• Pola Kalimat Verbal & Kalimat Nominal

    Kalimat Nominal (Nominal Sentence) & Kalimat Verbal (Verbal Sentence) adalah pola kalimat dasar dalam pembahasan Grammar Bahasa Inggris. Pelg-grammar berusaha menyajikan pembahasan kedua jenis kalimat tersebut secara jelas dan tuntas.

    Seperti pada bahasan yang lalu mengenai pola kalimat dasar bahasa inggris, bahwa syarat terbentuknya kalimat, salah satunya, adalah unsur pembangun kalimat dasar bahasa inggris *) itu harus berupa subject dan verb. Sebagai catatan *) Unsur pembangun kalimat itu sebenarnya berwujud kelompok kata hingga ke tanda titik - tersusun sedemikian rupa (mengikuti aturan ketatabasaaan (Grammar) Bahasa Inggris) - dan ada 2 atau lebih diantara kelompok kata itu berkedudukan sebagai subject dan verb.

    Catatan: untuk memahami bahasan mengenai
    kalimat verbal dan nominal, silahkan baca dan pahami bahasan sebelumnya mengenai:

    Contoh:
    I am happy.
    • Pada kalimat tersebut, [I] sebagai subject, [am] sebagai structural verb dan [happy] sebagai complement (Pelengkap). Akan tetapi, untuk sementara ini fokus perhatian kita hanya pada subject dan verb.
    Contoh lain:
    He makes a kite.
    • Pada kalimat [He makes a kite], kita menemukan [He] sebagai subject, [makes] sebagai lexical verb dan [a kite] berkedudukan sebagai object.

    Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mengenali bahwa itu subject dan verb?

    Bagaimana caranya agar kita bisa mengenali bahwa itu subject dan verb?


    #Mengenal Unsur Pembangun Pola Kalimat Dasar Bahasa Inggris

     

    ##Cara Mengenali Subject dari sebuah kalimat

    Subject adalah pelaku (dalam bahasa inggris disebut sebagai: "The doer"). Dalam hal ini, subject merupakan pelaku atas suatu tindakan (action), keadaan tertentu (states), kegiatan (activity) atau berwujud pernyataan (statement).

    Contoh kata kerja dalam bentuk tindakan (action):
    The boy plays kite everyday (Anak itu bermain layang-layang setiap hari).
    The manager decides something (Manajer itu memutuskan sesuatu).
    [plays] dan [decides] adalah kata kerja lexical.

    Contoh kata kerja dalam bentuk keadaan (state):
    The boy is smart (Anak itu pintar)
    Kata kerja [is] sebagai structural verb
    (Makna [is] harus dilihat sebagai satu kesatuan dari [The boy is smart]. Jadi tidak bisa hanya [is] saja.

    Contoh kata kerja dalam bentuk kegiatan (activity):
    My mother goes shopping everyday. (Ibuku pergi berbelanja setiap hari)
    [goes] adalah kata kerja lexical.

    Contoh kata kerja dalam bentuk pernyataan (statement):
    He is buzy. (Dia sibuk)
    [is] adalah kata kerja structural, dan makna [is] harus dilihat sebagai satu kesatuan dari [He is busy].

    Dengan melihat contoh-contoh diatas, nyatalah bahwa, kalimat pada dasarnya telah terbentuk dengan adanya subject dan kata kerja/verb (baik berbentuk lexical maupun structural verb).


    Jenis-jenis dan Bentuk-bentuk Subject

    Berikut ini adalah bentuk-bentuk subject atau kata-kata yang dapat berkedudukan sebagai subject selain dari bentuk phrases yang pernah kita bahas dibahasan yang lalu.
    1. Pronoun sebagai Subject
      Pronoun yang berkedudukan sebagai subject, yaitu: I, you, we, they, he, she dan it.
      Contoh:
      I speak
      You speak
      They speak
      She speaks
      He speaks
      It speaks.
      Termasuk anggota pronoun lainnya seperti; possessive adjective pronoun, possession dan sebagainya yang tidak dapat kita bahas rinci disini.
    2. Noun sebagai Subject
      Kata benda (Noun) yang dimaksud misalnya: Andi, policeman, flower, a cat, the leaves, chair, dsb
      Contoh:
      Andi walks
      The policeman runs after the thief.
      The flower blooms.
      A cat eats meat.
      The leaves turn brown.
      The chair broke.
    3. Noun Phrase sebagai Subject
      Contoh:
      A diligent student sweeps the floor.
      English teacher gives a test to the students.
    4. Sub-clause sebagai Subject
      Contoh:
      The man who walked beside you called me last night.


