalah hasil dari aksi, tindakan, perbuatan atau kerja (verb).

    Secara umum Object dapat berupa: kata benda, orang/manusia, hewan ataupun kata ganti object (Objective pronoun).

    Contoh Kalimat yang mengandung Object:
    The detective shot the thief yesterday.
    Linda makes a cake today.

    Pada contoh diatas, baik [the thief] maupun [a cake] keduanya merupakan bentuk object. Tapi bukan objective pronoun oleh karena objective pronoun menggantikan object sebenarnya diatas dalam bentuk lain yang disebut dengan: kata ganti object. Sehingga kalimat tersebut bila diucapkan/dituliskan secara berulang-ulang dapat diganti dengan objective pronoun sbb:

    Contoh Kalimat yang mengandung Objective pronoun:
    The detective shot them yesterday.
    Linda makes it today.

    Ingat bahwa, kata ganti object [them] dapat digunakan baik untuk orang maupun untuk selain orang.

    Contoh:
    He bought many soaps in the shop.
    atau,
    He bought them in the soap.

    Objective Pronoun

    Objective pronoun salah satu anggota dari Pronoun (Kata ganti). Kedudukan dan fungsi objective pronoun sama dengan bentuk-bentuk object lainnya dalam bahasa inggris.

    Contoh Objective pronoun:
    Me, you, us, them, him, her, dan it.

    Secara sederhana, objective pronoun diatas merupakan bentuk lain dari subjectnya (subjective pronoun) seperti dibawah ini:

    I => me
    You => you
    We => us
    They => them
    He => him
    She => her
    It => it

    Bila kita terjemahkan ke Bahasa Indonesia, baik subjective pronoun (subject) maupun Objective pronoun (object) adalah sama. Tetapi, khusus untuk [him], [her] dan [it] sering kita artikan: -nya.

    Contoh:
    I meet him. (Saya menemuinya)
    The man loves her so much. (Pria itu sangat mencintainya.)
    A kid hits it. (Seorang anak memukulnya.)

    Object, Objective Pronoun dan Transitive Verb

    Apa hubungan antara Object atau Objective pronoun dengan Transitive Verb. Anda bisa membaca kembali bahasa ini mengenai: Transitive & Intransitive Verb dalam Bahasa Inggris.
    Dalam bahasan tersebut dinyatakan bahwa hanya Kata kerja Transitive yang dapat ditambahkan/diletakkan Object atau Objective pronoun. Dengan kata lain, Object/ Objective pronoun membutuhkan Transitive verb (baca: Kata Kerja Transitive) agar dapat digunakan.
    Perhatikan ilustrasi rumus berikut ini:

    Transitive Verb + Object
    Transitive verb + Objective Pronoun

    Contoh penggunaan objective pronoun dan transitive verb:

    He suddenly pushed me.
    I hate him.
    We share everything to all people.

    Catatan:
    kalimat [we share everything to all people] dengan objective [everything]
     dapat dirubah/diganti dengan objective pronoun berupa: [it].
    Misalnya: we share it to all people




  • Memahami Subjective Pronoun dalam Bahasa Inggris

    Apa itu Subjective Pronoun? Subjective pronoun diterjemahkan sebagai Kata Ganti Subyek/Subject. Subjective Pronoun merupakan salah satu anggota dari Pronoun, diantaranya; subjective pronoun, objective pronoun, possession, possessive adjective, relative pronoun. Istilah "Subject" digunakan secara umum untuk menggambarkan pelaku (the doer) dari suatu aksi, tindakan atau kerja. Pelaku disini dapat berupa manusia/orang, hewan dan benda mati.

    Contoh:
    The sun shines (Matahari bersinar).
     
    Pada kalimat [the sun shines], subject-nya berupa: [the sun], sedangkan aksi atau tindakan [the sun] berupa [shines]. Dengan demikian, [matahari] sebagai benda mati melakukan suatu aksi dan menempatkan dirinya sebagai subject atau pelaku dari aksi [bersinar/menyinari] tersebut.

    Begitu juga dengan contoh subject [manusia dan hewan] pada kalimat berikut ini:

    The policeman goes to police station everyday.
    (Polisi itu pergi ke kantor polisi setiap hari).

    Audrey loves the film.
    (Audrey suka sekali film itu).

    A dog jumps into the river.
    (Seekor anjing melompat kedalam sungai.)

    The leaves turn brown.
    (Dedaunan itu menjadi layu dan kering).


    Macam-macam Subjective Pronoun dalam Bahasa Inggris

    Pronoun adalah kata ganti. Dikatakan demikian karena kedudukannya "menggantikan" bentuk aslinya.
    Contoh:
    Tommy adalah subject bentuk asli yang merupakan nama orang.
    He adalah subject dalam bentuk pronoun (kata ganti) yang menggantikan "Tommy".
    Sehingga, [He] disebut: Subjective Pronoun atau kata ganti subject asli.

    Contoh:
    Tommy works lately.

    Kalimat tersebut dapat kita ganti dengan digunakannya [He] sebagai kata ganti dari [Tommy] seperti berikut ini:

    He works lately.

    Dengan kata lain, [Tommy works lately] setara/setingkat kedudukannya dengan [He works lately] dimana kata ganti [He] mengacu atau menunjuk pada [Tommy].

    Berikut ini adalah macam-macam Kata Ganti Subject dalam Bahasa Inggris:

    I --> diterjemahkan: Aku, saya
    You --> diterjemahkan: Kamu, kau, engkau, kalian
    We --> diterjemahkan: Kami, kita
    They --> diterjemahkan: Mereka
    He --> diterjemahkan: Dia (menunjuk seorang laki-laki)
    She --> diterjemahkan: Dia  (menunjuk seorang perempuan)
    It --> diterjemahkan: Dia (menunjuk pada selain orang/manusia).

    Semua subject tersebut diletakkan didepan kata kerjanya. Contoh penggunaannya didalam kalimat Bahasa Inggris:

    I learn English Language.
    You learn English Language.
    We learn English Language.
    They learn English Language.
    He learns English Language.
    She learns English Language.
    It learns English Language.

    Catatan: subjective pronoun [It] nampak agak rancu dan membingungkan bilamana digunakan bersamaan dengan kata kerja [Learn]. Akan tetapi susunan kalimat tersebut adalah benar. Subjective pronoun [It] bisa jadi menunjuk pada hewan, misalnya, burung beo - yang dapat menirukan suara atau kata-kata orang.
    Contoh:
    The bird learns to speak English (Burung itu belajar berbicara (bahasa inggris)).
    Akan sama maksudnya dengan:
    It learns to speak English (Dia belajar berbicara (bahasa inggris)).

    Contoh lainnya:
    The table is heavy => It is heavy. (Meja itu berat)
    The plate broke into pieces. => It broke into pieces (Piring itu pecah berkeping-keping).
    dst.

    Dalam contoh diatas, kata kerjanya berupa: [Learn] dan subjectnya diletakkan didepan kata kerja [learn] tersebut. Secara sederhana dapat digambarkan sbb:

    Subjective Pronoun + Verb

    Singular & Plural Subjective Pronoun

    Bila kita melihat subjective pronoun diatas, subjective pronoun terdiri atas 2 jenis:
    1. Singular Subjective Pronoun (Kata Ganti Subject berbentuk Tunggal)
    2. Plural Subjective Pronoun (Kata Ganti Subject berbentuk Jamak)

    Singular Subjective Pronoun

    Singular subjective pronoun diantaranya yaitu:
    I, you, he, she dan It

    Plural Subjective Pronoun

    Sedangkan, plural subjective pronoun yaitu:
    You, we dan they

    Bila kita perhatikan, subject [You] ada pada singular dan plural subjective pronoun. Hal ini dikarenakan subject dapat berarti: kamu, kau, anda, engkau yang berarti tunggal, dan bisa berupa jamak dengan arti: Kalian. Kata "kalian" mengacu pada banyaknya: "you".