    ##Cara Mengenali Verb dari sebuah kalimat

    Bila subject pelaku atas suatu tindakan (action), keadaan tertentu (states), kegiatan (activity) atau berwujud pernyataan (statement), maka verb adalah tindakan (action), keadaan tertentu (states), kegiatan (activity) atau berwujud pernyataan (statement) itu sendiri - yang ditimbulkan oleh subject.
    Jadi, subject adalah the doer of action dan verb adalah the action done by the doer.


    #Penanda (Determiner) Kalimat Dasar: Verbal atau Nominal

    Kalimat Verbal atau Nominal bisa diketahui dengan melihat Penanda (determiner) -nya. Determiner ini berupa: Predicate.

    Secara definitif google mengartikan predicate sebagai: "the part of a sentence or clause containing a verb and stating something about the subject". Bila diterjemahkan maka predicate = bagian dari sebuah kalimat atau klausa yang berbentuk kata kerja dan menyatakan sesuatu tentang subject.

    "Predicate adalah bagian dari sebuah kalimat atau klausa yang berbentuk kata kerja atau menyatakan sesuatu tentang subject".


      Berdasarkan definisi diatas, kita menemukan penjelasan singkat bahwa, predicate itu:
      1. Bagian dari sebuah kalimat atau klausa
      2. Berbentuk kata kerja atau menyatakan sesuatu (state & statement)mengenai subject
      Contoh:
      • I know that (Saya mengetahui hal itu).
        [know] --> predicate dalam bentuk kata kerja (verb)
      • The teacher gives a test to the students. (Guru itu memberikan tes pada siswa-siswanya)
        [gives] --> predicate dalam bentuk kata kerja (verb)
      • Mr.Irsyad is at home now (Bapak Irsyad berada dirumah sekarang)
        [at home] --> predicate dalam bentuk kata keterangan tempat (Adverb of Place).
      • The baby is sleeping soundly (Bayi itu sedang tidur dengan nyenyak).
        [sleeping] --> predicate dala bentuk kata kerja (verb)
      • I am a student (Saya seorang siswa).
        [a student] --> predicate dalam bentuk kata benda (Noun)
      • Linda is lazy (Linda malas).
        [lazy] --> predicate dalam bentuk kata sifat (Adjectives)
      • She is mine (Dia adalah milikku)
        [mine] --> predicate dalam bentuk kata ganti kepunyaan (Pronoun)

      Berdasarkan contoh diatas nyatalah sudah bahwa bila verb berupa lexical verb, maka verb itulah predicate. Dan, bila verb berupa structural verb (be) maka Complement yang ada dibelakang structural verb berkedudukan sebagai predicate bukan kata kerja. Bila anda sudah memahami apa itu predicate dan bagaimana bentuk-bentuknya, selanjutnya, kita akan membahas bentuk atau pola kalimat verbal dan nominal seperti berikut ini.


      #Kalimat Nominal & Kalimat Verbal

      Kalimat nominal (nominal sentence) dan kalimat verbal (verbal sentence) merupakan pola kalimat dasar dalam tatanan ketatabahasaan (grammar) Bahasa Inggris. Pemahaman atas kedua jenis pola kalimat dasar bahasa inggris ini akan membawa anda untuk dapat memahami pola kalimat lainnya dalam English Grammar lebih mudah. Disini saya ingin menekankan bahwasanya setiap pola kalimat bahasa inggris mesti mengandung kedua jenis pola kalimat ini. Itulah sebabnya kalimat ini disebut sebagai pola kalimat dasar dan paling mendasar!

      "Bahwa setiap pola kalimat-kalimat yang ada dalam Grammar Bahasa Inggris mesti mengandung bentuk Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal"

      (rasyid habibie. August 2015)

       Berikut ini adalah ilustrasi perbedaan kalimat nominal dan kalimat verbal dalam bahasa inggris;

      Verbal Sentence and Nominal Sentence 

      Untuk mengetahui apakah sebuah kalimat itu berpola kalimat verbal atau nominal, maka lihatlah predicate-nya. Bila predicate-nya berbentuk kata kerja (verb) maka pola kalimat itu mesti berpola kalimat Verbal. Dan, bila predicate-nya berbentuk SELAIN kata kerja atau BUKAN kata kerja, maka pola kalimatnya adalah Nominal. Bila predicate-nya bukan kata kerja, maka predicate itu pastilah berupa:

      Kesimpulan atas perbedaan Kalimat Nominal & Kalimat Verbal sebagai berikut:

        Bentuk Predikat dalam kalimat nominal dan kalimat verbal


      • 0 komentar:

        Posting Komentar