    Misalnya: Dalam suatu kelas belajar ada 40 siswa. Kemudian guru meminta 40 siswanya untuk mengerjakan tugas harian. Adalah tidak mungkin bilamana guru tersebut mengatakan:

    You, you, you, you, ...................... (.......... hingga 40 siswa) :p

    Dengan hanya mengatakan satu kali "You", sudah mewakili makna "Kalian" yang mengacu pada 40 siswa tersebut.
  • Memahami Makna Kata & Fungsinya

    Apa itu Kata (dalam bahasa inggrisnya: word /wɜːd/)? Apa kedudukan kata dalam tata bahasa - grammar - bahasa inggris dan bagaimana cara memahami bentuk kata, makna dan fungsinya dalam bahasa inggris? Semua akan kita bahas secara rinci dan lengkap.

    #Definisi Kata (Word)

    Secara definitif (baca: pengertian), Kata adalah gabungan 2 buah huruf (/lebih) dan memiliki makna. Intinya, gabungan 2 huruf atau lebih itu harus memiliki "Makna" atau arti. Bila gabungan huruf-huruf tersebut tidak memiliki arti maka bukanlah kata namanya. Selanjutnya, bila menurut anda gabungan huruf-huruf itu sudah memiliki arti tertentu, syarat berikutnya yaitu: harus bisa dipahami "maknanya" oleh publik atau orang lain (pemahaman atas makna kata tersebut berlaku bagi mayoritas orang.) Sebagai ilustrasi, dapat digambarkan syarat terbentuknya sebuah kata, sebagai berikut:

    #Syarat Terbentuknya Sebuah Kata (Word)

    syarat terbentuknya sebuah kata

    Jadi, kesimpulannya, syarat terbentuknya kata itu adalah:
    1. bergabungnya 2 huruf-huruf atau lebih (baik vokal maupun konsonan)
    2. Memiliki "makna" atau "arti" tertentu
    3. Dapat dipahami oleh kebanyakan orang (publik)


    Contoh berikut ini adalah Kata:
    •  bekerja, menulis, polisi, kapur, pensil, sayuran, daging, uang, harimau, sekolah, dsb
    Contoh yang Bukan Kata:
    • dh, erpaaa, ehrnuu, wjrk, qoqoqo, wwww, thnnn, dst.
      *) Pada contoh ini, semua kata tersebut tidak memiliki arti, walaupun merupakan gabungan huruf-huruf.
     Sedangkan Google, mendefiniskan Kata (Word) sebagai:
    "a single distinct meaningful element of speech or writing, used with others (or sometimes alone) to form a sentence and typically shown with a space on either side when written or printed."

     

    #Jenis-jenis Kata (Word)

    Dalam Bahasa Inggris (English Grammar), kata terdiri atas 9 macam yang tercantum didalam Parts Of Speech (Bagian-bagian dari perkataan/pembicaraan), yaitu:

    1. Noun / Kata Benda
      Contoh:
      flower, chair, stone, rose, policeman, students, Rudi, school, sky, river, cloud, heaven, machine, education, preparation, management, goods, garbage, eyes, stomach, kindness, sadness, thought, idea, opinion, dsb.
    2. Adjective / Kata Sifat
      Contoh:
      good, bad, beautiful, pretty, ugly, sweet, bitter, ill, crowded, broken, interested, better, diligent, stupid, sleepy, tired, bored, jealous, possible, nonsense, dsb.
    3. Verb / Kata Kerja
      Contoh:
      go, sweep, work, talk, understand, think, weep, speak, argue, qualify, identify, colorize, swim, seem, looks, listen, here, dream, write, dsb|
    4. Adverb // Kata Keterangan
      Contoh:
      slowly, quickly, fast, at school, at home, next to me, near the city, dsb
    5. Pronoun / Kata Ganti Orang & Benda
      Contoh:
      I, you, we, they, he, she, it, her, mine, dsb
    6. Articles / Kata Sandang - *) Google menamakannya: Determiner (termasuk: that, this, dsb)
      Contoh:
      a, an dan the
    7. Conjunction / Kata Penghubung
      Contoh:
      but, and, besides, further, nevertheless, although, even if, because, because of, in order that, knowing that, after, before, when, while, dsb.
    8. Preposition / Kata Depan
      Contoh:
      in, off, on, at, above, inside, of, under, in front of, next to, beside, in back of, dsb.
    9. Interjection // Kata Seru
      Contoh:
      Alas!, Oh my god! Goodness! Oh-no!, dsb.

    Google mendefinisikan Parts of Speech sebagai:
    "a category to which a word is assigned in accordance with its syntactic functions. In English the main parts of speech are noun, pronoun, adjective, determiner, verb, adverb, preposition, conjunction, and interjection."

    Terjemahannya dari definisi Google tersebut sebagai berikut:
    "Sekelompok kata tertentu yang memiliki fungsi sintaks. Dalam Bahasa Inggris, diartikan sebagai bagian-bagian berbicara meliputi; noun, pronoun, adjective, determiner, verb, adverb, preposition, conjunction dan interjection".

    Hampir semua kata diatas digunakan dalam tulisan (English writing) dan lisan (English speaking). Jadi, kita tidak harus menggunakan kata-kata itu semuanya - dalam bentuk writing atau speaking - dalam satu waktu, yang jelas, sesuai dengan kebutuhan penulisan dan pembicaraan. Rincian tiap-tiap kata diatas akan kita bahas dilain kesempatan, oleh karena pada materi grammar kali ini kita hanya membahasnya sebagai pengenalan untuk pemahaman kedepannya nanti.

    #Fungsi/Kegunaan Kata (Word)

    Berdasarkan definisi, syarat-syarat terbentuknya kata serta jenis-jenis kata seperti yang diuraikan diatas, maka Fungsi atau kegunaan kata dalam bahasa Inggris yakni: Membangun sebuah Prase, Kalimat dan Klausa.
    Secara umum, kata berguna sebagai unsur penting didalam menyusun sebuah prase (English Phrases), kalimat (English Sentences) dan Klausa (English Clauses).

    Contoh Penggunaan Kata dalam sebuah Phrase:
    A Good Student (seorang pelajar yang baik)

    Contoh diatas memperlihatkan kedudukan dan fungsi kata: A, Good dan Student didalam membentuk prase. Bila kita pisah satu demi satu maka kita akan menemukan 3 jenis kata:
    • A (kata sandang / Article)
    • Good (kata sifat / Adjective), dan
    • Student (kata benda / Noun)
     Jadi, ada 3 jenis kata dalam pembentukkan prase tersebut. Anda pun bisa membuatnya sendiri contoh-contoh prase. Akan tetapi cara penyusunannya tetap harus sesuai dengan ketatabahasaan bahasa inggris (English Grammar Rules).

    Contoh Penggunaan Kata dalam sebuah Sentences:
    A good student goes to school. (seorang pelajar yang baik pergi ke sekolah).

    Pada contoh tersebut kita menemukan ada 6 buah kata yang tersusun sedemikian rupa (sesuai kaidah ketatabahasaan bahasa inggris) dalam rangka membentuk sebuah Kalimat atau English Sentences. Kata-kata itu adalah:
    • A (Article)
    • Good (Adjective)
    • Student (Noun)
    • Goes (Verb)
    • To (Preposition)
    • School (Noun)
    Berdasarkan jenis-jenis kata yang ada pada kalimat tersebut, kita dapat menambahkan 2 buah jenis kata yang sama (Student = School = Noun) dalam sebuah kalimat. Tapi penyusunannya itu, sekali lagi, jelas harus sesuai dengan peraturan penyusunan sebuah kalimat (English Grammar) yang nantinya jelas akan kita bahas rinci pula.

    Sebentar! Bukankah A Good Student adalah Phrase? berarti, prase bisa diletakkan (sebagai bagian) dalam sebuah kalimat? Jelas Bisa! Koq bisa? ... Kita bahas tentang prase (Phrase), kalimat dan klausa dilain halaman pada blog Pleg-Grammar Ini. Sekedar informasi bahwa, contoh penggunaan kata dalam pembentukkan klausa tidak kami berikan disini, oleh karena klausa adalah gabungan 2 kalimat atau lebih. Jadi, bila kalimat itu terdiri - dibangun - dari kata-kata, demikian pula klausa.


    • WHAT WE DO

      We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

      CONTACT US

      For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

      Karya Nyata Ragam Kerajinan

      • Street :Road Street 00
      • Person :Person
      • Phone :+045 123 755 755
      • Country :POLAND
      • Email :contact@heaven.com

      Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

      Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.